Javascript must be enabled to continue!
Lawas Samawa dalam Konfigurasi Budaya Nusantara
View through CrossRef
Sastra lisan merupakan media pengungkap ekspresi manusia yang hidup dan berkembang pada masyarakat pemiliknya. Sastra lisan sebagai fenomena budaya merupakan cerminan dari kandungan nilai yang hidup pada masyarakat di zamannya, karena itu nilai budaya tersebut sangat bersifat konstektual. Masyarakat Sumbawa (Samawa) mempunyai karya sastra lisan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, salah satunya dalam bentuk puisi (lawas).Lawas dikenal luas pada masyarakat Samawa sejak zaman dahulu sampai saat ini. Lawas begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Samawa sehingga lawas mempunyai berbagai bentuk ekspresi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakatnya. Lawas yang mempunyai berbagai bentuk ekspresi disajikan dalam berbagai konfigurasi. Disadari atau tidak oleh masyarakat pemiliknya ternyata dalam perkembangannya lawas telah melahirkan berbagai konfigurasi sebagai gambaran keterbukaan masyarakat dalam menerima budaya orang lain yang dianggap masih sejalan dengan budaya Samawa. Konfigurasi ditunjukkan dalam bentuk (struktur), isi, dan penyajian lawas, seperti dalam penyajian lawas pada sakeco.Konfigurasi yang terbangun dalam sastra lisan lawas mencerminkan gambaran budaya Nusantara sebagai wujud persahabatan dan berterimanya terhadap budaya lain. Bentuk lawas mempunyai kesamaan dengan pantun Bugis dan patu’u Bima ditunjukkan dari jumlah baris, yakni yang mempunyai bentuk tiga baris. Isi lawas sangat kontektual. Peristiwa dalam berbagai lapisan masyarakat mampu terakomodasi dengan baik menjadikan lawas sebagai media persahabatan. Lawas sebagaimana sastra lisan yang lain ciri utama penyampaiannya dalam bentuk pertunjukkan seperti, sakeco, ngumang, begero, saketa yang memadukan berbagai peralatan seperti rebana ode/rea, serunae, genang dan sebagainya yang banyak digunakan oleh masyarakat di luar Samawa.
Title: Lawas Samawa dalam Konfigurasi Budaya Nusantara
Description:
Sastra lisan merupakan media pengungkap ekspresi manusia yang hidup dan berkembang pada masyarakat pemiliknya.
Sastra lisan sebagai fenomena budaya merupakan cerminan dari kandungan nilai yang hidup pada masyarakat di zamannya, karena itu nilai budaya tersebut sangat bersifat konstektual.
Masyarakat Sumbawa (Samawa) mempunyai karya sastra lisan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, salah satunya dalam bentuk puisi (lawas).
Lawas dikenal luas pada masyarakat Samawa sejak zaman dahulu sampai saat ini.
Lawas begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Samawa sehingga lawas mempunyai berbagai bentuk ekspresi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakatnya.
Lawas yang mempunyai berbagai bentuk ekspresi disajikan dalam berbagai konfigurasi.
Disadari atau tidak oleh masyarakat pemiliknya ternyata dalam perkembangannya lawas telah melahirkan berbagai konfigurasi sebagai gambaran keterbukaan masyarakat dalam menerima budaya orang lain yang dianggap masih sejalan dengan budaya Samawa.
Konfigurasi ditunjukkan dalam bentuk (struktur), isi, dan penyajian lawas, seperti dalam penyajian lawas pada sakeco.
Konfigurasi yang terbangun dalam sastra lisan lawas mencerminkan gambaran budaya Nusantara sebagai wujud persahabatan dan berterimanya terhadap budaya lain.
Bentuk lawas mempunyai kesamaan dengan pantun Bugis dan patu’u Bima ditunjukkan dari jumlah baris, yakni yang mempunyai bentuk tiga baris.
Isi lawas sangat kontektual.
Peristiwa dalam berbagai lapisan masyarakat mampu terakomodasi dengan baik menjadikan lawas sebagai media persahabatan.
Lawas sebagaimana sastra lisan yang lain ciri utama penyampaiannya dalam bentuk pertunjukkan seperti, sakeco, ngumang, begero, saketa yang memadukan berbagai peralatan seperti rebana ode/rea, serunae, genang dan sebagainya yang banyak digunakan oleh masyarakat di luar Samawa.
Related Results
LAWAS SAMAWA DALAM PROSESI PERKAWINAN TRADISIONAL ETNIK SAMAWA
LAWAS SAMAWA DALAM PROSESI PERKAWINAN TRADISIONAL ETNIK SAMAWA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memberikan wawasan dalam bidang ilmu budaya, dan bahasa khususnya budaya Sumbawa, (2) upaya pelestarian budaya dalam tahapan perkawinan Samawa da...
The Concept of Ethno Parenting Early Childhood in The Samawa Tribe
The Concept of Ethno Parenting Early Childhood in The Samawa Tribe
Indigenous culture has always been an interesting thing to research. This is because certain ethnic groups are located in Sumbawa, such as the Samawa tribe. This tradition that has...
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penelitian tentang penerapan maksim kesopanan dalam tindak tutur berbahasa In- donesia lisan mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar dilatarbelakangi oleh pentingnya penera...
DETERMINAN MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SAMAWA SUMBAWA BESAR
DETERMINAN MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SAMAWA SUMBAWA BESAR
This research aims to determine the factors that influence entrepreneurial motivation at students of Samawa University, Sumbawa Besar, consisting of risk tolerance, self-efficacy a...
Efektivitas Kinerja Pegawai pada Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara
Efektivitas Kinerja Pegawai pada Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Kerja Pegawai Pada Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara atau d...
GENDER DALAM BAHASA SAMAWA TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK
GENDER DALAM BAHASA SAMAWA TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan wujud kebahasaan yang mencerminkan gender dalam bahasa Samawa dengan menggunakan teori antropolinguistik. Pengumpulan data dalam peneli...
Modalitas dalam Bahasa Samawa Dialek Sumbawa Besar
Modalitas dalam Bahasa Samawa Dialek Sumbawa Besar
Bahasa Samawa sendiri memiliki empat dialek, yakni Dialek Sumbawa Besar, Taliwang, Jereweh, dan Tongo. Di antara keempat dialek tersebut, Bahasa Samawa Dialek Sumbawa Besar merupak...
Hubungan Sertifikasi Kepuasan Kerja dan Pembinaan Profesionalisme dengan Manajemen Kinerja Guru BK SMP di Kecamatan Kelua Pugaan dan Banua Lawas
Hubungan Sertifikasi Kepuasan Kerja dan Pembinaan Profesionalisme dengan Manajemen Kinerja Guru BK SMP di Kecamatan Kelua Pugaan dan Banua Lawas
Abstract: Purpose: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan (1) Sertifikasi Guru BK dengan manajemen kinerja di Lingkungan SMP Kecamatan Kelua, Pugaan dan Banua Lawas, ...

