Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SIFAT KOMPOSIT EPOKSI BERPENGUAT SERAT BAMBU PADA AKIBAT PENYERAPAN AIR

View through CrossRef
Serat bambu memiliki potensi sebagai serat penguat pengganti serat gelas dalam pembuatan komposit polimer, karena sifatnya yang terbaharui dan ramah lingkungan. Namun, karena serat bambu memiliki sifat higroskopis, maka sifat tarik komposit yang dihasilkan dapat menurun akibat dari memburuknya ikatan antarmuka serat dan matriks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji degradasi sifat tarik biokomposit epoksi berpenguat serat bambu petung akibat penyerapan air. Biokomposit epoksi berpenguat serat bambu petung dibuat dengan metode tekan panas dengan variasi serat tanpa alkalisasi (0% NaOH) dan dengan alkalisasi (5% NaOH). Pengujian biokomposit, dilakukan dengan cara uji air mendidih, uji tarik dan SEM. Kadar penyerapan air biokomposit tanpa alkalisasi lebih tinggi dibandingkan dengan biokomposit yang telah mengalami alkalisasi (5% NaOH). Penyerapan air mengakibatkan degradasi pada biokomposit dan menurunkan kekuatan tarik biokomposit hingga 23%. Perlakuan alkali 5% NaOH, dapat meminimalisir persentase penurunan kekuatan biokomposit, dengan persentase penurunan kekuatan tarik sebesar 17%. Hasil pemeriksaan pada permukaan patahan menunjang hasil pengujian tarik. Penurunan kekuatan tarik disebabkan oleh sifat dan penurunan kekuatan antar serat dan matriks
Title: SIFAT KOMPOSIT EPOKSI BERPENGUAT SERAT BAMBU PADA AKIBAT PENYERAPAN AIR
Description:
Serat bambu memiliki potensi sebagai serat penguat pengganti serat gelas dalam pembuatan komposit polimer, karena sifatnya yang terbaharui dan ramah lingkungan.
Namun, karena serat bambu memiliki sifat higroskopis, maka sifat tarik komposit yang dihasilkan dapat menurun akibat dari memburuknya ikatan antarmuka serat dan matriks.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji degradasi sifat tarik biokomposit epoksi berpenguat serat bambu petung akibat penyerapan air.
Biokomposit epoksi berpenguat serat bambu petung dibuat dengan metode tekan panas dengan variasi serat tanpa alkalisasi (0% NaOH) dan dengan alkalisasi (5% NaOH).
Pengujian biokomposit, dilakukan dengan cara uji air mendidih, uji tarik dan SEM.
Kadar penyerapan air biokomposit tanpa alkalisasi lebih tinggi dibandingkan dengan biokomposit yang telah mengalami alkalisasi (5% NaOH).
Penyerapan air mengakibatkan degradasi pada biokomposit dan menurunkan kekuatan tarik biokomposit hingga 23%.
Perlakuan alkali 5% NaOH, dapat meminimalisir persentase penurunan kekuatan biokomposit, dengan persentase penurunan kekuatan tarik sebesar 17%.
Hasil pemeriksaan pada permukaan patahan menunjang hasil pengujian tarik.
Penurunan kekuatan tarik disebabkan oleh sifat dan penurunan kekuatan antar serat dan matriks.

Related Results

Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Saat ini penggunaan polimer di dunia industri semakin berkembang, salah satunya dengan dibentuk menjadi komposit polimer. Matriks yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit sala...
Komposit Epoksi Diperkuat Serat Corypha Utan: Karakterisasi Morpologi, Kekuatan Tarik Dan kekuatan Lentur
Komposit Epoksi Diperkuat Serat Corypha Utan: Karakterisasi Morpologi, Kekuatan Tarik Dan kekuatan Lentur
Serat Corypha utan lamarck, yang kaya selulosa, murah, berlimpah memiliki potensi untuk penguatan pada komposit termoset. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sifat-sifat dar...
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional
Serat hayati merupakan bahan yang saat ini sedang banyak dikembangkan sebagai penguat material komposit bermatriks polimer. Penggunaan serat hayati sebagai penguat pada suatu kompo...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
PENGARUH KEKUATAN IMPAK POLIESTER BERPENGUAT SERAT BAMBU HAUR DAN FIBERGLASS PADA APLIKASI BUMPER MOBIL
PENGARUH KEKUATAN IMPAK POLIESTER BERPENGUAT SERAT BAMBU HAUR DAN FIBERGLASS PADA APLIKASI BUMPER MOBIL
Abstrak. Proses pengembangan material komposit sangat meningkat, kebutuhan material komposit yang berkualitas dan perkembangan teknologi pembuatan komposit yang semakin merajai d...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...

Back to Top