Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Pemanfaatan Limbah Kertas Sebagai Bahan Tambahan Pembuatan Batako

View through CrossRef
Background: Paper waste contributes approximately 10% of the total national waste in Indonesia. Improper management leads to accumulation in landfills and the production of methane gas. Utilizing paper waste as an additional material in brick manufacturing offers an environmentally friendly innovation that may reduce waste generation and provide more sustainable building materials.Purpose: This study aims to analyze the effect of various paper waste compositions on the compressive strength and water absorption of concrete bricks and to determine the most optimal composition based on SNI 03-0349-1989.Methods: This experimental study used paper waste compositions of 0%, 15%, 20%, and 25%. A total of 30 brick samples were tested. Compressive strength was measured using a Universal Testing Machine (UTM) at 28 days, while water absorption was tested through a 24-hour immersion process. Data were analyzed using ANOVA and Pearson correlation.Results: The findings show that higher paper waste content decreases compressive strength, indicated by a strong negative correlation (r = –0.72). The 0% and 15% variations met SNI standards for Grade I–II, while the 20% and 25% variations met Grade III–IV. Water absorption values for all variations were below 1%, fulfilling SNI requirements (maximum 25%). The 15% composition was identified as the most optimal variation. Conclusion: Paper waste significantly reduces compressive strength but does not negatively affect water absorption. A 15% composition is recommended because it meets SNI standards while supporting waste reduction efforts.Suggestion: Paper waste usage should be limited to a maximum of 15% for non-structural construction. Further studies may incorporate additives such as lime or fly ash to improve brick performance. Local governments and small industries are encouraged to adopt this innovation to reduce paper waste generation. Keywords: Paper Waste, Compressive Strength, Water Absorption, Concrete Brick  Latar Belakang: Sampah kertas menyumbang sekitar 10% dari total timbulan sampah nasional di Indonesia. Pengelolaan yang kurang optimal menyebabkan penumpukan di TPA dan menghasilkan gas metana. Pemanfaatan limbah kertas sebagai bahan tambahan pembuatan batako menjadi inovasi ramah lingkungan yang berpotensi mengurangi timbulan sampah serta menyediakan bahan bangunan yang lebih berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi limbah kertas terhadap kuat tekan dan daya serap air batako serta menentukan komposisi paling optimal berdasarkan SNI 03-0349-1989.Metode: Penelitian eksperimen ini menggunakan variasi campuran limbah kertas 0%, 15%, 20%, dan 25%. Total 30 sampel batako diuji. Kuat tekan diukur menggunakan Universal Testing Machine (UTM) pada umur 28 hari, sedangkan daya serap air diuji melalui metode perendaman 24 jam. Data dianalisis dengan uji ANOVA dan korelasi Pearson.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase limbah kertas maka semakin rendah kuat tekan batako, ditunjukkan oleh korelasi negatif kuat (r = –0,72). Variasi 0% dan 15% memenuhi SNI Mutu I–II, sementara 20% dan 25% hanya memenuhi Mutu III–IV. Semua variasi memiliki daya serap air di bawah 1%, sehingga memenuhi standar SNI (maksimal 25%). Komposisi paling optimal adalah 15%.Kesimpulan: Limbah kertas berpengaruh signifikan terhadap penurunan kuat tekan batako namun tidak menurunkan kelayakan daya serap air. Komposisi 15% direkomendasikan karena masih memenuhi standar SNI sekaligus mengurangi penggunaan bahan baku mineral.Saran: Penggunaan limbah kertas direkomendasikan maksimal 15% untuk konstruksi non-struktural. Penelitian lanjutan dapat menambahkan bahan additive seperti kapur atau fly ash untuk meningkatkan kualitas batako. Pemerintah daerah dan industri kecil disarankan mengadopsi inovasi ini guna mengurangi timbulan sampah kertas. KataKunci: Limbah Kertas, Kuat Tekan, Daya Serap Air, Batako
Title: Efektivitas Pemanfaatan Limbah Kertas Sebagai Bahan Tambahan Pembuatan Batako
Description:
Background: Paper waste contributes approximately 10% of the total national waste in Indonesia.
Improper management leads to accumulation in landfills and the production of methane gas.
Utilizing paper waste as an additional material in brick manufacturing offers an environmentally friendly innovation that may reduce waste generation and provide more sustainable building materials.
Purpose: This study aims to analyze the effect of various paper waste compositions on the compressive strength and water absorption of concrete bricks and to determine the most optimal composition based on SNI 03-0349-1989.
Methods: This experimental study used paper waste compositions of 0%, 15%, 20%, and 25%.
A total of 30 brick samples were tested.
Compressive strength was measured using a Universal Testing Machine (UTM) at 28 days, while water absorption was tested through a 24-hour immersion process.
Data were analyzed using ANOVA and Pearson correlation.
Results: The findings show that higher paper waste content decreases compressive strength, indicated by a strong negative correlation (r = –0.
72).
The 0% and 15% variations met SNI standards for Grade I–II, while the 20% and 25% variations met Grade III–IV.
Water absorption values for all variations were below 1%, fulfilling SNI requirements (maximum 25%).
The 15% composition was identified as the most optimal variation.
 Conclusion: Paper waste significantly reduces compressive strength but does not negatively affect water absorption.
A 15% composition is recommended because it meets SNI standards while supporting waste reduction efforts.
Suggestion: Paper waste usage should be limited to a maximum of 15% for non-structural construction.
Further studies may incorporate additives such as lime or fly ash to improve brick performance.
Local governments and small industries are encouraged to adopt this innovation to reduce paper waste generation.
 Keywords: Paper Waste, Compressive Strength, Water Absorption, Concrete Brick  Latar Belakang: Sampah kertas menyumbang sekitar 10% dari total timbulan sampah nasional di Indonesia.
Pengelolaan yang kurang optimal menyebabkan penumpukan di TPA dan menghasilkan gas metana.
Pemanfaatan limbah kertas sebagai bahan tambahan pembuatan batako menjadi inovasi ramah lingkungan yang berpotensi mengurangi timbulan sampah serta menyediakan bahan bangunan yang lebih berkelanjutan.
 Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi limbah kertas terhadap kuat tekan dan daya serap air batako serta menentukan komposisi paling optimal berdasarkan SNI 03-0349-1989.
Metode: Penelitian eksperimen ini menggunakan variasi campuran limbah kertas 0%, 15%, 20%, dan 25%.
Total 30 sampel batako diuji.
Kuat tekan diukur menggunakan Universal Testing Machine (UTM) pada umur 28 hari, sedangkan daya serap air diuji melalui metode perendaman 24 jam.
Data dianalisis dengan uji ANOVA dan korelasi Pearson.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase limbah kertas maka semakin rendah kuat tekan batako, ditunjukkan oleh korelasi negatif kuat (r = –0,72).
Variasi 0% dan 15% memenuhi SNI Mutu I–II, sementara 20% dan 25% hanya memenuhi Mutu III–IV.
Semua variasi memiliki daya serap air di bawah 1%, sehingga memenuhi standar SNI (maksimal 25%).
Komposisi paling optimal adalah 15%.
Kesimpulan: Limbah kertas berpengaruh signifikan terhadap penurunan kuat tekan batako namun tidak menurunkan kelayakan daya serap air.
Komposisi 15% direkomendasikan karena masih memenuhi standar SNI sekaligus mengurangi penggunaan bahan baku mineral.
Saran: Penggunaan limbah kertas direkomendasikan maksimal 15% untuk konstruksi non-struktural.
Penelitian lanjutan dapat menambahkan bahan additive seperti kapur atau fly ash untuk meningkatkan kualitas batako.
Pemerintah daerah dan industri kecil disarankan mengadopsi inovasi ini guna mengurangi timbulan sampah kertas.
 KataKunci: Limbah Kertas, Kuat Tekan, Daya Serap Air, Batako.

