Javascript must be enabled to continue!
Penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri
View through CrossRef
Background: Adolescence is when physically and psychologically they are still growing and developing. Physical activity and nutritional intake are supporting factors in creating a healthy lifestyle balance. With the lack of attention to the balance of a healthy lifestyle in adolescents, adolescents are vulnerable to having health problems. One of them is the occurrence of anemia in adolescents, especially adolescent girls. The lack of red blood cells in the body causes symptoms of anemia such as fatigue, tiredness, and decreased physical activity. Globally, the prevalence of anemia in women aged 15 years and over is 28%. In Indonesia, the prevalence rate of anemia is around 40.1% and this figure is quite high.
Purpose: To increase the knowledge of adolescent girls about the causes of anemia.
Method: The counseling activity was carried out on Monday, July 2, 2024 at 09.00 WITA at SMA Negeri 18 Makassar. The activity was attended by all students of SMAN 18, the principal, and teaching staff. The counseling was carried out using the lecture method, then the delivery of material about the causes and symptoms of anemia in adolescents.
Results: Participants gained knowledge about anemia and positive responses were also shown during the discussion and Q&A sessions related to the causal factors that cause anemia and its symptoms. Food or intake factors are among the most important factors in preventing anemia, in addition to nutritional balance, healthy lifestyles and regular physical activity.
Conclusion: Counseling about anemia provided a significant increase in knowledge for adolescents related to understanding the symptoms and prevention of anemia. Positive responses and proactive attitudes from participants in this activity showed an increase in knowledge about the importance of a healthy lifestyle in preventing anemia.
Keywords: Adolescent girls; Anemia; Symptoms of anemia
Pendahuluan: Usia remaja adalah dimana secara fisik dan psikologis masih dalam masa tumbuh kembang. Aktifitas fisik dan asupan gizi merupakan faktor pendukung dalam menciptakan keseimbangan pola hidup sehat. Dengan kurangnya perhatian terhadap keseimbangan pola hidup sehat pada remaja sehingga rentan bagi remaja untuk mendapati masalah dengan kesehatannya. Salah satunya adalah kejadian anemia pada remaja, khususnya remaja putri. Kurangnya sel darah merah dalam tubuh menimbulkan dampak gejala anemia seperti mudah lelah, letih, dan aktifitas fisik menjadi menurun. Secara global prevalensi kejadian anemia pada perempuan usia 15 tahun ke atas sebesar 28%. Di Indonesia tingkat prevalensi anemia sekitar 40.1% dan angka tersebut tergolong tinggi.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penyebab kejadian anemia.
Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 02 Juli 2024 pada pukul 09.00 wita bertempat di SMA Negri 18 Makassar. Kegiatan dihadiri oleh seluruh siswa/siswi SMAN 18, kepala sekolah, dan para staf pengajar. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah selanjutnya penyampaian materi tentang penyebab dan gejala anemia pada remaja putri.
Hasil: Peserta mendapatkan pengetahuan tentang anemia dan respon positif juga ditunjukkan ketika sesi diskusi dan tanya jawab terkait faktor-faktor penyebab yang menjadikan timbulnya anemia dan gejalanya. Faktor makanan atau asupan adalah termasuk faktor terpenting dalam mencegah kejadian anemia, selain keseimbangan gizi, pola hidup sehat dan aktifitas fisik yang teratur.
Simpulan: Penyuluhan tentang anemia memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap remaja putri terkait pemahaman gejala dan pencegahan kejadian anemia. Respon positif dan sikap proaktif dari para peserta dalam kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pola hidup sehat dalam mencegah kejadian anemia.
Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR)
Title: Penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri
Description:
Background: Adolescence is when physically and psychologically they are still growing and developing.
Physical activity and nutritional intake are supporting factors in creating a healthy lifestyle balance.
With the lack of attention to the balance of a healthy lifestyle in adolescents, adolescents are vulnerable to having health problems.
One of them is the occurrence of anemia in adolescents, especially adolescent girls.
The lack of red blood cells in the body causes symptoms of anemia such as fatigue, tiredness, and decreased physical activity.
Globally, the prevalence of anemia in women aged 15 years and over is 28%.
In Indonesia, the prevalence rate of anemia is around 40.
1% and this figure is quite high.
Purpose: To increase the knowledge of adolescent girls about the causes of anemia.
Method: The counseling activity was carried out on Monday, July 2, 2024 at 09.
00 WITA at SMA Negeri 18 Makassar.
The activity was attended by all students of SMAN 18, the principal, and teaching staff.
The counseling was carried out using the lecture method, then the delivery of material about the causes and symptoms of anemia in adolescents.
Results: Participants gained knowledge about anemia and positive responses were also shown during the discussion and Q&A sessions related to the causal factors that cause anemia and its symptoms.
Food or intake factors are among the most important factors in preventing anemia, in addition to nutritional balance, healthy lifestyles and regular physical activity.
