Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Reinterpretasi Keude Kupi Sebagai Axis mundi Masyarakat Aceh dalam Bentuk Dialog Bunyi

View through CrossRef
Kehidupan masyarakat Aceh tidak bisa dipisahkan dengan keude kupi (warung kopi). Banyak aktivitas masyarakat yang dilakukan di keude kupi, sehingga menimbulkan stigma negatif terhadap tempat ini. Stigma negatif tersebut ditinjau dari banyaknya aktivitas membuang-buang waktu, seperti duduk berlama-lama saban hari di keude kupi, padahal dibalik stigma tersebut terdapat nilai sosial yang terjadi. Nilai sosial ini dibentuk dengan adanya interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Dengan terjadinya interaksi sosial ini, komunikasi yang terbentuk dapat menghasilkan berbagai macam informasi, sehingga banyak masyarakat yang menjadikan keude kupi sebagai axis mundi. Gagasan ini diaktualisasikan melalui karya seni musik dengan menginterpretasikan kembali interaksi sosial tersebut ke dalam bentuk penggarapan dialog bunyi. Tujuan dari penelitian karya seni ini adalah untuk mengaktualisasikan interaksi sosial di keude kupi sebagai axis mundi masyaraat Aceh melalui dialog bunyi menggunakan pendekatan reinterpretasi. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penciptaan dengan menggabungkan proses penciptaan musik dari Pande Made Sukerta (Menyusun Gagasan Isi, Menyusun Ide Garapan, Menentukan Garapan) dan teori garap dari Rahayu Supanggah (Materi Garap, Pengarap, Sarana Garap, Prabot, Penentu Garap, dan Pertimbangan Garap).
Title: Reinterpretasi Keude Kupi Sebagai Axis mundi Masyarakat Aceh dalam Bentuk Dialog Bunyi
Description:
Kehidupan masyarakat Aceh tidak bisa dipisahkan dengan keude kupi (warung kopi).
Banyak aktivitas masyarakat yang dilakukan di keude kupi, sehingga menimbulkan stigma negatif terhadap tempat ini.
Stigma negatif tersebut ditinjau dari banyaknya aktivitas membuang-buang waktu, seperti duduk berlama-lama saban hari di keude kupi, padahal dibalik stigma tersebut terdapat nilai sosial yang terjadi.
Nilai sosial ini dibentuk dengan adanya interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Dengan terjadinya interaksi sosial ini, komunikasi yang terbentuk dapat menghasilkan berbagai macam informasi, sehingga banyak masyarakat yang menjadikan keude kupi sebagai axis mundi.
Gagasan ini diaktualisasikan melalui karya seni musik dengan menginterpretasikan kembali interaksi sosial tersebut ke dalam bentuk penggarapan dialog bunyi.
Tujuan dari penelitian karya seni ini adalah untuk mengaktualisasikan interaksi sosial di keude kupi sebagai axis mundi masyaraat Aceh melalui dialog bunyi menggunakan pendekatan reinterpretasi.
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penciptaan dengan menggabungkan proses penciptaan musik dari Pande Made Sukerta (Menyusun Gagasan Isi, Menyusun Ide Garapan, Menentukan Garapan) dan teori garap dari Rahayu Supanggah (Materi Garap, Pengarap, Sarana Garap, Prabot, Penentu Garap, dan Pertimbangan Garap).

Related Results

Konsep Dialog Bunyi pada Karya Musik Cang Panah
Konsep Dialog Bunyi pada Karya Musik Cang Panah
“Cang Panah” merupakan sebuah komposisi musik dari hasil reinterpretasi keude kupi sebagai axis mundi masyarakat Aceh dalam bentuk dialog bunyi. Banyaknya aktivitas sosial yang dil...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
AbstrakRencong merupakan produk budaya lokal Aceh yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek monyangnya suku Aceh. Rencong sebagai senjata tradisional sekaligus simbol identit...
Menstruation and Fasting in Islamic Discourse: A Study of Muhammadiyah Youth and KUPI Interpretations
Menstruation and Fasting in Islamic Discourse: A Study of Muhammadiyah Youth and KUPI Interpretations
This research discusses the views of KUPI Ulama regarding menstruation. In 2020, the issue of menstruating women fasting went viral on social media, and the KUPI network faced pres...
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
The problems contained in the problem formulation are (1) What is the vision and mission of Aceh TV. And how Aceh TV realizes the vision and mission. (2) What programs are aired by...
Proses Fonologis Bahasa Gaul Generasi ‘Z’ di Sosial Media (Analisis Fonologi Generatif)
Proses Fonologis Bahasa Gaul Generasi ‘Z’ di Sosial Media (Analisis Fonologi Generatif)
Proses pembentukan bahasa gaul generasi Z di social media diperoleh pemendekan kata, singkatan dan kata yang dipelesetkan sehingga sangat menarik jika dikaji dari sisi fonologi gen...
Prospek Pengolahan Daun Nipah Sebagai Bahan Baku Pembungkus Tembakau di Desa Keude Jrat Manyang Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara
Prospek Pengolahan Daun Nipah Sebagai Bahan Baku Pembungkus Tembakau di Desa Keude Jrat Manyang Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara
Abstrak - Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) termasuk keluarga tanaman palem merupakan tanaman hutan mangrove yang sangat mudah dijumpai di daerah pesisir serta memiliki potensi yang sa...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...

Back to Top