Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAJIAN MUTU STIK KENTANG (Solanum tuberrasum L.) DENGAN LAMA PERENDAMAN DALAM NATRIUM BISULFIT

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan mutu stik  terbaik dengan perlakuan lama perendaman dalam Natrium Bisulfit  yang disukai konsumen dan untuk mengetahui waktu lama perendaman terbaik dalam Natrium bisulfit untuk menghasilkan stik kentang yang baik dari sifat kimia dan organoleptiknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimental. Tahapan penelitian ini terdiri dari: (1) proses pengolahan kentang menjadi stik dengan perlakuan lama perendaman dalam natrium bisulfit, (2) analisis kadar air dan kadar abu stik kentang, (3) analisis sifat organoleptik stik kentang. (4) Pengolahan dan Analisis data. Berdasarkan hasil analisis, semakin lama waktu perendaman dalam natrium bisulfit, maka kadar air stik kentang semakin turun. Hal tersebut disebabkan karena Semakin lama waktu perendaman dalam natrium bisulfit maka semakin banyak pula natrium bisulfit yang diserap stik kentang, sehingga akan semakin banyak dapat menyerap air. Hal tersebut disebabkan karena natrium bisulfit bersifat garam, dan garam itu sendiri bersifat higroskopis atau dapat menyerap air. Jadi semakin lama waktu perendaman stik kentang dalam natrium bisulfit maka akan semakin banyak pula air yang diserap, sehingga kadar air pada bahan akan semakin berkurang. Sebaliknya untuk analisis kadar abu menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman dalam natrium bisulfit, maka kadar abu yang terdapat dalam stik kentang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh pendapat Winarno, bahwa semakin lama waktu perendaman dalam natrium bisulfit maka semakin tinggi provitamin A ( Abu ) yang terkandung dalam bahan pangan. Senada dengan pendapat Puspitasari menyatakan bahwa abu merupakan residu organik dalam bahan pangan. Jumlah komposisi abu dalam minaral tergantung pada bahan pangan serta metode analisis yang digunakan, salah satunya waktu perendaman. Pada penilaian terhadap sifat organoleptik stik kentang terhadap parameter warna, aroma, rasa dan tekstur menunjukkan bahwa stik kentang dengan lama perendaman 60 menit  tingkat kesukaan tertinggi dibandingkan dengan keempat perlakuan yang lainnya. Hal  ini  disebabkan   karena  dengan waktu perendaman selama 60 menit   dalam natrium bisulfit menghasilkan warna kuning hinga putih kekuningan, tekstur yang renyah, serta rasa dan aroma yang paling disukai panelis.
Title: KAJIAN MUTU STIK KENTANG (Solanum tuberrasum L.) DENGAN LAMA PERENDAMAN DALAM NATRIUM BISULFIT
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan mutu stik  terbaik dengan perlakuan lama perendaman dalam Natrium Bisulfit  yang disukai konsumen dan untuk mengetahui waktu lama perendaman terbaik dalam Natrium bisulfit untuk menghasilkan stik kentang yang baik dari sifat kimia dan organoleptiknya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimental.
Tahapan penelitian ini terdiri dari: (1) proses pengolahan kentang menjadi stik dengan perlakuan lama perendaman dalam natrium bisulfit, (2) analisis kadar air dan kadar abu stik kentang, (3) analisis sifat organoleptik stik kentang.
(4) Pengolahan dan Analisis data.
Berdasarkan hasil analisis, semakin lama waktu perendaman dalam natrium bisulfit, maka kadar air stik kentang semakin turun.
Hal tersebut disebabkan karena Semakin lama waktu perendaman dalam natrium bisulfit maka semakin banyak pula natrium bisulfit yang diserap stik kentang, sehingga akan semakin banyak dapat menyerap air.
Hal tersebut disebabkan karena natrium bisulfit bersifat garam, dan garam itu sendiri bersifat higroskopis atau dapat menyerap air.
Jadi semakin lama waktu perendaman stik kentang dalam natrium bisulfit maka akan semakin banyak pula air yang diserap, sehingga kadar air pada bahan akan semakin berkurang.
Sebaliknya untuk analisis kadar abu menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman dalam natrium bisulfit, maka kadar abu yang terdapat dalam stik kentang semakin tinggi.
Hal ini ditunjang oleh pendapat Winarno, bahwa semakin lama waktu perendaman dalam natrium bisulfit maka semakin tinggi provitamin A ( Abu ) yang terkandung dalam bahan pangan.
Senada dengan pendapat Puspitasari menyatakan bahwa abu merupakan residu organik dalam bahan pangan.
Jumlah komposisi abu dalam minaral tergantung pada bahan pangan serta metode analisis yang digunakan, salah satunya waktu perendaman.
Pada penilaian terhadap sifat organoleptik stik kentang terhadap parameter warna, aroma, rasa dan tekstur menunjukkan bahwa stik kentang dengan lama perendaman 60 menit  tingkat kesukaan tertinggi dibandingkan dengan keempat perlakuan yang lainnya.
Hal  ini  disebabkan   karena  dengan waktu perendaman selama 60 menit   dalam natrium bisulfit menghasilkan warna kuning hinga putih kekuningan, tekstur yang renyah, serta rasa dan aroma yang paling disukai panelis.

Related Results

Kajian Variasi Lama Perendaman Dalam Larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) Terhadap Kualitas Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca)
Kajian Variasi Lama Perendaman Dalam Larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) Terhadap Kualitas Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca)
Abstrak.Pisang merupakan buah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dibandingkan dengan buah yang lain. Buah pisang memiliki kandungan gizi yang tinggi, diantaranya mengandung vit...
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN
Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan ...
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
<p><strong>English</strong><br />Most potato farmers in Indonesia do not adopt certified potato seed. Relatively expensive price of certified seed is the ma...
Kajian Terhadap Perubahan Fisik Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Penyimpanan Di Suhu Ruang
Kajian Terhadap Perubahan Fisik Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Penyimpanan Di Suhu Ruang
Kerusakan komoditi hortikultura setelah panen sekitar 20-40%. Ini disebabkan proses respirasi dan metabolisme yang masih berlangsung, ketidaktepatan waktu panen, kerusakan mekanis,...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Palinologia de espécies de Solanum L. (Solanaceae A. Juss.) ocorrentes nas restingas do Estado do Rio de Janeiro, Brasil
Palinologia de espécies de Solanum L. (Solanaceae A. Juss.) ocorrentes nas restingas do Estado do Rio de Janeiro, Brasil
Foram estudados 21 táxons de Solanum L., com o objetivo de caracterizá-los palinologicamente e, assim, contribuir para a elaboração de um catálogo polínico da flora das restingas d...
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Kebijakan sistem perbenihan kentang bertujuan untuk mendorong produksi dan peredaran benih kentang bermutu, serta mendorong petani lebih banyak mengadopsi penggunaan benih kentang ...
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Kebijakan sistem perbenihan kentang bertujuan untuk mendorong produksi dan peredaran benih kentang bermutu, serta mendorong petani lebih banyak mengadopsi penggunaan benih kentang ...

Back to Top