Related Results

Kajian karakteristik Batako Ringan dengan Campuran Sludge Kertas
Kajian karakteristik Batako Ringan dengan Campuran Sludge Kertas
Batako merupakan bahan bangunan sebagai alternatif pengganti batu bata yang dibuat sebagai campuran semen , pasir dan air dengan komposisi tertentu dan berfungsi sebagai dinding.Pe...
PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI DALAM PRODUKSI KERTAS DAUR ULANG DI BANK SAMPAH SRAYAN MAKARYA
PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI DALAM PRODUKSI KERTAS DAUR ULANG DI BANK SAMPAH SRAYAN MAKARYA
Bank Sampah (BS) Srayan Makarya beroperasi dengan menerima sampah atau mengambil sampah dari anggotanya. Limbah kertas tergolong tinggi karena kertas merupakan bahan yang sangat um...
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...
Analisis Pengaruh Campuran Komposit Berbahan Limbah Plastik Low Density Polyethylene dan Bottom Ash Sebagai Bahan Alternatif Batako
Analisis Pengaruh Campuran Komposit Berbahan Limbah Plastik Low Density Polyethylene dan Bottom Ash Sebagai Bahan Alternatif Batako
Batako merupakan salah satu alternatif bahan structural dinding bangunan yang lebih efisien dibandingkan dengan batu bata merah. Dengan seiring berkembangnya zaman inovasi-inovasi ...
ANALISISA CAMPURAN GREEN MATERIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN BATA RINGAN UNTUK PEKERJAAN DINDING
ANALISISA CAMPURAN GREEN MATERIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN BATA RINGAN UNTUK PEKERJAAN DINDING
Didalam dunia konstruksi, dinding merupakan elemen penting. Selain sebagai pembentuk utama suatu bangunan, fungsi lain dari dinding sebagai pemberi penampilan artistik dari banguna...
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
The objective of this research is to study the effects of bleaching on paper archives so the possibilities of bleaching techniques used in the restoration of archives will be known...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...

Back to Top