Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

JUSTIFIKASI PENERAPAN PRINSIP PERMANENT SOVEREIGNTY OVER NATURAL RESOURCES DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL

View through CrossRef
Kedaulatan negara merupakan prinsip terpenting dalam hubungan dan kerja sama internasional. Adanya kebijakan Indonesia terkait pelarangan ekspor bijih nikel ke pasar Eropa telah menimbulkan gugatan dari Uni Eropa sebagai mitra dagangnya. Indonesia dianggap melanggar perjanjian internasional khususnya Pasal XI GATT. Sengketa perdagangan internasional ini diajukan ke WTO.  Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang bagaimanakah pengaturan prinsip permanent sovereignty over natural resources (PSNR) dalam hukum internasional dan bagaimanakah justifikasi Indonesia terkait penerapan prinsip PSNR dalam kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel ke Eropa. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan penelusuran kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder sebagai data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip PSNR merupakan jus cogens dalam hukum internasional. Prinsip ini menjadi dasar penegakan kedaulatan negara untuk mengelola, memanfaatkan, dan mengatur sumber daya alamnya. Nikel adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Kebijakan pelarangan ekspor nikel Indonesia adalah hak Indonesia untuk mengelola sumber daya alamnya, melindungi lingkungan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, dan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia terutama generasi mendatang. Hal tersebut sesuai dengan prinsip PSNR.  
Title: JUSTIFIKASI PENERAPAN PRINSIP PERMANENT SOVEREIGNTY OVER NATURAL RESOURCES DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Description:
Kedaulatan negara merupakan prinsip terpenting dalam hubungan dan kerja sama internasional.
Adanya kebijakan Indonesia terkait pelarangan ekspor bijih nikel ke pasar Eropa telah menimbulkan gugatan dari Uni Eropa sebagai mitra dagangnya.
Indonesia dianggap melanggar perjanjian internasional khususnya Pasal XI GATT.
Sengketa perdagangan internasional ini diajukan ke WTO.
  Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang bagaimanakah pengaturan prinsip permanent sovereignty over natural resources (PSNR) dalam hukum internasional dan bagaimanakah justifikasi Indonesia terkait penerapan prinsip PSNR dalam kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel ke Eropa.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan penelusuran kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder sebagai data utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip PSNR merupakan jus cogens dalam hukum internasional.
Prinsip ini menjadi dasar penegakan kedaulatan negara untuk mengelola, memanfaatkan, dan mengatur sumber daya alamnya.
Nikel adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Kebijakan pelarangan ekspor nikel Indonesia adalah hak Indonesia untuk mengelola sumber daya alamnya, melindungi lingkungan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, dan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia terutama generasi mendatang.
Hal tersebut sesuai dengan prinsip PSNR.
  .

Related Results

KEDAULATAN NEGARA DALAM KERANGKA HUKUM INTERNASIONAL KONTEMPORER
KEDAULATAN NEGARA DALAM KERANGKA HUKUM INTERNASIONAL KONTEMPORER
<p align="center"><strong><em>A</em></strong><strong><em>b</em></strong><strong><em>s</em></strong><...
Perdagangan Internasional Sebagai Aspek Kedua dan Ketiga dari Power
Perdagangan Internasional Sebagai Aspek Kedua dan Ketiga dari Power
Joseph S. Nye Jr. dalam bukunya “The Future of Power” pada tahun 2007, menjelaskan mengenai 3 aspek dari power. Artikel ini menjelaskan bagaimana institusi dan rejim perdagangan in...
IMPLEMENTASI HUKUM DALAM KONTRAK BISNIS INTERNASIONAL
IMPLEMENTASI HUKUM DALAM KONTRAK BISNIS INTERNASIONAL
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengaturan Hukum Dalam Kontrak Bisnis Internasional dan bagaimana Implementasi Hukum Penyelesaian Sengketa Dala...
TINJAUAN EKONOMI ISLAM TERHADAP EKSPOR-IMPOR SEBAGAI PENDAPATAN NEGARA INDONESIA
TINJAUAN EKONOMI ISLAM TERHADAP EKSPOR-IMPOR SEBAGAI PENDAPATAN NEGARA INDONESIA
Indonesia sebagai negara berkembang memiliki ketergantungan yang signifikan terhadap perdagangan internasional, terutama melalui kegiatan ekspor dan impor yang berkontribusi langsu...
Transformasi Teknologi dalam Hukum Dagang Internasional: Regulasi dan Penyelesaian Sengketa di Era Digital
Transformasi Teknologi dalam Hukum Dagang Internasional: Regulasi dan Penyelesaian Sengketa di Era Digital
Teknologi telah mengubah lanskap perdagangan internasional secara fundamental.  Artikel ini membahas implikasi signifikan dari perkembangan teknologi terhadap hukum dagang internas...
Analisis Kebijakan Perdagangan Internasional
Analisis Kebijakan Perdagangan Internasional
Setiap negara tidak dapat hidup sendiri. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu,  suatu negara akan membutuhkan...
PRINSIP KERJASAMA DALAM NOVEL TELUK ALASKA KARYA EKA ARYANI
PRINSIP KERJASAMA DALAM NOVEL TELUK ALASKA KARYA EKA ARYANI
Kajian artikel ini membahas prinsip kerjasama yang tercermin dalam novel "Teluk Alaska" karya Eka Aryani. Dalam novel ini, Eka Aryani menggambarkan dinamika hubungan antar karakter...
The Problem of "Popular" "Sovereignty"
The Problem of "Popular" "Sovereignty"
<p>“Popular sovereignty” is central to liberal democracy, but the concept of sovereignty—the right to rule and make the rules—has many difficulties and ambiguities that have ...

Back to Top