Javascript must be enabled to continue!
Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir An-Nur
View through CrossRef
Tumbuhan sering digunakan di dalam Al-Qur’an sebagai perumpamaan karena keanekaragaman dan keunikannya yang menyimpan banyak hikmah dan pelajaran bagi manusia. Dari proses pertumbuhan hingga manfaatnya yang beragam, tumbuhan menjadi subjek ideal untuk mengilustrasikan konsep kehidupan, spiritual, dan moral, sekaligus sebagai bukti kekuasaan Allah SWT. Mengingat pentingnya tumbuhan bagi kehidupan manusia dan hewan, penggunaan elemen tumbuhan dalam perumpamaan Al-Qur'an bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Penelitian ini berfokus pada penafsiran dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat perumpamaan terkait tumbuhan menurut tafsir An-Nur karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy.Penelitian ini menggunakan metode library research yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan maudhu’i, atau kajian tematik,Penelitian ini akan memusatkan pada dua hal utama: pertama, penafsiran Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddiqiey terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur. Kedua, hikmah dari penaafsiran terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur.Dengan mengacu pada data dan analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan,Penafsiran Hasbi ash-Shiddiqiey tentang ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur menggabungkan pendekatan kontekstual, penjelasan analogis, dan penekanan pada hikmah, dengan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dan mempertimbangkan konteks historis serta aspek moral. Beliau menggunakan perumpamaan tumbuhan untuk menjelaskan konsep Islam, seperti mengumpamakan iman kuat dengan pohon berakar dalam dan kekufuran dengan pohon buruk yang mudah tercabut, serta menggambarkan perkembangan umat Islam dan kekuasaan Allah. Metode ini bertujuan untuk menjembatani konsep-konsep abstrak dalam Al-Qur'an dengan pengalaman nyata manusia, memvisualisasikan konsep spiritual melalui gambaran alam, memperdalam pemahaman agama, dan memotivasi umat untuk berbuat baik serta menghargai alam sebagai tanda kebesaran Allah, sehingga pesan-pesan Al-Qur'an dapat lebih mudah dipahami, diserap, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima
Title: Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir An-Nur
Description:
Tumbuhan sering digunakan di dalam Al-Qur’an sebagai perumpamaan karena keanekaragaman dan keunikannya yang menyimpan banyak hikmah dan pelajaran bagi manusia.
Dari proses pertumbuhan hingga manfaatnya yang beragam, tumbuhan menjadi subjek ideal untuk mengilustrasikan konsep kehidupan, spiritual, dan moral, sekaligus sebagai bukti kekuasaan Allah SWT.
Mengingat pentingnya tumbuhan bagi kehidupan manusia dan hewan, penggunaan elemen tumbuhan dalam perumpamaan Al-Qur'an bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut.
Penelitian ini berfokus pada penafsiran dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat perumpamaan terkait tumbuhan menurut tafsir An-Nur karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy.
Penelitian ini menggunakan metode library research yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan maudhu’i, atau kajian tematik,Penelitian ini akan memusatkan pada dua hal utama: pertama, penafsiran Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddiqiey terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur.
Kedua, hikmah dari penaafsiran terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur.
Dengan mengacu pada data dan analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan,Penafsiran Hasbi ash-Shiddiqiey tentang ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur menggabungkan pendekatan kontekstual, penjelasan analogis, dan penekanan pada hikmah, dengan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dan mempertimbangkan konteks historis serta aspek moral.
Beliau menggunakan perumpamaan tumbuhan untuk menjelaskan konsep Islam, seperti mengumpamakan iman kuat dengan pohon berakar dalam dan kekufuran dengan pohon buruk yang mudah tercabut, serta menggambarkan perkembangan umat Islam dan kekuasaan Allah.
Metode ini bertujuan untuk menjembatani konsep-konsep abstrak dalam Al-Qur'an dengan pengalaman nyata manusia, memvisualisasikan konsep spiritual melalui gambaran alam, memperdalam pemahaman agama, dan memotivasi umat untuk berbuat baik serta menghargai alam sebagai tanda kebesaran Allah, sehingga pesan-pesan Al-Qur'an dapat lebih mudah dipahami, diserap, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
EPISTEMOLOGI TAFSIR NIDAA’UL QUR’AN KARYA AHMAD BIN ABDULLAH AL-HABSYI
EPISTEMOLOGI TAFSIR NIDAA’UL QUR’AN KARYA AHMAD BIN ABDULLAH AL-HABSYI
Tafsir Nidaa’ul Qur’an karya Ahmad bin Abdullah al-Habsyi merupakan karya tulis ulama lokal Palembang, Sumatera Selatan. Ahmad al-Habsyi adalah seorang ulama pesantren dan ulama Pa...
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
The study of tafsir tartib nuzuli is still quite rare. This study seeks to complete the study. Tafsir tartib nuzuli is still considered “strange” by the majority of Muslims. This s...

