Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Pemanfaatan Pigmen Alami sebagai Tabir Surya dalam Produk Kosmetika

View through CrossRef
Abstract. The skin is the outermost organ of the body that functions as protection and has aesthetic value. One cosmetic product that can be used to protect the skin from the harmful effects of sunlight is sunscreen. Sunscreen products that are widely available on the market include creams, gels, spray gels, and powders or loose powders. The determination of the Sun Protection Factor (SPF) value can be done by measuring the effectiveness of sunscreen formulations to assess their ability to protect against sun exposure. The method used is a literature review of scientific studies from sources such as national journals and international journals published between 2015 and 2025. This study aims to discuss the use of natural pigments in cosmetic formulations as sunscreens. The research findings indicate that natural pigments that can be formulated into cosmetic products include anthocyanins, betacyanins, carotenoids, and quercetin. These pigments exhibit sunscreen activity with varying SPF values. The best pigment is anthocyanin from 96% ethanol extract of black pomegranate peel (Punica granatum L.) at a concentration of 0.5%, formulated into a lip balm formulation (ultra protection). This natural pigment exhibits sunscreen activity, both through in vitro testing using UV-Vis spectrophotometry and in vivo testing using test animals. Abstrak. Kulit merupakan organ tubuh paling luar yang berfungsi sebagai proteksi dan memiliki nilai estetika. Salah satu kosmetik yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari yaitu tabir surya (sunscreen). Sediaan tabir surya yang sudah banyak dipasaran yaitu krim, gel, spray gel dan powder atau bedak tabur. Penentuan nilai Sun Proction Factor (SPF) dapat dilakukan dengan pengukuran efektivitas sediaan tabir surya untuk melihat kemampuan sediaan terhadap paparan sinar matahari. Metode yang digunakan adalah studi literatur ilmiah dari pustaka yang berasal dari jurnal nasional, jurnal internasional yang diterbitkan selama dalam rentang tahun 2015 hingga 2025. Kajian ini bertujuan untuk membahas pemanfaatan pigmen alami dalam sediaan kosmetik sebagai tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen alami yang dapat diformulasikan dalam sediaan kosmetik adalah antosianin, betasianin, karotenoid, dan quersetin. Pigmen ini mempunyai aktivitas sebagai tabir surya dengan nilai SPF yang bervariasi. Pigmen terbaik yaitu antosianin dari ekstrak etanol 96% kulit buah delima hitam (Punica granatum L.) pada konsentrasi 0,5% yang diformulasikan ke dalam sediaan lip balm (proteksi ultra). Pigmen alami ini memiliki aktivitas sebagai tabir surya, baik melalui pengujian secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis maupun in vivo menggunakan hewan uji.
Title: Kajian Pemanfaatan Pigmen Alami sebagai Tabir Surya dalam Produk Kosmetika
Description:
Abstract.
The skin is the outermost organ of the body that functions as protection and has aesthetic value.
One cosmetic product that can be used to protect the skin from the harmful effects of sunlight is sunscreen.
Sunscreen products that are widely available on the market include creams, gels, spray gels, and powders or loose powders.
The determination of the Sun Protection Factor (SPF) value can be done by measuring the effectiveness of sunscreen formulations to assess their ability to protect against sun exposure.
The method used is a literature review of scientific studies from sources such as national journals and international journals published between 2015 and 2025.
This study aims to discuss the use of natural pigments in cosmetic formulations as sunscreens.
The research findings indicate that natural pigments that can be formulated into cosmetic products include anthocyanins, betacyanins, carotenoids, and quercetin.
These pigments exhibit sunscreen activity with varying SPF values.
The best pigment is anthocyanin from 96% ethanol extract of black pomegranate peel (Punica granatum L.
) at a concentration of 0.
5%, formulated into a lip balm formulation (ultra protection).
This natural pigment exhibits sunscreen activity, both through in vitro testing using UV-Vis spectrophotometry and in vivo testing using test animals.
Abstrak.
Kulit merupakan organ tubuh paling luar yang berfungsi sebagai proteksi dan memiliki nilai estetika.
Salah satu kosmetik yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari yaitu tabir surya (sunscreen).
Sediaan tabir surya yang sudah banyak dipasaran yaitu krim, gel, spray gel dan powder atau bedak tabur.
Penentuan nilai Sun Proction Factor (SPF) dapat dilakukan dengan pengukuran efektivitas sediaan tabir surya untuk melihat kemampuan sediaan terhadap paparan sinar matahari.
Metode yang digunakan adalah studi literatur ilmiah dari pustaka yang berasal dari jurnal nasional, jurnal internasional yang diterbitkan selama dalam rentang tahun 2015 hingga 2025.
Kajian ini bertujuan untuk membahas pemanfaatan pigmen alami dalam sediaan kosmetik sebagai tabir surya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen alami yang dapat diformulasikan dalam sediaan kosmetik adalah antosianin, betasianin, karotenoid, dan quersetin.
Pigmen ini mempunyai aktivitas sebagai tabir surya dengan nilai SPF yang bervariasi.
Pigmen terbaik yaitu antosianin dari ekstrak etanol 96% kulit buah delima hitam (Punica granatum L.
) pada konsentrasi 0,5% yang diformulasikan ke dalam sediaan lip balm (proteksi ultra).
Pigmen alami ini memiliki aktivitas sebagai tabir surya, baik melalui pengujian secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis maupun in vivo menggunakan hewan uji.

