Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Review: Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Toksisitas dari Rambutan (Nephelium lappaceum L.)

View through CrossRef
Rambutan (Nephlium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak terdapat di Indonesia dan dikenal luas karena rasa manis serta aroma khasnya. Secara tradisional beberapa bagian tanaman rambutan digunakan untuk berbagai macam pengobatan seperti bagian daun, biji, buah, dan kulit buah yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia, aktivitas antibakteri dan hasil studi keamanan dari ekstrak rambutan atau sediaan berbahan aktif rambutan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel adalah penelusuran informasi dari jurnal-jurnal ilmiah yang dipublikasi secara online pada Google Scholar, Science Direct, Pubmed. Ekstrak rambutan memiliki kandungan fitokimia berupa tanin, saponin, flavonoid, alkaloid dan fenolik. Hasil uji aktivitas antibakteri dari berbagai ekstrak dan bentuk sediaan yang mengandung rambutan (infusa, sirup, sabun, dan perekat gigi) baik menggunakan metode difusi maupun mikrodilusi menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Salmonella typhi. Aktivitas antibakteri dari berbagai bagian tanaman rambutan tersebut diduga karena senyawa fitokimia yang terdapat didalamnya. Hasil studi keamanan melalui uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah dan daun rambutan dikatagorikan praktis tidak toksik (LD50 >5 g/kgBB). Berdasarkan data uji aktivitas dan toksisitas, rambutan dapat diteliti lebih lanjut untuk melihat potensinya sebagai agen antibakteri baru.
Title: Review: Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Toksisitas dari Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Description:
Rambutan (Nephlium lappaceum L.
) merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak terdapat di Indonesia dan dikenal luas karena rasa manis serta aroma khasnya.
Secara tradisional beberapa bagian tanaman rambutan digunakan untuk berbagai macam pengobatan seperti bagian daun, biji, buah, dan kulit buah yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri.
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia, aktivitas antibakteri dan hasil studi keamanan dari ekstrak rambutan atau sediaan berbahan aktif rambutan.
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel adalah penelusuran informasi dari jurnal-jurnal ilmiah yang dipublikasi secara online pada Google Scholar, Science Direct, Pubmed.
Ekstrak rambutan memiliki kandungan fitokimia berupa tanin, saponin, flavonoid, alkaloid dan fenolik.
Hasil uji aktivitas antibakteri dari berbagai ekstrak dan bentuk sediaan yang mengandung rambutan (infusa, sirup, sabun, dan perekat gigi) baik menggunakan metode difusi maupun mikrodilusi menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Salmonella typhi.
Aktivitas antibakteri dari berbagai bagian tanaman rambutan tersebut diduga karena senyawa fitokimia yang terdapat didalamnya.
Hasil studi keamanan melalui uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah dan daun rambutan dikatagorikan praktis tidak toksik (LD50 >5 g/kgBB).
Berdasarkan data uji aktivitas dan toksisitas, rambutan dapat diteliti lebih lanjut untuk melihat potensinya sebagai agen antibakteri baru.

Related Results

PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI AGEN KOSMETIK TABIR SURYA
PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI AGEN KOSMETIK TABIR SURYA
Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L) diketahui mengandung senyawa aktif flavonoid. Beberapa flavonoid dari tanaman diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dan memiliki kem...
Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap Mencit Putih Jantan
Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap Mencit Putih Jantan
Indonesia kaya akan bahan alam yang berpotensi sebagai tanaman obat tradisional, salah satunya tanaman rambutan (Nephelium lappaceum L.) yang secara empiris berkhasiat sebagai peng...
OPTIMASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT KULIT BUAH RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM L.)
OPTIMASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT KULIT BUAH RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM L.)
Effervescent merupakan sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil dari reaksi kimia di dalam larutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi asam sitra...
Pengembangan Emulgel Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) serta Uji Aktivitas Antioksidan
Pengembangan Emulgel Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) serta Uji Aktivitas Antioksidan
Penuaan dini menjadi permasalahan yang serius bagi kaum wanita, yang terjadi pada kulit akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan alami. Daun ramb...

Back to Top