Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"

View through CrossRef
Penelitian ini berjudul Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"yang melatar belakangi penelitian ini adalah film merupakan salah satu bentuk media massa dan film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso" menghadirkan perspektif lain tentang kasus kontroversial Jessica Wongso serta bagaimana ia digambarkan, berbeda dari representasi media massa pada tahun 2016 yang memunculkan berbagai persepsi di kalangan masyarakat. Dikaji dan dihubungkan dengan teori resepsi Stuart Hall tentang studi makna atau penerimaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis resepsi citra diri Jessica Wongso dalam film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso". Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian analisis resepsi. Unit observasi dalam penelitian ini adalah film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso". Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah FGD (Focus Group Discussion). Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamat dan triangulasi. Analisis data dalam penelitian ini reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso" secara efektif menghadirkan berbagai perspektif mengenai kasus Jessica Wongso. Hasil penelitian juga menyoroti pentingnya memahami bagaimana media membentuk dan mempengaruhi persepsi publik terhadap penggambaran citra diri tokoh seperti Jessica Wongso dalam kasus kontroversial serta keterlibatannya terhadap pandangan tentang keadilan dan sistem peradilan. Hasil diskusi pada proses decoding adalah mayoritas peserta berada dalam Posisi Hegemoni Dominan.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - AWS
Title: Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"
Description:
Penelitian ini berjudul Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"yang melatar belakangi penelitian ini adalah film merupakan salah satu bentuk media massa dan film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso" menghadirkan perspektif lain tentang kasus kontroversial Jessica Wongso serta bagaimana ia digambarkan, berbeda dari representasi media massa pada tahun 2016 yang memunculkan berbagai persepsi di kalangan masyarakat.
Dikaji dan dihubungkan dengan teori resepsi Stuart Hall tentang studi makna atau penerimaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis resepsi citra diri Jessica Wongso dalam film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso".
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian analisis resepsi.
Unit observasi dalam penelitian ini adalah film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso".
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah FGD (Focus Group Discussion).
Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamat dan triangulasi.
Analisis data dalam penelitian ini reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Dapat disimpulkan bahwa film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso" secara efektif menghadirkan berbagai perspektif mengenai kasus Jessica Wongso.
Hasil penelitian juga menyoroti pentingnya memahami bagaimana media membentuk dan mempengaruhi persepsi publik terhadap penggambaran citra diri tokoh seperti Jessica Wongso dalam kasus kontroversial serta keterlibatannya terhadap pandangan tentang keadilan dan sistem peradilan.
Hasil diskusi pada proses decoding adalah mayoritas peserta berada dalam Posisi Hegemoni Dominan.

Related Results

Film Dokumenter Penting “Chordophone dari Timur Pulau Dewata”
Film Dokumenter Penting “Chordophone dari Timur Pulau Dewata”
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan rancangan dan implementasi hasil rancangan film dokumenter Penting “Cordophone dari Timur Pulau Dewata”, (2) mengatahui respon kalan...
Analisis Semiotika Roland Barthes Jurnalisme Investigasi pada Film Ice Cold
Analisis Semiotika Roland Barthes Jurnalisme Investigasi pada Film Ice Cold
Abstract. The film Ice Cold, which raises a controversial criminal case in Indonesia,is one of the objects of study because it features the Jessica Wongso case which isfull of intr...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER œSOTUNG MAGO MENGGUNAKAN GAYA EKSPOSITORY
PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER œSOTUNG MAGO MENGGUNAKAN GAYA EKSPOSITORY
Sotung Mago is a Batak language which means don't disappear. The film Sotung Mago explains anxiety to the younger generation of children who do not know and understand the meaning ...
Living Qur’an di Media Sosial: Resepsi QS. Al-Mu’minun [23]: 18 dalam Film Animasi Riko The Series Episode “Main-main Sama Air?”
Living Qur’an di Media Sosial: Resepsi QS. Al-Mu’minun [23]: 18 dalam Film Animasi Riko The Series Episode “Main-main Sama Air?”
Artikel ini meneliti tentang resepsi al-Qur’an di media sosial, khususnya dalam satu episode film animasi Riko The Series “Main-main Sama Air?”. Film animasi Riko The Series ini ta...
Representasi Konflik Dalam Film Dokumenter Baradwipa (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Representasi Konflik Dalam Film Dokumenter Baradwipa (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Skripsi ini berjudul Representasi Konflik Dalam Film Dokumenter Baradwipa (Analisis Semiotika Roland Barthes). Film dokumenter adalah suatu karya film atau video berdasarkan realit...

Back to Top