Related Results

Penyuluhan Kosmetika Aman dan Identifikasi Merkuri dalam Kosmetika
Penyuluhan Kosmetika Aman dan Identifikasi Merkuri dalam Kosmetika
Kosmetik merupakan hal penting dalam kehidupan manusia saat ini, karena kosmetik sudah merupakan kebutuhan dan gaya hidup bagi wanita maupun pria, disegala usia. Banyaknya produk k...
Narrative Review : Potensi Family Lamiaceae sebagai Tabir Surya
Narrative Review : Potensi Family Lamiaceae sebagai Tabir Surya
Matahari memancarkan sinar UV yang pada jumlah berlebih dapat menimbulkan kerusakan pada kulit. Paparan UV yang berlebihan akan mengakibatkan perubahan komposisi dan struktur serta...
Potensi Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak dan Sediaan Krim Rambut Jagung (Zea mays L.)
Potensi Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak dan Sediaan Krim Rambut Jagung (Zea mays L.)
Sunlight emits electromagnetic radiation consisting of infrared, visible light, and UV radiation. High sun exposure can have an impact on skin damage. Corn silk is a waste from the...
Komparasi Peraturan Standar Mutu Tabir Surya yang Diperjualbelikan Antara Korea Selatan dan Indonesia
Komparasi Peraturan Standar Mutu Tabir Surya yang Diperjualbelikan Antara Korea Selatan dan Indonesia
Adanya globalisasi membawa tren kecantikan menjadi memiliki glass skin yang berarti kulit halus dan mulus bak kaca. Pada umumnya, konsumen membeli produk dengan memperhatikan kompo...
Pelatihan Inovasi Produk Kosmetika dari Kulit Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Semarang
Pelatihan Inovasi Produk Kosmetika dari Kulit Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Semarang
Kelurahan Mangunsari merupakan salah satu kelurahan di Gunung Pati Semarang yang mempunyai potensi besar sebagai penghasil tanaman hortikultura dan buah-buahan. Salah satu buah-bua...
Menghindari Kosmetika Palsu Secara Organoleptik
Menghindari Kosmetika Palsu Secara Organoleptik
Setiap hari manusia dipastikan menggunakan kosmetika, dimulai dari mandi pagi sampai saat akan tidur di malam hari. Macam kosmetika pun semakin beragam. Kosmetika selalu digunakan ...

Back to Top