Javascript must be enabled to continue!
Pendudukan Jepang di Mempawah, 1942-1944
View through CrossRef
Japan entered West Kalimantan for the first time by controlling the administrative city, Pontianak. The control of the Mempawah area is vital because it is located between Pontianak City and Singkawang City, the administrative city of the Netherlands. This study aimed to determine the occupation of the Japanese army in Mempawah City, the entry of Japanese troops in Mempawah City, and the leadership of the Japanese military in Mempawah City. The research uses the historical method with four stages heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the Japanese entered the city of Mempawah around the end of February 1942. At the beginning of the occupation, the Japanese immediately managed the local government by placing soldiers of the highest rank to lead the city of Mempawah. Japan also recorded and arrested several actual figures who endangered its power in Mempawah. The leadership of the Japanese government left after Japan surrendered to the allies and marked the end of Japanese rule in Mempawah.Jepang pertama kali masuk ke Kalimantan Barat dengan menguasai kota administratif Pontianak. Penguasaan kawasan Mempawah sangat vital karena terletak di antara Kota Pontianak dan Kota Singkawang, kota administratif Belanda. Penelitian ini untuk mengetahui pendudukan tentara Jepang di Kota Mempawah, masuknya pasukan Jepang di Kota Mempawah, dan kepemimpinan militer Jepang di Kota Mempawah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang memasuki kota Mempawah sekitar akhir Februari 1942. Pada awal pendudukan, Jepang langsung mengatur pemerintahan daerah dengan menempatkan prajurit berpangkat tertinggi untuk memimpin kota Mempawah. Jepang juga mencatat dan menangkap beberapa tokoh nyata yang membahayakan kekuasaannya di Mempawah. Kepemimpinan pemerintah Jepang pergi setelah Jepang menyerah kepada sekutu dan menandai berakhirnya kekuasaan Jepang di Mempawah.
Title: Pendudukan Jepang di Mempawah, 1942-1944
Description:
Japan entered West Kalimantan for the first time by controlling the administrative city, Pontianak.
The control of the Mempawah area is vital because it is located between Pontianak City and Singkawang City, the administrative city of the Netherlands.
This study aimed to determine the occupation of the Japanese army in Mempawah City, the entry of Japanese troops in Mempawah City, and the leadership of the Japanese military in Mempawah City.
The research uses the historical method with four stages heuristics, source criticism, interpretation, and historiography.
The results showed that the Japanese entered the city of Mempawah around the end of February 1942.
At the beginning of the occupation, the Japanese immediately managed the local government by placing soldiers of the highest rank to lead the city of Mempawah.
Japan also recorded and arrested several actual figures who endangered its power in Mempawah.
The leadership of the Japanese government left after Japan surrendered to the allies and marked the end of Japanese rule in Mempawah.
Jepang pertama kali masuk ke Kalimantan Barat dengan menguasai kota administratif Pontianak.
Penguasaan kawasan Mempawah sangat vital karena terletak di antara Kota Pontianak dan Kota Singkawang, kota administratif Belanda.
Penelitian ini untuk mengetahui pendudukan tentara Jepang di Kota Mempawah, masuknya pasukan Jepang di Kota Mempawah, dan kepemimpinan militer Jepang di Kota Mempawah.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang memasuki kota Mempawah sekitar akhir Februari 1942.
Pada awal pendudukan, Jepang langsung mengatur pemerintahan daerah dengan menempatkan prajurit berpangkat tertinggi untuk memimpin kota Mempawah.
Jepang juga mencatat dan menangkap beberapa tokoh nyata yang membahayakan kekuasaannya di Mempawah.
Kepemimpinan pemerintah Jepang pergi setelah Jepang menyerah kepada sekutu dan menandai berakhirnya kekuasaan Jepang di Mempawah.
Related Results
Gambaran Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah
Gambaran Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah
Latar belakang: Kabupaten Mempawah termasuk dalam wilayah prevalensi tertinggi diabetes melitus di Kalimantan Barat dan guru merupakan satu diantara pekerjaan dengan prevalensi ter...
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
FUNGSI TARI SELODANG MAYANG DI ISTANA AMANTUBILLAH KABUPATEN MEMPAWAH
FUNGSI TARI SELODANG MAYANG DI ISTANA AMANTUBILLAH KABUPATEN MEMPAWAH
This research discusses the function of the Selodang Mayang dance which is in the Amantubillah Palace environment with the meaning of having to hold the marwah of customs to mainta...
Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat
Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah Kalimantan Barat
The dynamics of progress, requires Islamic educational institutions including Islamic Boarding Schools to carry out modernization. Thus, Islamic Boarding Schools can be part of the...
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA MALIKIAN, KALIMANTAN BARAT
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA MALIKIAN, KALIMANTAN BARAT
The World Bank states that the 2010 data 22% of Indonesian people has not had a sanitation facility (latrine). The existence of latrines in Indonesia, according to World Bank data ...
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
<p><em>Japan is one of the most powerful economies in the world. A high economy makes the lives of Japanese residents happier, the proof that crime cases in Japan is lo...
EKOWISATA MANGROVE DI MEMPAWAH
EKOWISATA MANGROVE DI MEMPAWAH
Mempawah Regency has natural tourism potential in the form of mangrove forests which are ideal in optimizing the function of tourism areas related to conservation, education and co...
Sistem Informasi dan Manajemen Pemberkasan Perkara di Kejaksaan Negeri Mempawah
Sistem Informasi dan Manajemen Pemberkasan Perkara di Kejaksaan Negeri Mempawah
Sebagai salah satu bagian dari lembaga pemerintahan, penggunaan sistem informasi menjadi sangat penting dalam membantu kinerja Kejaksaan Negeri Mempawah guna terselenggaranya pelay...

