Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimasi Biaya Pengiriman Buah Kelapa Sawit (Studi Kasus PT. Agro Muko)

View through CrossRef
<p>PT. Agro Muko adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan melakukan pengiriman buah kelapa sawit dari perkebunan di tiga tempat yaitu Talang Petai Estate, Sei Kiang Estate, dan Tanah Rekah Estate. Dari ketiga lokasi ini akan melakukan pengiriman buah kelapa sawit ke beberapa pabrik yaitu, Muko-Muko, Bunga Tanjung, Air Bikuk, dan Air Hitam.Pengiriman buah kelapa sawit menggunakan alat transportasi darat berupa truk-truk terbuka dengan kapasitas pengiriman 7,5 ton. Frekuensi pengiriman menjadi hal yang penting perhitungan biaya transportasi dengan daya tampung pabrik yang terbatas. Biaya pengiriman akan disesuaikan dengan jumlah kapasitasnya dimana untuk pengiriman diatas kapasitas akan dihitung dan sisanya dihitung satu kali pengiriman sebagai biaya tambahan. Hasil perhitungan langsung biaya transportasi dari 3 kebun ke 4 pabrik adalah Rp.51.392.000,-Dengan metode <em>Northwest Corner</em> (NWC) diperoleh Rp.48.597.000,-  dan solusi optimal <em>modified distribution method</em> (MODI)Rp.48.597.000,-.<em>Output</em> aplikasi POM 5 untuk sain manajemen oleh Taylor Rp.48.597.000,-pada modul <em>linear programming </em>dan<em> transportation</em>. Walaupun hasil optimal sama tetapi jalur distribusi berbeda. Berdasarkan  perhitungan langsung dibandingkan  optimisasi secara manual maupun dengan <em>output</em> program POM-5. terjadi penurunan biaya transportasi sebesar  Rp.2.795.000,- atau 5,44% dan perusahaan memiliki alternatif  jadwal pengiriman yang diinginkan.</p>
Title: Optimasi Biaya Pengiriman Buah Kelapa Sawit (Studi Kasus PT. Agro Muko)
Description:
<p>PT.
Agro Muko adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan melakukan pengiriman buah kelapa sawit dari perkebunan di tiga tempat yaitu Talang Petai Estate, Sei Kiang Estate, dan Tanah Rekah Estate.
Dari ketiga lokasi ini akan melakukan pengiriman buah kelapa sawit ke beberapa pabrik yaitu, Muko-Muko, Bunga Tanjung, Air Bikuk, dan Air Hitam.
Pengiriman buah kelapa sawit menggunakan alat transportasi darat berupa truk-truk terbuka dengan kapasitas pengiriman 7,5 ton.
Frekuensi pengiriman menjadi hal yang penting perhitungan biaya transportasi dengan daya tampung pabrik yang terbatas.
Biaya pengiriman akan disesuaikan dengan jumlah kapasitasnya dimana untuk pengiriman diatas kapasitas akan dihitung dan sisanya dihitung satu kali pengiriman sebagai biaya tambahan.
Hasil perhitungan langsung biaya transportasi dari 3 kebun ke 4 pabrik adalah Rp.
51.
392.
000,-Dengan metode <em>Northwest Corner</em> (NWC) diperoleh Rp.
48.
597.
000,-  dan solusi optimal <em>modified distribution method</em> (MODI)Rp.
48.
597.
000,-.
<em>Output</em> aplikasi POM 5 untuk sain manajemen oleh Taylor Rp.
48.
597.
000,-pada modul <em>linear programming </em>dan<em> transportation</em>.
Walaupun hasil optimal sama tetapi jalur distribusi berbeda.
Berdasarkan  perhitungan langsung dibandingkan  optimisasi secara manual maupun dengan <em>output</em> program POM-5.
terjadi penurunan biaya transportasi sebesar  Rp.
2.
795.
000,- atau 5,44% dan perusahaan memiliki alternatif  jadwal pengiriman yang diinginkan.
</p>.

Related Results

Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Salah satu potensi unggulan sektor perkebunan di Kalimantan Selatan adalah kelapa sawit. Perlu pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara efisien dengan produktivitas tinggi, sehin...
Timbangan Digital Buah Kelapa Sawit berbasis Internet of Things (IoT)
Timbangan Digital Buah Kelapa Sawit berbasis Internet of Things (IoT)
Provinsi Riau merupakan provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Di Indonesia khususnya di provinsi Riau mayoritas pemilik lahan perkebunan kelapa sawit t...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...

Back to Top