Javascript must be enabled to continue!
Peran sastra sebagai pembentukan karakter siswa
View through CrossRef
Hadirnya beragam buku sastra yang banyak tersebar di perpustakaan sekolah maupun online dapat memudahkan guru dan siswa mendapatkan referensi dalam mengembangkan pembelajaran beragam genre sastra. Namun, kenyataan saat ini bahwa kehadiran sastra di sekolah hanya sebatas pemenuhan mata pelajaran bahasa Indonesia. Rendahnya penghayatan siswa terhadap nilai-nilai sastra disebabkan kurangnya apresiasi terhadap karya sastra, sehingga banyak siswa tidak berminat dengan sastra bahkan cenderung menjauhi karya sastra. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran sastra dalam teks-teks lagu Ebiet G Ade serta menawarkan solusi pembelajaran sastra bagi guru dan siswa agar mampu menjadi apresiator karya sastra, mengajak menghayati, dan cara menemukan nilai-nilai karakter dari pesan teks yang tersirat melalui apresiasi sastra. Metode penelitian yang digunakan yakni kepustakaan, buku referensi, dan berbagai jurnal ilmiah sastra dan pembelajarannya. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mengolah dan menyimpulkan data, melalui teknik catat, menyimak melalui model mengalir yang terdiri dari reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Oleh karena itu, sasatra harus dikaji dan diapresiasi. Sebab, sastra mengajarkan siswa mampu mengidentifikasi nilai-nilai yang ada dalam sastra, membantu keterampilan siswa memahami arti sebuah kehidupan, mengajarkan siswa berbahasa dan bersastra, menjadi apresiator yang mampu mengapresiasi karya sastra dan meningkatkan pengetahuan serta peka terhadap kehidupan sosial.
Title: Peran sastra sebagai pembentukan karakter siswa
Description:
Hadirnya beragam buku sastra yang banyak tersebar di perpustakaan sekolah maupun online dapat memudahkan guru dan siswa mendapatkan referensi dalam mengembangkan pembelajaran beragam genre sastra.
Namun, kenyataan saat ini bahwa kehadiran sastra di sekolah hanya sebatas pemenuhan mata pelajaran bahasa Indonesia.
Rendahnya penghayatan siswa terhadap nilai-nilai sastra disebabkan kurangnya apresiasi terhadap karya sastra, sehingga banyak siswa tidak berminat dengan sastra bahkan cenderung menjauhi karya sastra.
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran sastra dalam teks-teks lagu Ebiet G Ade serta menawarkan solusi pembelajaran sastra bagi guru dan siswa agar mampu menjadi apresiator karya sastra, mengajak menghayati, dan cara menemukan nilai-nilai karakter dari pesan teks yang tersirat melalui apresiasi sastra.
Metode penelitian yang digunakan yakni kepustakaan, buku referensi, dan berbagai jurnal ilmiah sastra dan pembelajarannya.
Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mengolah dan menyimpulkan data, melalui teknik catat, menyimak melalui model mengalir yang terdiri dari reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan.
Oleh karena itu, sasatra harus dikaji dan diapresiasi.
Sebab, sastra mengajarkan siswa mampu mengidentifikasi nilai-nilai yang ada dalam sastra, membantu keterampilan siswa memahami arti sebuah kehidupan, mengajarkan siswa berbahasa dan bersastra, menjadi apresiator yang mampu mengapresiasi karya sastra dan meningkatkan pengetahuan serta peka terhadap kehidupan sosial.
Related Results
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
Pembelajaran sastra di era milenial memang diperlukan perspektif terbaru. Di antara perspektif yang mulai berkembang yaitu pembelajaran botani sastra. Botani sastra adalah selukd b...
Pembentukan Karakter Siswa Beragama Buddha di Sekolah Markus Tangerang
Pembentukan Karakter Siswa Beragama Buddha di Sekolah Markus Tangerang
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pembentukankarakter siswa beragama Buddha melalui Pendidikan Agama Buddha diSekolah Markus Tangerang. Tujuan dari penelitian ...
WORKSHOP PENULISAN RUBRIK SASTRA MEDIA MASSA DAN SINOPSIS CERPEN KONTEMPORER TAKANITRA KABUPATEN BARRU
WORKSHOP PENULISAN RUBRIK SASTRA MEDIA MASSA DAN SINOPSIS CERPEN KONTEMPORER TAKANITRA KABUPATEN BARRU
Kecamatan Barru adalah kecamatan yang berada di Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Kecamatan Barru juga merupakan ibu kota dari Kabupaten Barru. Di kelurahan Tuwong Kecama...
PERAN GURU PPKn DALAM MEMBINA KARAKTER SISWA SMP NEGERI 1 LASALEPA DESA BONEA KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA
PERAN GURU PPKn DALAM MEMBINA KARAKTER SISWA SMP NEGERI 1 LASALEPA DESA BONEA KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Bagaimana peran guru PPKn dalam membina karakter siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, ...
Peran Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Karakter Siswa
Peran Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Karakter Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran budaya sekolah dalam meningkatkan karakter siswa dan kendala yang di hadapi dalam meningkatkan karakter siswa serta bagaimana upaya ...
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENULIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENULIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
ABSTRAK: Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi posi...
Komunikasi Interpersonal Diadik Guru dalam Membentuk Karakter Tauhid Spiritual Wisdom Siswa di SMK Amaliah 2 Ciawi
Komunikasi Interpersonal Diadik Guru dalam Membentuk Karakter Tauhid Spiritual Wisdom Siswa di SMK Amaliah 2 Ciawi
Membentuk karakter tauhid spiritual wisdom pada siswa merupakan aspek penting yang tidak bisa diabaikan dalam membentuk generasi muda agar memiliki moral yang berkualitas. Dikarena...
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
Proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan, harus dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa memperol...

