Javascript must be enabled to continue!
Kajian Terhadap Perubahan Fisik Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Penyimpanan Di Suhu Ruang
View through CrossRef
Kerusakan komoditi hortikultura setelah panen sekitar 20-40%. Ini disebabkan proses respirasi dan metabolisme yang masih berlangsung, ketidaktepatan waktu panen, kerusakan mekanis, fisik dan fisiologis. Kerusakan umbi kentang yang sering dijumpai di lapangan umumnya disebabkan oleh pengangkutan hasil dan penanganan pasca panen yang kurang tepat. Salah satunya upaya penanganan dalam mengantisipasi kerusakan umbi kentang yaitu menggunakan kemasan. Kemasan plastik PP dan kardus merupakan bahan kemasan yang paling populer dan sangat luas penggunaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan fisik umbi kentang selama penyimpanan di suhu ruang dengan menggunakan kemasan plastik PP dan kardus. Metode yang digunakan adalah deskriptif trial and error dengan bahan baku utama kentang lokal. Pengamatan dilakukan selama 14 hari berupa keadaan fisik umbi kentang berupa warna, bentuk atau tekstur, pengukuran berat dan diameter. Pengamatan bagian dalam umbi dan zat padatan terlarut dilakukan di hari ke-11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umbi kentang yang disimpan dengan kemasan plastik PP, tidak mengalami banyak perubahan fisik dibandingkan dengan kemasan kardus. Dimana umbi kentang yang disimpan menggunakan kemasan plastik PP hanya mengalami pelunakan tekstur secara fisik. Umbi kentang yang disimpan menggunakan kemasan kardus, salah satunya mengalami pembusukan di hari ke-11 sedangkan umbi kentang lainnya, secara fisik masih dalam keadaan segar walaupun tekstur lunak di hari ke-14. Nilai total padatan terlarut di hari ke-11 pada umbi kentang kemasan plastik PP adalah 6% sedangkan dengan kemasan kardus adalah 5,2%. Semakin lama penyimpanan kentang maka semakin banyak perombakan karbohidrat menjadi gula sederhana sehingga total padatan terlarut pada umbi kentang akan terus meningkat.
Title: Kajian Terhadap Perubahan Fisik Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Penyimpanan Di Suhu Ruang
Description:
Kerusakan komoditi hortikultura setelah panen sekitar 20-40%.
Ini disebabkan proses respirasi dan metabolisme yang masih berlangsung, ketidaktepatan waktu panen, kerusakan mekanis, fisik dan fisiologis.
Kerusakan umbi kentang yang sering dijumpai di lapangan umumnya disebabkan oleh pengangkutan hasil dan penanganan pasca panen yang kurang tepat.
Salah satunya upaya penanganan dalam mengantisipasi kerusakan umbi kentang yaitu menggunakan kemasan.
Kemasan plastik PP dan kardus merupakan bahan kemasan yang paling populer dan sangat luas penggunaannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan fisik umbi kentang selama penyimpanan di suhu ruang dengan menggunakan kemasan plastik PP dan kardus.
Metode yang digunakan adalah deskriptif trial and error dengan bahan baku utama kentang lokal.
Pengamatan dilakukan selama 14 hari berupa keadaan fisik umbi kentang berupa warna, bentuk atau tekstur, pengukuran berat dan diameter.
Pengamatan bagian dalam umbi dan zat padatan terlarut dilakukan di hari ke-11.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa umbi kentang yang disimpan dengan kemasan plastik PP, tidak mengalami banyak perubahan fisik dibandingkan dengan kemasan kardus.
Dimana umbi kentang yang disimpan menggunakan kemasan plastik PP hanya mengalami pelunakan tekstur secara fisik.
Umbi kentang yang disimpan menggunakan kemasan kardus, salah satunya mengalami pembusukan di hari ke-11 sedangkan umbi kentang lainnya, secara fisik masih dalam keadaan segar walaupun tekstur lunak di hari ke-14.
Nilai total padatan terlarut di hari ke-11 pada umbi kentang kemasan plastik PP adalah 6% sedangkan dengan kemasan kardus adalah 5,2%.
Semakin lama penyimpanan kentang maka semakin banyak perombakan karbohidrat menjadi gula sederhana sehingga total padatan terlarut pada umbi kentang akan terus meningkat.
Related Results
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH AKIBAT PEMOTONGAN UMBI DAN KONSENTRASI ATONIK
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH AKIBAT PEMOTONGAN UMBI DAN KONSENTRASI ATONIK
Penelitian ini bertujuan Mengetahui pengaruh pemotongan umbi benih bawang merah dan konsentrasi ZPT atonik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, mendapatkan konsentr...
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
<p><strong>English</strong><br />Most potato farmers in Indonesia do not adopt certified potato seed. Relatively expensive price of certified seed is the ma...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Karakterisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.)
Karakterisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.)
Abstract. Potato (Solanum tuberosum L.) is the main staple food for humans and the fourth largest crop grown worldwide after rice, wheat and maize. Potato peel, a waste by-product ...
Kombinasi Suhu Rendah Dan Lama Penyimpanan Terhadap Sifat Fisik Buah Pepaya California (Carica papaya L.)
Kombinasi Suhu Rendah Dan Lama Penyimpanan Terhadap Sifat Fisik Buah Pepaya California (Carica papaya L.)
Buah-buahan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bersifat mudah rusak (perishable) sehingga perlu penanganan pasca panen yang baik untuk mengurangi kerusakan dan pembus...
Palinologia de espécies de Solanum L. (Solanaceae A. Juss.) ocorrentes nas restingas do Estado do Rio de Janeiro, Brasil
Palinologia de espécies de Solanum L. (Solanaceae A. Juss.) ocorrentes nas restingas do Estado do Rio de Janeiro, Brasil
Foram estudados 21 táxons de Solanum L., com o objetivo de caracterizá-los palinologicamente e, assim, contribuir para a elaboração de um catálogo polínico da flora das restingas d...
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Bulb storage is a crucial post-harvest treatment in shallot (Allium ascalonicum L.) farming because suboptimal storage duration can reduce the quality of the bulbs, making them dif...

