Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Relasi Simbolik pada Mural di Surakarta tentang Kampanye 3 Capres-Cawapres

View through CrossRef
Penelitian ini berkaitan dengan fenomena mural di Surakarta yang dijadikan sebagai sarana untuk dimanfaatkan oleh beberapa komunitas dalam mengekspresikan pesan ideologis dan untuk mencapai visi mereka. Penelitian yang berkaitan dengan mural selama ini terfokus pada bidang sosial, politik, dan budaya. Akan tetapi, pada bidang linguistik belum mendapatkan perhatian. Penelitian ini mengkaji relasi simbolik antara gambar dengan makna kalimat pada mural di Surakarta tentang kampanye 3 Capres-Cawapres. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data mengaplikasikan teori semantik deskriptif. Relasi simbolik antara visual dengan nonverbal pada mural memiliki makna yang heterogen. Dari analisis data ditemukan relasi simbolik pada mural, yakni tiga mural bertopik pengkhianatan, tiga mural bertopik harapan, tiga mural dengan topik perjuangan, tiga mural bertema persatuan, satu mural berisi tentang penolakan, dan satu mural bertema pendidikan. Hasil analisis tentang mural memberikan kontribusi bagi masyarakat khususnya respons terhadap kondisi politik Indonesia yang menyangkut beragam bidang kehidupan masyarakat
Title: Relasi Simbolik pada Mural di Surakarta tentang Kampanye 3 Capres-Cawapres
Description:
Penelitian ini berkaitan dengan fenomena mural di Surakarta yang dijadikan sebagai sarana untuk dimanfaatkan oleh beberapa komunitas dalam mengekspresikan pesan ideologis dan untuk mencapai visi mereka.
Penelitian yang berkaitan dengan mural selama ini terfokus pada bidang sosial, politik, dan budaya.
Akan tetapi, pada bidang linguistik belum mendapatkan perhatian.
Penelitian ini mengkaji relasi simbolik antara gambar dengan makna kalimat pada mural di Surakarta tentang kampanye 3 Capres-Cawapres.
Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan dokumentasi.
Teknik analisis data mengaplikasikan teori semantik deskriptif.
Relasi simbolik antara visual dengan nonverbal pada mural memiliki makna yang heterogen.
Dari analisis data ditemukan relasi simbolik pada mural, yakni tiga mural bertopik pengkhianatan, tiga mural bertopik harapan, tiga mural dengan topik perjuangan, tiga mural bertema persatuan, satu mural berisi tentang penolakan, dan satu mural bertema pendidikan.
Hasil analisis tentang mural memberikan kontribusi bagi masyarakat khususnya respons terhadap kondisi politik Indonesia yang menyangkut beragam bidang kehidupan masyarakat.

Related Results

Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
PROBLEMATIKA PELAPORAN DANA KAMPANYE PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2019
PROBLEMATIKA PELAPORAN DANA KAMPANYE PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2019
Pendanaan kampanye adalah salah satu faktor penentu kemenangan pada kompetisiĀ  Pemilu 2019. Tranparansi dan akuntabilitas laporan dana kampanye sangatĀ  menentukan integritas Pemilu...
FORMAL ANALYSIS OF VISUAL CHARACTERISTIC IN MURAL ARTS AT KEDAI MULONG OLD MOSQUE, KELANTAN
FORMAL ANALYSIS OF VISUAL CHARACTERISTIC IN MURAL ARTS AT KEDAI MULONG OLD MOSQUE, KELANTAN
Abstract A mural is a two-dimensional visual art form that has long been utilized as a decorative element in many buildings worldwide. However, the use of mural art as a decorative...
FORMAL ANALYSIS OF VISUAL CHARACTERISTIC ON MURAL ARTS AT KEDAI MULONG OLD MOSQUE, KELANTAN
FORMAL ANALYSIS OF VISUAL CHARACTERISTIC ON MURAL ARTS AT KEDAI MULONG OLD MOSQUE, KELANTAN
Abstract A mural is a two-dimensional visual art form that has long been utilized as a decorative element in many buildings worldwide. However, the use of mural art as a decorative...
PROBLEMATIKA HUKUM KAMPANYE PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BLITAR TAHUN 2015
PROBLEMATIKA HUKUM KAMPANYE PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BLITAR TAHUN 2015
Tujuan penelitian mengidentifikasi penyebab maupun implikasi hukum pelanggaran kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Blitar Tahun 2015. Metode penelitian adalah yuridis no...
INOVASI MEDIA KAMPANYE GIBRAN RAKABUMING RAKA DAN TEGUH PRAKOSA PADA PEMILIHAN WALI KOTA SOLO 2020
INOVASI MEDIA KAMPANYE GIBRAN RAKABUMING RAKA DAN TEGUH PRAKOSA PADA PEMILIHAN WALI KOTA SOLO 2020
Pandemi Covid-19 membawa dampak yang cukup signifikan di dalam banyak sektor termasuk pada penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. Perubahan jadwal dan mekanisme penyelenggaraan Pil...
SUBJEKTIVITAS PRAMUDYA ANANTA TOER DALAM NOVEL PERBURUAN KAJIAN PSIKOANALIS HISTORIS SLAVOJ ZIZEK
SUBJEKTIVITAS PRAMUDYA ANANTA TOER DALAM NOVEL PERBURUAN KAJIAN PSIKOANALIS HISTORIS SLAVOJ ZIZEK
Penelitian ini menguraikan subjektivitas Pramoedya Ananta Toer dalam tindakannya menulis novel Perburuan. Tindakan itu bertujuan untuk membangun jarak dan melepaskan diri dari jera...

Back to Top