Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA MALIKIAN, KALIMANTAN BARAT

View through CrossRef
The World Bank states that the 2010 data 22% of Indonesian people has not had a sanitation facility (latrine). The existence of latrines in Indonesia, according to World Bank data in 2010 about 22% of Indonesia's population does not have latrines. The coverage ofnational guard to urban areas with 79% and 49% for rural areas. Most of the sludge removal is using the river or dug wells which do not have the requirements of health latrine and contiminate the ground water. Based on the data obtained from the Health CenterCommunity Mempawah Hilir in 2014 of 855 homes were inspected as many as 530 households, households have basic sanitation facilities such as latrines in the Health Center Community Mempawah downstream for 420 households or 79%. This study aims todetermine the relationship between the factors of income, knowledge, and attitude, with the ownership of latrines in Malikian, Mempawah Hilir. The research method uses observational design with cross sectional approach. The sample in this study are mothers who have children under five do not have latrines that sebayak 64 respondents. The sampling technique using random sampling. Statistical analysis using chi square test. Decision of research hypothesis testing based on the significance level of 5% (p = 0.05) and confidence interval (CI) 95%. The result show that there are relationship between income and the latrine ownership (p = 0.037), knowledge(p = 0.037) and attitude (p = 0.037). The result shows no relationship between education (p = 0196), and the role of health care workers (p =1.000) with the ownership of latrines in the Malikian, Mempawah Hilir. Keywords: Latrine, income, knowledge, attitude. Keberadaan jamban di Indonesia menurut data Bank Dunia tahun 2010 sekitar 22%. Secara nasional, untuk daerah perkotaan yaitu 79 % dan untuk daerah pedesaan 49%. Sebagian besar pembuangan tinja masih dilakukan ke sungai atau mempergunakansumur galian yang tidak memenuhi persyaratan sehingga mencemari air tanah. Berdasarkan data yang di peroleh dari Puskesmas Mempawah Hilir pada tahun 2014 dari 855 rumah yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 530 rumah tangga, rumah tangga yangmemiliki sarana sanitasi dasar berupa jamban di wilayah kerja Puskesmas Mempawah Hilir sebesar 420 rumah tangga atau 79%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor penghasilan, pengetahuan, dan sikap, dengan kepemilikan jamban di Desa Malikian, Mempawah Hilir, Kalimantan Barat. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang memiliki balita yaitu sebanyak 64 responden, di ambil dengan menggunakan random sampling. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan penghasilan terhadap kepemilikan jamban (p = 0.037), pengetahuan (p = 0.037) dan sikap (p = 0.037). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan (p = 0.196), dan peran petugas kesehatan (p = 1.000) dengan kepemilikan jamban di Desa Malikian, Mempawah Hilir. Kata kunci : Jamban, penghasilan, pengetahuan, sikap.
UPT Penerbitan Universitas Jember
Title: FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA MALIKIAN, KALIMANTAN BARAT
Description:
The World Bank states that the 2010 data 22% of Indonesian people has not had a sanitation facility (latrine).
The existence of latrines in Indonesia, according to World Bank data in 2010 about 22% of Indonesia's population does not have latrines.
The coverage ofnational guard to urban areas with 79% and 49% for rural areas.
Most of the sludge removal is using the river or dug wells which do not have the requirements of health latrine and contiminate the ground water.
Based on the data obtained from the Health CenterCommunity Mempawah Hilir in 2014 of 855 homes were inspected as many as 530 households, households have basic sanitation facilities such as latrines in the Health Center Community Mempawah downstream for 420 households or 79%.
This study aims todetermine the relationship between the factors of income, knowledge, and attitude, with the ownership of latrines in Malikian, Mempawah Hilir.
The research method uses observational design with cross sectional approach.
The sample in this study are mothers who have children under five do not have latrines that sebayak 64 respondents.
The sampling technique using random sampling.
Statistical analysis using chi square test.
Decision of research hypothesis testing based on the significance level of 5% (p = 0.
05) and confidence interval (CI) 95%.
The result show that there are relationship between income and the latrine ownership (p = 0.
037), knowledge(p = 0.
037) and attitude (p = 0.
037).
The result shows no relationship between education (p = 0196), and the role of health care workers (p =1.
000) with the ownership of latrines in the Malikian, Mempawah Hilir.
Keywords: Latrine, income, knowledge, attitude.
Keberadaan jamban di Indonesia menurut data Bank Dunia tahun 2010 sekitar 22%.
Secara nasional, untuk daerah perkotaan yaitu 79 % dan untuk daerah pedesaan 49%.
Sebagian besar pembuangan tinja masih dilakukan ke sungai atau mempergunakansumur galian yang tidak memenuhi persyaratan sehingga mencemari air tanah.
Berdasarkan data yang di peroleh dari Puskesmas Mempawah Hilir pada tahun 2014 dari 855 rumah yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 530 rumah tangga, rumah tangga yangmemiliki sarana sanitasi dasar berupa jamban di wilayah kerja Puskesmas Mempawah Hilir sebesar 420 rumah tangga atau 79%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor penghasilan, pengetahuan, dan sikap, dengan kepemilikan jamban di Desa Malikian, Mempawah Hilir, Kalimantan Barat.
Metode penelitian menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional.
Sampel dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang memiliki balita yaitu sebanyak 64 responden, di ambil dengan menggunakan random sampling.
Analisis statistik menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan penghasilan terhadap kepemilikan jamban (p = 0.
037), pengetahuan (p = 0.
037) dan sikap (p = 0.
037).
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan (p = 0.
196), dan peran petugas kesehatan (p = 1.
000) dengan kepemilikan jamban di Desa Malikian, Mempawah Hilir.
Kata kunci : Jamban, penghasilan, pengetahuan, sikap.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Penyak Lalang Kabupaten Sintang
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Penyak Lalang Kabupaten Sintang
Latar Belakang: Salah satu permasalahan di Indonesia dalam bidang sanitasi adalah jamban sehat. Jamban sehat merupakan fasilitas sanitasi keluarga yang wajib dimiliki oleh semua ru...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN SEHAT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN SEHAT
ABSTRAKLatar belakang: Program Indonesia Sehat dengan mewujudkan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan jaminan kesehatan nasional. Salah satu indikator utama adalah k...
Analisis Perilaku Masyarakat Dalam Penggunaan Jamban
Analisis Perilaku Masyarakat Dalam Penggunaan Jamban
Pendahuluan: upaya pemerintah telah dilakukan untuk peningkatan sanitasi agar dapat berjalan dengan baik untuk mendukung komitmen nasional dan pencapaian target kesepakatan pembang...
Determinan Pemanfaatan Jamban Keluarga pada Keluarga
Determinan Pemanfaatan Jamban Keluarga pada Keluarga
Jamban merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, diharapkan tiap individu untuk memanfaatkan fasilitas jamban untuk buang air besar. Berdasarkan data dari Puskesmas DTP Cipanas...
Analisis Faktor Penghambat Kepala Keluarga dalam Kepemilikan Jamban Keluarga
Analisis Faktor Penghambat Kepala Keluarga dalam Kepemilikan Jamban Keluarga
Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor penghambat kepala keluarga dalam kepemilikan jamban keluarga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantit...
Pemberdayaan Masyarakat Desa Mengkiang Melalui Program Jamban Percontohan
Pemberdayaan Masyarakat Desa Mengkiang Melalui Program Jamban Percontohan
Desa Mengkiang terletak di Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau yang berjarak 175 km dari ibukota provinsi Kota Pontianak. Masalah utama yang dihadapi masyarakat adalah masih rendahn...

Back to Top