Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan KEK dan Wasting dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di Kabupaten Majene

View through CrossRef
Remaja putri memiliki risiko lebih besar menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Anemia banyak terdapat di negara maju maupun negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia, angka prevalensi anemia pada perempuan usia 15-49 tahun sebanyak 28.8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kurang energi kronik (KEK) dan wasting dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu sebanyak 126 siswi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji correlation spearman. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa prevalensi anemia sebanyak 21.6%, prevalensi kekurangan energi kronik (KEK) sebanyak 79.3%, dan prevalensi wasting sebanyak 10.3%. Dari hasil uji statistik ditemukan nilai (p = 0.025 < α = 0.05) pada uji hubungan kurang energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia dan ditemukan nilai (p = 0.020 < α = 0.05) pada uji hubungan antara wasting dengan kejadian anemia. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kurang energi kronik (KEK) dan wasting dengan kejadian anemia pada siswi kelas VII SMPN 1 Majene, sehingga disarankan bahwa remaja putri tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi yang adekuat dan mengkonsumsi suplemen zat besi untuk mengendalikan anemia. Selain itu, juga paham akan pentingnya kecukupan kebutuhan zat gizi untuk seusianya melalui sosialisasi kesehatan remaja putri. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi KEK dan wasting pada remaja putri di SMPN 1 Majene.  
Title: Hubungan KEK dan Wasting dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di Kabupaten Majene
Description:
Remaja putri memiliki risiko lebih besar menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra.
Anemia banyak terdapat di negara maju maupun negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.
Di Indonesia, angka prevalensi anemia pada perempuan usia 15-49 tahun sebanyak 28.
8%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kurang energi kronik (KEK) dan wasting dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Majene.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu sebanyak 126 siswi.
Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji correlation spearman.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa prevalensi anemia sebanyak 21.
6%, prevalensi kekurangan energi kronik (KEK) sebanyak 79.
3%, dan prevalensi wasting sebanyak 10.
3%.
Dari hasil uji statistik ditemukan nilai (p = 0.
025 < α = 0.
05) pada uji hubungan kurang energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia dan ditemukan nilai (p = 0.
020 < α = 0.
05) pada uji hubungan antara wasting dengan kejadian anemia.
Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kurang energi kronik (KEK) dan wasting dengan kejadian anemia pada siswi kelas VII SMPN 1 Majene, sehingga disarankan bahwa remaja putri tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi yang adekuat dan mengkonsumsi suplemen zat besi untuk mengendalikan anemia.
Selain itu, juga paham akan pentingnya kecukupan kebutuhan zat gizi untuk seusianya melalui sosialisasi kesehatan remaja putri.
Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi KEK dan wasting pada remaja putri di SMPN 1 Majene.
  .

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
Hubungan Konsumsi Zat Besi, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Kabupaten Majene
Hubungan Konsumsi Zat Besi, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Kabupaten Majene
Anemia merupakan kelainan gizi yang paling sering ditemukan di dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang bersifat epidemik. Salah satu golongan yang rawan terkena anemia ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Angka Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) Dan Anemia Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Darul Ilmi Banjarbaru
Angka Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) Dan Anemia Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Darul Ilmi Banjarbaru
Latar Belakang: Prevalensi kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) di Indonesia pada tahun 2018 pada usia 15-19 tahun sebesar 33,5%. Adapun prevalensi anemia pada remaja putri di Provi...
Edukasi pencegahan anemia dan pemberdayaan konselor sebaya berbasis sekolah pada remaja putri
Edukasi pencegahan anemia dan pemberdayaan konselor sebaya berbasis sekolah pada remaja putri
Background: Adolescent girls are a group vulnerable to anemia, with a global prevalence rate reaching 29.9%. Low adherence to iron supplementation is a major contributing factor, d...

Back to Top