Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI AGEN KOSMETIK TABIR SURYA

View through CrossRef
Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L) diketahui mengandung senyawa aktif flavonoid. Beberapa flavonoid dari tanaman diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dan memiliki kemampuan melindungi kulit terhadap paparan sinar ultaviolet (UV). Tujuan penelitian untuk menganalisis nilai dan kategori SPF ekstrak dan sediaan krim kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L) sebagai tabir surya. Flavonoid dalam ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L) diidentifikasi secara kualitatif dengan pereaksi warna dan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Pengujian aktifitas tabir surya dilakukan secara in-vitro menggunakan spektrofotometer UV dan perhitungan nilai SPF digunakan metode Mansur dengan variasi konsentrasi ekstrak dan sediaan krim kulit buah rambutan. Hasil penapisan fitokimia dan uji KLT menunjukkan bahwa kulit buah rambutan mengandung flavonoid. Hasil penentuan nilai SPF pada ekstrak kulit buah rambutan  menunjukkan bahwa nilai SPF 11,49 (80 ppm), 12,94 (90 ppm), 20,95 (100 ppm), 24,18 (110 ppm) dan 26,07 (120 ppm) dengan kategori maksimal sampai dengan ultra. Sediaan krim ekstrak kulit buah rambutan menghasilkan nilai SPF 25,48 (1%), 38,36 (2%), dan 42,87 (3%) dengan kategori ultra.
Title: PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI AGEN KOSMETIK TABIR SURYA
Description:
Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L) diketahui mengandung senyawa aktif flavonoid.
Beberapa flavonoid dari tanaman diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dan memiliki kemampuan melindungi kulit terhadap paparan sinar ultaviolet (UV).
Tujuan penelitian untuk menganalisis nilai dan kategori SPF ekstrak dan sediaan krim kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L) sebagai tabir surya.
Flavonoid dalam ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L) diidentifikasi secara kualitatif dengan pereaksi warna dan metode kromatografi lapis tipis (KLT).
Pengujian aktifitas tabir surya dilakukan secara in-vitro menggunakan spektrofotometer UV dan perhitungan nilai SPF digunakan metode Mansur dengan variasi konsentrasi ekstrak dan sediaan krim kulit buah rambutan.
Hasil penapisan fitokimia dan uji KLT menunjukkan bahwa kulit buah rambutan mengandung flavonoid.
Hasil penentuan nilai SPF pada ekstrak kulit buah rambutan  menunjukkan bahwa nilai SPF 11,49 (80 ppm), 12,94 (90 ppm), 20,95 (100 ppm), 24,18 (110 ppm) dan 26,07 (120 ppm) dengan kategori maksimal sampai dengan ultra.
Sediaan krim ekstrak kulit buah rambutan menghasilkan nilai SPF 25,48 (1%), 38,36 (2%), dan 42,87 (3%) dengan kategori ultra.

Related Results

Pelatihan Inovasi Produk Kosmetika dari Kulit Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Semarang
Pelatihan Inovasi Produk Kosmetika dari Kulit Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Semarang
Kelurahan Mangunsari merupakan salah satu kelurahan di Gunung Pati Semarang yang mempunyai potensi besar sebagai penghasil tanaman hortikultura dan buah-buahan. Salah satu buah-bua...
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya ganggu...
Review: Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Toksisitas dari Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Review: Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Toksisitas dari Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Rambutan (Nephlium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak terdapat di Indonesia dan dikenal luas karena rasa manis serta aroma khasnya. Secara tradisional be...
Kajian Pemanfaatan Pigmen Alami sebagai Tabir Surya dalam Produk Kosmetika
Kajian Pemanfaatan Pigmen Alami sebagai Tabir Surya dalam Produk Kosmetika
Abstract. The skin is the outermost organ of the body that functions as protection and has aesthetic value. One cosmetic product that can be used to protect the skin from the harmf...
EFEK EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT
EFEK EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT
Etilheksil metoksisinamat atau oktil metoksisinamat merupakan senyawa yang sering digunakan sebagai bahan tabir surya. Namun demikian bahan tabir surya ini memiliki kelemahan karen...
Pelatihan Inovasi Olahan Pangan Sirup dan Selai Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari Semarang
Pelatihan Inovasi Olahan Pangan Sirup dan Selai Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari Semarang
Kelurahan Mangunsari merupakan salah satu kelurahan di Gunung Pati Semarang yang mempunyai potensi besar sebagai penghasil tanaman hortikultura dan buah-buahan. Salah satu buah-bua...
OPTIMASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT KULIT BUAH RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM L.)
OPTIMASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT KULIT BUAH RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM L.)
Effervescent merupakan sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil dari reaksi kimia di dalam larutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi asam sitra...
Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan herbal yang sangat melimpah, memiliki potensi kekayaan herbal terbesar di dunia setelah Brasil Akan tetapi pemanfaatannya masih terbatas....

Back to Top