Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EPISTEMOLOGI TAFSIR NIDAA’UL QUR’AN KARYA AHMAD BIN ABDULLAH AL-HABSYI

View through CrossRef
Tafsir Nidaa’ul Qur’an karya Ahmad bin Abdullah al-Habsyi merupakan karya tulis ulama lokal Palembang, Sumatera Selatan. Ahmad al-Habsyi adalah seorang ulama pesantren dan ulama Palembang yang sangat aktif di bidang dakwah. Karya tersebut dinamakan sebagai Tafsir Nidaa’ul Qur’an (Tafsir Surah al-Fatihah). Embrio dari lahirnya tafsir ini berawal dari kuliah atau ceramah subuh yang disampaikan Ahmad al-Habsyi di mushalla Darul Muttaqin dan disiarkan melalui radio GERSIDAM (Gerakan Syiar Dakwah Islam) Palembang. Adapun penelitian seputar tafsir di Sumatera Selatan belum banyak dilakukan oleh para peneliti. Berdasarkan alasan tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji temaini lebih jauh. Kajian ini memfokuskan pada sisi epistemologi tafsir Nidaa’ul Qur’an yang meliputi sumber, metode dan validitas tafsir tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-analisis. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Sumber yang digunakan oleh Ahmad al-Habsyi dalam melakukan penafsiran adalah (a) sumber bi al-Ma’tsur yaitu al-Qur’an, hadis, qaul sahabat, tabi’in, pendapat ulama tafsir dari berbagai literatur klasik dan modern, qira’at (variasi bacaan), syair-syair Arab, sirah (sejarah). (b) Sumber bi ar-Ra’yi yaitu analisis nahwu (gramatikal bahasa Arab), dan al-Amtsal (perumpamaan-perumpamaan) dalam kehidupan sehari-hari. (2) Metode yang digunakan dalam tafsir ini adalah metode tafsir Tahlili karena penafsiran ini menjelaskan berbagai aspek dari al-Qur’an dalam uraian yang cukup panjang untuk penafsiran surah al-Fatihah. Dan tafsir ini memiliki kecendrungan bercorak tasawuf amali (praktis). (3) Validitas kebenaran tafsir ini memuat kebenaran secara koherensi.
Title: EPISTEMOLOGI TAFSIR NIDAA’UL QUR’AN KARYA AHMAD BIN ABDULLAH AL-HABSYI
Description:
Tafsir Nidaa’ul Qur’an karya Ahmad bin Abdullah al-Habsyi merupakan karya tulis ulama lokal Palembang, Sumatera Selatan.
Ahmad al-Habsyi adalah seorang ulama pesantren dan ulama Palembang yang sangat aktif di bidang dakwah.
Karya tersebut dinamakan sebagai Tafsir Nidaa’ul Qur’an (Tafsir Surah al-Fatihah).
Embrio dari lahirnya tafsir ini berawal dari kuliah atau ceramah subuh yang disampaikan Ahmad al-Habsyi di mushalla Darul Muttaqin dan disiarkan melalui radio GERSIDAM (Gerakan Syiar Dakwah Islam) Palembang.
Adapun penelitian seputar tafsir di Sumatera Selatan belum banyak dilakukan oleh para peneliti.
Berdasarkan alasan tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji temaini lebih jauh.
Kajian ini memfokuskan pada sisi epistemologi tafsir Nidaa’ul Qur’an yang meliputi sumber, metode dan validitas tafsir tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-analisis.
Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Sumber yang digunakan oleh Ahmad al-Habsyi dalam melakukan penafsiran adalah (a) sumber bi al-Ma’tsur yaitu al-Qur’an, hadis, qaul sahabat, tabi’in, pendapat ulama tafsir dari berbagai literatur klasik dan modern, qira’at (variasi bacaan), syair-syair Arab, sirah (sejarah).
(b) Sumber bi ar-Ra’yi yaitu analisis nahwu (gramatikal bahasa Arab), dan al-Amtsal (perumpamaan-perumpamaan) dalam kehidupan sehari-hari.
(2) Metode yang digunakan dalam tafsir ini adalah metode tafsir Tahlili karena penafsiran ini menjelaskan berbagai aspek dari al-Qur’an dalam uraian yang cukup panjang untuk penafsiran surah al-Fatihah.
Dan tafsir ini memiliki kecendrungan bercorak tasawuf amali (praktis).
(3) Validitas kebenaran tafsir ini memuat kebenaran secara koherensi.

Related Results

AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Epistemologi Tafsir: Mengurai Relasi Filsafat dengan Al-Qur’an
Epistemologi Tafsir: Mengurai Relasi Filsafat dengan Al-Qur’an
The Quran interpretation is always developing and shifting, from tafsir bil riwayat to the tafsir bil ra'yu. This shift and development cannot be separated from the search for mean...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Abdullah Bin Abbas Dan Perannya Dalam Penafsiran Al-Qur’an: Studi Tafsir Abdullah bin Abbas dalam Nuskhah Ali Bin Abi Tholhah
Abdullah Bin Abbas Dan Perannya Dalam Penafsiran Al-Qur’an: Studi Tafsir Abdullah bin Abbas dalam Nuskhah Ali Bin Abi Tholhah
Artikel ini mendiskusikan tentang Abdullah bin Abbas dan peranannya dalam penafsiran al-Qur‟an. Penulis juga membahas ciri-ciri penafsiran Abdullah bin Abbas yang diriwayatkan dala...

Back to Top