Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pertolongan Pertama Gigitan Ular Berbisa Berbasis Masyarakat di Wilayah Kabupaten Probolinggo: Studi Fenomenologi

View through CrossRef
Indonesia merupakan Negara tropis dengan populasi ular berbisa yang banyak, terutama dilahan pertanian yang mengakibibatkan banyak petani tergigit ular berbisa namun diabaikan. Gigitan ular berbisa sangat membahayakan dan sangat berpotensi meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Kabupaten Probolinggi merupakan daerah pertanian dimana kasus gigitan ular berbisa pada masyarakat sering tidak mendapatkan pertolongan pertama yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman pertolongan pertama gigitan ular berbisa berbasis masyarakat di wilayah Kabupaten Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan peneliti sebagai instrument penelitian dan melibatkan 9 partisipan yang dilakukan wawancara mendalam (indepth interview). Data yang yang didapatkan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang dapat mengungkap, mempelajari dan memahami fenomena pertolongan pertama gigitan ular berbisa sebelum dibawa ke Rumah Sakit. Hasil penelitian mendapatkan 5 Tema yang mewakili makna dari pengalaman dalam melakukan pertolongan pertama berbasis masyarakat. Yaitu sebagai berikut: (1).  Mengutamakan penanganan tradisional untuk gigitan ular, (2). Menunjukan tanda dan gelaja yang mengancam nyawa, (3). Mengamalkan prinsip peduli sesama berdasarkan pengalaman, (4). Kurangnya alat pelindung diri agar terhindar dari gigitan ular, (5). Merasa perlu diberikan pelatihan untuk melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar. Kesimpulan pengalaman pertolongan pertama gigitan ular berbisa berbasis masyarakat yaitu: masih banyak penanganan tradisional untuk gigitan ular, korban menunjukan tanda dan gelaja yang mengancam nyawa, masyarakat melakukan pertolongan berdasarkan peduli sesama berdasarkan pengalaman, dan masih kurang alat pelindung diri, serta masyarakat merasa perlu diberikan pelatihan untuk melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar untuk korban.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Title: Pertolongan Pertama Gigitan Ular Berbisa Berbasis Masyarakat di Wilayah Kabupaten Probolinggo: Studi Fenomenologi
Description:
Indonesia merupakan Negara tropis dengan populasi ular berbisa yang banyak, terutama dilahan pertanian yang mengakibibatkan banyak petani tergigit ular berbisa namun diabaikan.
Gigitan ular berbisa sangat membahayakan dan sangat berpotensi meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas.
Kabupaten Probolinggi merupakan daerah pertanian dimana kasus gigitan ular berbisa pada masyarakat sering tidak mendapatkan pertolongan pertama yang tepat.
Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman pertolongan pertama gigitan ular berbisa berbasis masyarakat di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan peneliti sebagai instrument penelitian dan melibatkan 9 partisipan yang dilakukan wawancara mendalam (indepth interview).
Data yang yang didapatkan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang dapat mengungkap, mempelajari dan memahami fenomena pertolongan pertama gigitan ular berbisa sebelum dibawa ke Rumah Sakit.
Hasil penelitian mendapatkan 5 Tema yang mewakili makna dari pengalaman dalam melakukan pertolongan pertama berbasis masyarakat.
Yaitu sebagai berikut: (1).
  Mengutamakan penanganan tradisional untuk gigitan ular, (2).
Menunjukan tanda dan gelaja yang mengancam nyawa, (3).
Mengamalkan prinsip peduli sesama berdasarkan pengalaman, (4).
Kurangnya alat pelindung diri agar terhindar dari gigitan ular, (5).
Merasa perlu diberikan pelatihan untuk melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar.
Kesimpulan pengalaman pertolongan pertama gigitan ular berbisa berbasis masyarakat yaitu: masih banyak penanganan tradisional untuk gigitan ular, korban menunjukan tanda dan gelaja yang mengancam nyawa, masyarakat melakukan pertolongan berdasarkan peduli sesama berdasarkan pengalaman, dan masih kurang alat pelindung diri, serta masyarakat merasa perlu diberikan pelatihan untuk melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar untuk korban.

Related Results

Peningkatan Kemampuan Masyarakat dalam Pertolongan Pertama Gigitan Ular
Peningkatan Kemampuan Masyarakat dalam Pertolongan Pertama Gigitan Ular
Gigitan ular berbisa merupakan kegawatdaruratan yang telah diketahui secara global, terutama terjadi pada wilayah tropis dengan pekerjaan utamanya petani, nelayan, pemburu, dan paw...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kasus Gigitan Ular di Indonesia
Kasus Gigitan Ular di Indonesia
Ular merupakan satwa liar yang habitatnya paling dekat dengan manusia. Gigitan ular dikategorikan WHO sebagai “Neglected Tropical Disease” atau Penyakit Tropis Terabaikan dan menyu...
Analisis Jejas Gigitan pada Kasus Forensik Klinik
Analisis Jejas Gigitan pada Kasus Forensik Klinik
Abstract: Examination of bite mark is one form of dental assistance for the enforcement of justice. A dentist can examine bite mark or be asked his/her expert assessment of bite ma...
Perawatan Ortodontik Gigitan Terbuka Anterior
Perawatan Ortodontik Gigitan Terbuka Anterior
Perawatan gigitan terbuka anterior telah lama dianggap sebagai tantangan bagi ortodontis. Prevalensi gigitan terbuka anterior antara 3,5% hingga 11% terdapat pada berbagai usia dan...
History of Gemeente Probolinggo 1918-1942
History of Gemeente Probolinggo 1918-1942
This thesis discusses the history of gemeente Probolinggo in 1918-1942. The problems in this thesis are (1) the reasons why the Dutch East Indies government made Probolinggo a geme...
STUDI STILISTIKA TERHADAP TONGKAT NABI MUSA AS DI DALAM ALQURAN
STUDI STILISTIKA TERHADAP TONGKAT NABI MUSA AS DI DALAM ALQURAN
Al-Qur’an menggunakan tiga lafal yang berbeda dalam mengungkapkan makna ular yang terdapat dalam kisah Nabi Musa, yakni ẖayyah, tsu῾bân dan jânn. Di satu sisi al-Qur’an menjelaskan...
EDUKASI DINI DAN SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA MANAJEMEN FRAKTUR
EDUKASI DINI DAN SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA MANAJEMEN FRAKTUR
Pertolongan pertama tidak selamanya diberikan dengan dasar untuk penanganan yang sempurna, tetapi hanya untuk mengurangi kecacatan dan dapat menyelamatkan korban apabila penolong d...

Back to Top