Javascript must be enabled to continue!
INTEGRASI FITUR WARNA, TEKSTUR DAN RENYI FRAKTAL UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT DAUN KENTANG MENGGUNAKAN LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS
View through CrossRef
Penyakit pada daun tanaman kentang dapat secara signifikan mengurangi hasil panen dan kualitas produksi, sehingga diperlukan pendekatan otomatis berbasis pengolahan citra digital dalam mengidentifikasi penyakit secara tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas identifikasi penyakit pada daun kentang melalui pendekatan klasifikasi citra. Metode yang diajukan menggabungkan fitur-fitur momen warna, fitur tekstur menggunakan Gray-Level Co-occurrence Matrix (GLCM), dan dimensi fraktal Renyi. Linear Discriminant Analysis (LDA) digunakan sebagai metode klasifikasi utama. Terdapat 456 citra daun kentang dengan tiga kelas yaitu kelas sehat, early blight, dan late blight yang digunakan dalam penelitian ini. Fitur momen warna yang diekstraksi adalah fitur mean, variance, skewness, dan kurtosis. Sedangkan fitur GLCM yang digunakan adalah contrast, correlation, energy, dan homogeneity. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa LDA memberikan akurasi tertinggi sebesar 98.46%, mengungguli metode klasifikasi lainnya seperti SVM, KNN, dan Random Forest. Integrasi fitur momen warna, tekstur, dan dimensi fraktal Renyi memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknik klasifikasi penyakit daun kentang dan berpotensi untuk menjadi landasan untuk meningkatkan upaya identifikasi penyakit pada tanaman secara keseluruhan
Title: INTEGRASI FITUR WARNA, TEKSTUR DAN RENYI FRAKTAL UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT DAUN KENTANG MENGGUNAKAN LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS
Description:
Penyakit pada daun tanaman kentang dapat secara signifikan mengurangi hasil panen dan kualitas produksi, sehingga diperlukan pendekatan otomatis berbasis pengolahan citra digital dalam mengidentifikasi penyakit secara tepat dan efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas identifikasi penyakit pada daun kentang melalui pendekatan klasifikasi citra.
Metode yang diajukan menggabungkan fitur-fitur momen warna, fitur tekstur menggunakan Gray-Level Co-occurrence Matrix (GLCM), dan dimensi fraktal Renyi.
Linear Discriminant Analysis (LDA) digunakan sebagai metode klasifikasi utama.
Terdapat 456 citra daun kentang dengan tiga kelas yaitu kelas sehat, early blight, dan late blight yang digunakan dalam penelitian ini.
Fitur momen warna yang diekstraksi adalah fitur mean, variance, skewness, dan kurtosis.
Sedangkan fitur GLCM yang digunakan adalah contrast, correlation, energy, dan homogeneity.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa LDA memberikan akurasi tertinggi sebesar 98.
46%, mengungguli metode klasifikasi lainnya seperti SVM, KNN, dan Random Forest.
Integrasi fitur momen warna, tekstur, dan dimensi fraktal Renyi memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknik klasifikasi penyakit daun kentang dan berpotensi untuk menjadi landasan untuk meningkatkan upaya identifikasi penyakit pada tanaman secara keseluruhan.
Related Results
Klasifikasi Penyakit Tanaman Kentang Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor Berdasarkan Fitur Warna Dan Tekstur Daun
Klasifikasi Penyakit Tanaman Kentang Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor Berdasarkan Fitur Warna Dan Tekstur Daun
Penyakit yang menyebabkan kerugian hasil yang signifikan pada tanaman kentang adalah Phytophthora Infestans (busuk daun kentang) dan Alternaria Solani (busuk awal). Penyakit ini da...
Kajian Terhadap Perubahan Fisik Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Penyimpanan Di Suhu Ruang
Kajian Terhadap Perubahan Fisik Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Penyimpanan Di Suhu Ruang
Kerusakan komoditi hortikultura setelah panen sekitar 20-40%. Ini disebabkan proses respirasi dan metabolisme yang masih berlangsung, ketidaktepatan waktu panen, kerusakan mekanis,...
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
<p><strong>English</strong><br />Most potato farmers in Indonesia do not adopt certified potato seed. Relatively expensive price of certified seed is the ma...
PERBANDINGAN DECISION TREE DAN LOGISTIC REGRESSION UNTUK DETEKSI PENYAKIT DAUN MULTISPESIES MENGGUNAKAN PENDEKATAN FITUR HIBRIDA BERBASIS CITRA
PERBANDINGAN DECISION TREE DAN LOGISTIC REGRESSION UNTUK DETEKSI PENYAKIT DAUN MULTISPESIES MENGGUNAKAN PENDEKATAN FITUR HIBRIDA BERBASIS CITRA
Klasifikasi penyakit daun tanaman secara dini dan akurat berperan penting dalam meningkatkan hasil panen, mencegah kerugian pertanian, serta mendorong penerapan praktik pertanian b...
KAJIAN MUTU STIK KENTANG (Solanum tuberrasum L.) DENGAN LAMA PERENDAMAN DALAM NATRIUM BISULFIT
KAJIAN MUTU STIK KENTANG (Solanum tuberrasum L.) DENGAN LAMA PERENDAMAN DALAM NATRIUM BISULFIT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan mutu stik terbaik dengan perlakuan lama perendaman dalam Natrium Bisulfit yang disukai konsumen dan untuk mengetahui waktu lam...
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Kebijakan sistem perbenihan kentang bertujuan untuk mendorong produksi dan peredaran benih kentang bermutu, serta mendorong petani lebih banyak mengadopsi penggunaan benih kentang ...
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Kebijakan sistem perbenihan kentang bertujuan untuk mendorong produksi dan peredaran benih kentang bermutu, serta mendorong petani lebih banyak mengadopsi penggunaan benih kentang ...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...

