Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS FRAMING KONTEN YOUTUBE PODCAST CLOSE THE DOOR TERKAIT FILM DOKUMENTER NETFLIX “ICE COLD: MURDER, COFFEE AND JESSICA WONGSO”
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembingkaian informasi oleh channel Youtube Podcast Close The Door yang mengangkat isu dari film dokumenter Netflix berjudul “Ice Cold: Murder, Coffee And Jessica Wongso”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Robert N. Entman. Peneliti menganalisis dua video Youtube yaitu video pertama yang menghadirkan Otto Hasibuan dan video kedua yang menghadirkan Edward Omar Sharif Hiariej. Hasil yang didapat setelah peneliti mengamati dua video tersebut pertama adalah pemilihan narasumber dalam kedua video tersebut menunjukan sisi keberpihakan setiap narasumber sehingga memberikan informasi dari sudut pandang yang kontradiktif. Kedua, munculnya film dokumenter tersebut kembali menyita perhatian publik dengan adanya fakta-fakta baru yang diungkap oleh kedua narasumber. Ketiga, peneliti melihat bahwa sikap Jessica Wongso yang tenang tetap harus menjalani aturan hukum yang berlaku berdasarkan sejumlah kategori barang bukti yang didapatkan. Keempat, kedua video tersebut menunjukan kemungkinan Peninjauan Kembali (PK) kasus Jessica Wongso tetap berpeluang untuk dilakukan meskipun setiap proses penyelidikan hingga pengadilan telah melalui proses yang panjang dan dilakukan secara profesional dan berimbang.
Title: ANALISIS FRAMING KONTEN YOUTUBE PODCAST CLOSE THE DOOR TERKAIT FILM DOKUMENTER NETFLIX “ICE COLD: MURDER, COFFEE AND JESSICA WONGSO”
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembingkaian informasi oleh channel Youtube Podcast Close The Door yang mengangkat isu dari film dokumenter Netflix berjudul “Ice Cold: Murder, Coffee And Jessica Wongso”.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Robert N.
Entman.
Peneliti menganalisis dua video Youtube yaitu video pertama yang menghadirkan Otto Hasibuan dan video kedua yang menghadirkan Edward Omar Sharif Hiariej.
Hasil yang didapat setelah peneliti mengamati dua video tersebut pertama adalah pemilihan narasumber dalam kedua video tersebut menunjukan sisi keberpihakan setiap narasumber sehingga memberikan informasi dari sudut pandang yang kontradiktif.
Kedua, munculnya film dokumenter tersebut kembali menyita perhatian publik dengan adanya fakta-fakta baru yang diungkap oleh kedua narasumber.
Ketiga, peneliti melihat bahwa sikap Jessica Wongso yang tenang tetap harus menjalani aturan hukum yang berlaku berdasarkan sejumlah kategori barang bukti yang didapatkan.
Keempat, kedua video tersebut menunjukan kemungkinan Peninjauan Kembali (PK) kasus Jessica Wongso tetap berpeluang untuk dilakukan meskipun setiap proses penyelidikan hingga pengadilan telah melalui proses yang panjang dan dilakukan secara profesional dan berimbang.
Related Results
British Food Journal Volume 46 Issue 12 1944
British Food Journal Volume 46 Issue 12 1944
1. The Committee have received a request from the Tea and Coffee Division for advice as to appropriate standards for liquid “coffee essences” including coffee and chicory essences,...
Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"
Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"
Penelitian ini berjudul Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"yang melatar belakangi penelitian ini adalah f...
Analisis Semiotika Roland Barthes Jurnalisme Investigasi pada Film Ice Cold
Analisis Semiotika Roland Barthes Jurnalisme Investigasi pada Film Ice Cold
Abstract. The film Ice Cold, which raises a controversial criminal case in Indonesia,is one of the objects of study because it features the Jessica Wongso case which isfull of intr...
Normalising Netflix: The Platforms, Practices, and Protocols of Internet Distributed Television
Normalising Netflix: The Platforms, Practices, and Protocols of Internet Distributed Television
<p><b>As the leading internet-distributed television platform (IDTVP) today, with over 200 millionworldwide subscribers, Netflix is a fascinating case-study through whi...
Ground ice detection and implications for permafrost geomorphology
Ground ice detection and implications for permafrost geomorphology
Most permafrost contains ground ice, often as pore ice or thin veins or lenses of ice. In certain circumstance, larger bodies of ice can form, such as ice wedges, or massive lenses...
Podcast Video dan Strategi Pemilihan Konten dalam Times Indonesia Podcast pada Times TV Jogja
Podcast Video dan Strategi Pemilihan Konten dalam Times Indonesia Podcast pada Times TV Jogja
Pengguna podcast terus meningkat termasuk berkembangkannya podcast video. Fenomena media online yang menyuguhkan podcast video terus berkembang. Bahkan media online dapat mempubli...
Representasi Komunikasi Forensik pada Film Ice Cold
Representasi Komunikasi Forensik pada Film Ice Cold
Abstract. The murder case of Mirna Salihin, which sparked controversy and inspired the making of the documentary film "Ice Cold." This film attempts to depict the chronology of the...
Sosiologi Dyah Ayu Kusumastuti 30422030
Sosiologi Dyah Ayu Kusumastuti 30422030
This research will discuss the process of making coffee that has been made by Mrs. Siyah in Gondangan Hamlet, Tirtomulyo Village, planting District, Kendal Regency, Central Java, w...

