Javascript must be enabled to continue!
CITRA SUREALISME JALANAN: ANALISIS STREET PHOTOGRAPHY KARYA ROY RUBIANTO MELALUI KONSEP HASARD OBJECTIF DAN THE MARVELOUS
View through CrossRef
Kajian ini bertujuan menganalisis street photography karya Roy Rubianto dalam buku foto INTIP melalui dua konsep kunci dari aliran surealisme Andre Breton, yaitu hasard objectif dan the marvelous. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti menginterpretasikan empat foto terpilih menggunakan pendekatan fenomenologi “studium” dan “punctum” dari Roland Barthes untuk mendeskripsikan aspek yang ternampakkan dalam sebuah citra fotografis seperti komposisi, pencahayaan, dan penjajaran. Punctum digunakan untuk mendeskripsikan aspek yang tidak ternampakkan seperti pengalaman sensasi estetis yang dialami oleh pemandang. Hasil analisis menunjukkan bahwa karya Roy Rubianto yang diambil selama 14 tahun di Jakarta menciptakan narasi baru yang menantang persepsi realitas dalam genre fotografi dokumenter klasik. Roy Rubianto dengan menggunakan pendekatan street photography mampu mengintegrasikan konsep hasard objectif dan the marvelous dari Andre Breton. Kajian ini menyimpulkan bahwa street photography dapat memperkaya wacana dan praktik seni dengan mengungkap surealisme dalam banalitas kehidupan sehari-hari. Surealisme menawarkan sudut pandang manusia yang unik pada era teknologi maju. Kajian ini menyarankan penelitian lebih lanjut tentang imajinasi surealisme dalam fotografi untuk mengungkap dimensi tersembunyi dalam realitas kehidupan yang lain. The Aesthetic of Street Surrealism: An Analysis of Roy Rubianto’s Street Photography through the Concepts of Hasard Objectif and The Marvelous. This study aims to analyze Roy Rubianto’s street photography in the photo book INTIP through two key surrealist concepts by André Breton: hasard objectif and the marvelous. Using a descriptive qualitative approach, the researcher interprets four selected photos by applying Roland Barthes’ phenomenological concepts of “studium” and “punctum” to describe visible aspects in a photographic image, such as composition, lighting, and juxtaposition. Punctum is used to describe invisible aspects, such as the aesthetic sensory experience felt by the viewer. The analysis reveals that Roy Rubianto’s work, captured over 14 years in Jakarta, creates a new narrative that challenges perceptions of reality within the classic documentary photography genre. Through his street photography approach, Roy Rubianto successfully integrates André Breton’s concepts of hasard objectif and the marvelous. This study concludes that street photography can enrich artistic discourse and practice by uncovering surrealism within the banality of everyday life. Surrealism offers a unique human perspective in an era of advanced technology. The study suggests further research into surrealist imagination in photography to uncover hidden dimensions in other aspects of life.
Title: CITRA SUREALISME JALANAN: ANALISIS STREET PHOTOGRAPHY KARYA ROY RUBIANTO MELALUI KONSEP HASARD OBJECTIF DAN THE MARVELOUS
Description:
Kajian ini bertujuan menganalisis street photography karya Roy Rubianto dalam buku foto INTIP melalui dua konsep kunci dari aliran surealisme Andre Breton, yaitu hasard objectif dan the marvelous.
Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti menginterpretasikan empat foto terpilih menggunakan pendekatan fenomenologi “studium” dan “punctum” dari Roland Barthes untuk mendeskripsikan aspek yang ternampakkan dalam sebuah citra fotografis seperti komposisi, pencahayaan, dan penjajaran.
Punctum digunakan untuk mendeskripsikan aspek yang tidak ternampakkan seperti pengalaman sensasi estetis yang dialami oleh pemandang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa karya Roy Rubianto yang diambil selama 14 tahun di Jakarta menciptakan narasi baru yang menantang persepsi realitas dalam genre fotografi dokumenter klasik.
Roy Rubianto dengan menggunakan pendekatan street photography mampu mengintegrasikan konsep hasard objectif dan the marvelous dari Andre Breton.
