Javascript must be enabled to continue!
Analisis Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Generasi Z dalam film "Dua Hati Biru"
View through CrossRef
Abstract. This study aims to understand how interpersonal communication shapes the relationship between parents and Generation Z children, as well as to uncover hidden meanings and social myths in the film Dua Hati Biru through a semiotic approach. Interpersonal communication plays a vital role in building emotional connections and intergenerational understanding, especially in an era influenced by technological advancements and differing cultural values. Using a qualitative method and Roland Barthes’ semiotic analysis comprising denotation, connotation, and myth. This research analyzes the representation of Generation Z and the dynamics of their communication with parents within the context of the film Dua Hati Biru. The findings reveal that the film reflects intergenerational communication tensions caused by differences in values, ways of thinking, and parenting styles. The scenes in the film not only depict everyday interactions but also contain emotional symbols that imply a sense of distance and a mutual need for recognition. This study concludes that open, empathetic, and adaptive interpersonal communication is key to bridging the gap between parents and Generation Z children in modern families.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunikasi interpersonal membentuk relasi antara orang tua dan anak Generasi Z serta mengungkap makna tersembunyi dan mitos sosial dalam film Dua Hati Biru melalui pendekatan semiotika. Komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membangun hubungan emosional dan pemahaman antargenerasi, terutama di era yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan perbedaan nilai budaya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes meliputi denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menganalisis representasi Generasi Z dan dinamika komunikasi mereka dengan orang tua dalam konteks film Dua Hati Biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merefleksikan ketegangan komunikasi antargenerasi yang disebabkan oleh perbedaan nilai, cara berpikir, dan pola pengasuhan. Adegan-adegan dalam film tidak hanya menggambarkan interaksi sehari-hari, tetapi juga memuat simbol-simbol emosional yang menyiratkan adanya jarak dan kebutuhan akan pengakuan dari kedua belah pihak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang terbuka, empatik, dan adaptif menjadi kunci dalam menjembatani kesenjangan antara orang tua dan anak Generasi Z dalam keluarga modern.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Analisis Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Generasi Z dalam film "Dua Hati Biru"
Description:
Abstract.
This study aims to understand how interpersonal communication shapes the relationship between parents and Generation Z children, as well as to uncover hidden meanings and social myths in the film Dua Hati Biru through a semiotic approach.
Interpersonal communication plays a vital role in building emotional connections and intergenerational understanding, especially in an era influenced by technological advancements and differing cultural values.
Using a qualitative method and Roland Barthes’ semiotic analysis comprising denotation, connotation, and myth.
This research analyzes the representation of Generation Z and the dynamics of their communication with parents within the context of the film Dua Hati Biru.
The findings reveal that the film reflects intergenerational communication tensions caused by differences in values, ways of thinking, and parenting styles.
The scenes in the film not only depict everyday interactions but also contain emotional symbols that imply a sense of distance and a mutual need for recognition.
This study concludes that open, empathetic, and adaptive interpersonal communication is key to bridging the gap between parents and Generation Z children in modern families.
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunikasi interpersonal membentuk relasi antara orang tua dan anak Generasi Z serta mengungkap makna tersembunyi dan mitos sosial dalam film Dua Hati Biru melalui pendekatan semiotika.
Komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membangun hubungan emosional dan pemahaman antargenerasi, terutama di era yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan perbedaan nilai budaya.
Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes meliputi denotasi, konotasi, dan mitos.
Penelitian ini menganalisis representasi Generasi Z dan dinamika komunikasi mereka dengan orang tua dalam konteks film Dua Hati Biru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merefleksikan ketegangan komunikasi antargenerasi yang disebabkan oleh perbedaan nilai, cara berpikir, dan pola pengasuhan.
Adegan-adegan dalam film tidak hanya menggambarkan interaksi sehari-hari, tetapi juga memuat simbol-simbol emosional yang menyiratkan adanya jarak dan kebutuhan akan pengakuan dari kedua belah pihak.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang terbuka, empatik, dan adaptif menjadi kunci dalam menjembatani kesenjangan antara orang tua dan anak Generasi Z dalam keluarga modern.
Related Results
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Peran Orang Tua dalam Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini
Peran Orang Tua dalam Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini
Kesiapan sekolah pada usia dini merupakan tahap kritis dalam perkembangan anak yang mempengaruhi kemampuan belajar dan adaptasi sosialnya di masa depan. Peran orang tua dalam memba...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Perceraian di Kecamatan Cikembar kerapkali menimbulkan ekses-ekses masalah pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian orang tua. Banyak hambatan utama yang menjadi penyebab terbengkal...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak maupun orang tua. Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Analisis Implementasi Program Pelibatan Orangtua di Taman Kanak-Kanak Berdasarkan Epstein Model of Parental Involvement
Analisis Implementasi Program Pelibatan Orangtua di Taman Kanak-Kanak Berdasarkan Epstein Model of Parental Involvement
Pelibatan orang tua dalam PAUD memiliki manfaat dalam meningkatkan motivasi pada anak usia dini, selain itu keterlibatan orang tua juga sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran...
Tanggung Gugat Orang Tua Terhadap Harta Anak Dalam Kedudukannya Sebagai Kekuasaan Orang Tua
Tanggung Gugat Orang Tua Terhadap Harta Anak Dalam Kedudukannya Sebagai Kekuasaan Orang Tua
Abstrak Orang tua dalam melakukan pengelolaan harta anak harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menimbulkan kerugian terhadap harta anak. Namun, terdap...

