Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sistem Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Marga Pulungan dalam Menjaga Eksistensi Struktur Kekeluargaan Geneologis: Studi Kasus di Desa Huta Bargot Padang Lawas

View through CrossRef
Era globalisasi saat ini sukar ditemukan suatu desa dengan penduduk masyarakat adat yang berdasarkan asas keturunan geneologis atau semarga di satu ruang geografis. Dominan suatu desa, penduduk masyarakatnya beridentitas multietnis atau multimarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketahanan suatu masyarakat komunal dalam mempertahankan dan mengembangkan strategi ketahanan sosial kekeluargaan di Desa Huta Bargot. Data diperoleh menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan tindakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta triangualasi yang digunakan ialah triangulasi sumber. Terjadinya ketahanan masyarakat adat marga Pulungan ini ialah secara alamiah dan terlaksana turun-temurun hingga saat ini. Masyarakat marga Pulungan tidak menghambat kelompok-kelompok marga lain untuk menjadikan Desa Huta Bargot sebagai tempat bermukim tetap dalam menjalankan aktivitas kehidupan sosial bersama kelompok marga Pulungan, namun dominan kelompok dari marga lain yang mencoba bergabung tidak bertahan lama bermukim, karena adanya kepaduan dan persatuan kelompok marga Pulungan dalam menjaga keharmonisan hubungan kekeluargaan bersama serta sumber ekonomi yang tidak mumpuni bagi kelompok pendatang marga lain sehingga menjadikan Desa Huta Bargot sebagai desa yang dihuni oleh anggota keluarga hubungan semarga dan sedarah.
Title: Sistem Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Marga Pulungan dalam Menjaga Eksistensi Struktur Kekeluargaan Geneologis: Studi Kasus di Desa Huta Bargot Padang Lawas
Description:
Era globalisasi saat ini sukar ditemukan suatu desa dengan penduduk masyarakat adat yang berdasarkan asas keturunan geneologis atau semarga di satu ruang geografis.
Dominan suatu desa, penduduk masyarakatnya beridentitas multietnis atau multimarga.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketahanan suatu masyarakat komunal dalam mempertahankan dan mengembangkan strategi ketahanan sosial kekeluargaan di Desa Huta Bargot.
Data diperoleh menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan tindakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teknik yang digunakan dalam analisis data ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta triangualasi yang digunakan ialah triangulasi sumber.
Terjadinya ketahanan masyarakat adat marga Pulungan ini ialah secara alamiah dan terlaksana turun-temurun hingga saat ini.
Masyarakat marga Pulungan tidak menghambat kelompok-kelompok marga lain untuk menjadikan Desa Huta Bargot sebagai tempat bermukim tetap dalam menjalankan aktivitas kehidupan sosial bersama kelompok marga Pulungan, namun dominan kelompok dari marga lain yang mencoba bergabung tidak bertahan lama bermukim, karena adanya kepaduan dan persatuan kelompok marga Pulungan dalam menjaga keharmonisan hubungan kekeluargaan bersama serta sumber ekonomi yang tidak mumpuni bagi kelompok pendatang marga lain sehingga menjadikan Desa Huta Bargot sebagai desa yang dihuni oleh anggota keluarga hubungan semarga dan sedarah.

Related Results

Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Lawas Samawa dalam Konfigurasi Budaya Nusantara
Lawas Samawa dalam Konfigurasi Budaya Nusantara
Sastra lisan merupakan media pengungkap ekspresi manusia yang hidup dan berkembang pada masyarakat pemiliknya. Sastra lisan sebagai fenomena budaya merupakan cerminan dari kandunga...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...

Back to Top