Kajian ini menyimpulkan bahwa street photography dapat memperkaya wacana dan praktik seni dengan mengungkap surealisme dalam banalitas kehidupan sehari-hari.
Surealisme menawarkan sudut pandang manusia yang unik pada era teknologi maju.
Kajian ini menyarankan penelitian lebih lanjut tentang imajinasi surealisme dalam fotografi untuk mengungkap dimensi tersembunyi dalam realitas kehidupan yang lain.
The Aesthetic of Street Surrealism: An Analysis of Roy Rubianto’s Street Photography through the Concepts of Hasard Objectif and The Marvelous.
This study aims to analyze Roy Rubianto’s street photography in the photo book INTIP through two key surrealist concepts by André Breton: hasard objectif and the marvelous.
Using a descriptive qualitative approach, the researcher interprets four selected photos by applying Roland Barthes’ phenomenological concepts of “studium” and “punctum” to describe visible aspects in a photographic image, such as composition, lighting, and juxtaposition.
Punctum is used to describe invisible aspects, such as the aesthetic sensory experience felt by the viewer.
The analysis reveals that Roy Rubianto’s work, captured over 14 years in Jakarta, creates a new narrative that challenges perceptions of reality within the classic documentary photography genre.
Through his street photography approach, Roy Rubianto successfully integrates André Breton’s concepts of hasard objectif and the marvelous.
This study concludes that street photography can enrich artistic discourse and practice by uncovering surrealism within the banality of everyday life.
Surrealism offers a unique human perspective in an era of advanced technology.
The study suggests further research into surrealist imagination in photography to uncover hidden dimensions in other aspects of life.
Related Results
PERAN LAYANAN SOSIAL DALAM MENGELOLA ANAK JALANAN DI BANJARMASIN
PERAN LAYANAN SOSIAL DALAM MENGELOLA ANAK JALANAN DI BANJARMASIN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis kualitatif digunakan dalam analis...
Pengalaman Anak Jalanan Usia Remaja Dalam Perilaku Inhalasi Lysergic Acid Diethylamide
Pengalaman Anak Jalanan Usia Remaja Dalam Perilaku Inhalasi Lysergic Acid Diethylamide
Seorang anak bisa menjadi anak jalanan tentu mempunyai hal yang melatarbelakangi dalam kehidupannya. Sehingga anak jalanan sangat rentan untuk terjerumus kedalam perilaku menyimpan...
Memahami Profil Anak Jalanan dan Identifikasi Model Pemberdayaannya Melalui Pendidikan Life Skills
Memahami Profil Anak Jalanan dan Identifikasi Model Pemberdayaannya Melalui Pendidikan Life Skills
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) menemukenali karakteristik kehidupan dan pola sebaran anak jalanan di kota Surakarta, (2) mengetahui apa saja faktor-faktor yang me...
REHABILITASI REMAJA PELAKU KEJAHATAN JALANAN DI YOGYAKARTA
REHABILITASI REMAJA PELAKU KEJAHATAN JALANAN DI YOGYAKARTA
Abstract. Yogyakarta is still in a state of street crime emergency. Data shows that street crime still occurs every year. The perpetrators of street crimes that occur in Yogyakarta...
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...
Surealisme (Pop) Yogya —dengan Ilustrasi Heri Dono, Roby Dwi Antono, dan Fandi Angga Saputra
Surealisme (Pop) Yogya —dengan Ilustrasi Heri Dono, Roby Dwi Antono, dan Fandi Angga Saputra
Tulisan ini mengungkapkan hasil penelitian Wahyudin mengenai tren surealisme yang melanda seni rupa Yogyakarta akhir-akhir ini. Dalam pendalamannya, Wahyudin membedakan surealisme ...
MODEL PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA PALANGKA RAYA
MODEL PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA PALANGKA RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk a) Ingin mengetahui peran Dinas Sosial Kota Palangka Raya dalam penanganan anak jalanan berbasis Keluarga diKota Palangka Raya. b) Ingin mendeskripsi...