Conclusion: Counseling about anemia provided a significant increase in knowledge for adolescents related to understanding the symptoms and prevention of anemia.
Positive responses and proactive attitudes from participants in this activity showed an increase in knowledge about the importance of a healthy lifestyle in preventing anemia.
Keywords: Adolescent girls; Anemia; Symptoms of anemia
Pendahuluan: Usia remaja adalah dimana secara fisik dan psikologis masih dalam masa tumbuh kembang.
Aktifitas fisik dan asupan gizi merupakan faktor pendukung dalam menciptakan keseimbangan pola hidup sehat.
Dengan kurangnya perhatian terhadap keseimbangan pola hidup sehat pada remaja sehingga rentan bagi remaja untuk mendapati masalah dengan kesehatannya.
Salah satunya adalah kejadian anemia pada remaja, khususnya remaja putri.
Kurangnya sel darah merah dalam tubuh menimbulkan dampak gejala anemia seperti mudah lelah, letih, dan aktifitas fisik menjadi menurun.
Secara global prevalensi kejadian anemia pada perempuan usia 15 tahun ke atas sebesar 28%.
Di Indonesia tingkat prevalensi anemia sekitar 40.
1% dan angka tersebut tergolong tinggi.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penyebab kejadian anemia.
Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 02 Juli 2024 pada pukul 09.
00 wita bertempat di SMA Negri 18 Makassar.
Kegiatan dihadiri oleh seluruh siswa/siswi SMAN 18, kepala sekolah, dan para staf pengajar.
Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah selanjutnya penyampaian materi tentang penyebab dan gejala anemia pada remaja putri.
Hasil: Peserta mendapatkan pengetahuan tentang anemia dan respon positif juga ditunjukkan ketika sesi diskusi dan tanya jawab terkait faktor-faktor penyebab yang menjadikan timbulnya anemia dan gejalanya.
Faktor makanan atau asupan adalah termasuk faktor terpenting dalam mencegah kejadian anemia, selain keseimbangan gizi, pola hidup sehat dan aktifitas fisik yang teratur.
Simpulan: Penyuluhan tentang anemia memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap remaja putri terkait pemahaman gejala dan pencegahan kejadian anemia.
Respon positif dan sikap proaktif dari para peserta dalam kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pola hidup sehat dalam mencegah kejadian anemia.
Related Results
Tracing Hematological Shifts in Pregnancy: How Anemia and Thrombocytopenia Evolve Across Trimesters
Tracing Hematological Shifts in Pregnancy: How Anemia and Thrombocytopenia Evolve Across Trimesters
Abstract
Introduction
Given pregnancy's significant impact on hematological parameters, monitoring these changes across trimesters is crucial. This study aims to evaluate hematolog...
Correlation between Sever Anemia and Pregnancy Complications
Correlation between Sever Anemia and Pregnancy Complications
This prospective observational study aimed to assess the impact of anemia severity on maternal and perinatal outcomes in 200 pregnant women. The participants were categorized into ...
Gerakan Remaja Putri Bebas Anemia untuk Pencegahan dan Penangulangan Stunting di Desa Passi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow
Gerakan Remaja Putri Bebas Anemia untuk Pencegahan dan Penangulangan Stunting di Desa Passi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow
Kerentanan anemia pada remaja putri terjadi karena proses kehilangan darah saat menstruasi.Remaja Putri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia jugasaat ...
Peningkatan Kesadaran Anemia Pada Remaja di SMP Negeri 3 Mande Desa Jamali, Cianjur
Peningkatan Kesadaran Anemia Pada Remaja di SMP Negeri 3 Mande Desa Jamali, Cianjur
Salah satu capaian pada program smart village adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Ol...
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia di SMAN 9 Bandung
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia di SMAN 9 Bandung
Abstract. Anemia is one of the health issues commonly experienced by adolescent girls, which can impact learning concentration, productivity, and quality of life. Adequate knowledg...
PENYULUHAN BAHAYA ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 3 BULUKUMBA
PENYULUHAN BAHAYA ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 3 BULUKUMBA
Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terdapat di seluruh dunia yang tidak hanya terjadi di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Rendahnya asupan zat besi sering terja...
Factors Associated With Anemia In Female Adolescents
Factors Associated With Anemia In Female Adolescents
Latar belakang: anemia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penurunan kadar eritrosit per satuan volume darah atau kadar hemoglobin yang tidak mencukupi kebutuhan fisiologis t...
Analisis Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Usia 12-18 Tahun Di Kelurahan Sambuli Kota Kendari Tahun 2022
Analisis Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Usia 12-18 Tahun Di Kelurahan Sambuli Kota Kendari Tahun 2022
Kejadian anemia pada remaja menjadi salah satu perhatian pemerintah saat ini terutama remaja putri yang masuk dalam salah satu kelompok rawan menderita anemia. Hal ini dibuktikan d...

