Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TERLEPASNYA JANGKAR KIRI PADA SAAT BERLABUH JANGKAR DI ANCHORAGE AREA PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP

View through CrossRef
Jangkar kiri MV. DK 01 terlepas pada saat berlabuh jangkar di anchorage areaPelabuhan Tanjung Intan Cilacap sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang menyebabkanterlepasnya jangkar kiri pada saat berlabuh jangkar dan upaya yang perlu dilakukan setelahterlepasnya jangkar kiri pada saat open brake tersebut agar proses berlabuh jangkar dapatdilaksanakan dengan baik. Metode yang digunakan adalah fishbone analysis untuk mencari faktor-faktorpermasalahan dan USG analysis untuk menghasilkan perioritas masalah. Faktor-faktorpenyebab yaitu kurangnya kesadaran crew kapal akan pentingnya proses berlabuh jangkar,pemilihan metode berlabuh jangkar yang kurang efektif, kurangnya perawatan danpengecekan windlass, kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Upaya yang perlu dilakukan adalah Second Officer langsung memplotting posisi jangkarkiri yang terjatuh untuk menghindari jangkar kiri tersebut hilang dan Nahkoda sebagaipemimpin kapal langsung mengambil kebijakan untuk menggunakan jangkar kanan denganmetode walk back ship anchoring method dimana jangkar kanan diturunkan dengan hati-hatimenggunakan rem untuk menghindari kejadian yang sama.
Title: TERLEPASNYA JANGKAR KIRI PADA SAAT BERLABUH JANGKAR DI ANCHORAGE AREA PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP
Description:
Jangkar kiri MV.
DK 01 terlepas pada saat berlabuh jangkar di anchorage areaPelabuhan Tanjung Intan Cilacap sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang menyebabkanterlepasnya jangkar kiri pada saat berlabuh jangkar dan upaya yang perlu dilakukan setelahterlepasnya jangkar kiri pada saat open brake tersebut agar proses berlabuh jangkar dapatdilaksanakan dengan baik.
Metode yang digunakan adalah fishbone analysis untuk mencari faktor-faktorpermasalahan dan USG analysis untuk menghasilkan perioritas masalah.
Faktor-faktorpenyebab yaitu kurangnya kesadaran crew kapal akan pentingnya proses berlabuh jangkar,pemilihan metode berlabuh jangkar yang kurang efektif, kurangnya perawatan danpengecekan windlass, kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Upaya yang perlu dilakukan adalah Second Officer langsung memplotting posisi jangkarkiri yang terjatuh untuk menghindari jangkar kiri tersebut hilang dan Nahkoda sebagaipemimpin kapal langsung mengambil kebijakan untuk menggunakan jangkar kanan denganmetode walk back ship anchoring method dimana jangkar kanan diturunkan dengan hati-hatimenggunakan rem untuk menghindari kejadian yang sama.

Related Results

Analisis Olah Gerak Mv. Aquagenie 1 Pada Saat Berlabuh Jangkar di Yeosu Anchorage
Analisis Olah Gerak Mv. Aquagenie 1 Pada Saat Berlabuh Jangkar di Yeosu Anchorage
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis olah gerak kapal MV. Aquagenie saat berlabuh jangkar di Yeosu Anchorage, Korea Selatan, serta mengevaluasi faktor-faktor penyebab inside...
Analisis Olah Gerak Mv. Aquagenie 1 Pada Saat Berlabuh Jangkar di Yeosu Anchorage
Analisis Olah Gerak Mv. Aquagenie 1 Pada Saat Berlabuh Jangkar di Yeosu Anchorage
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis olah gerak kapal MV. Aquagenie saat berlabuh jangkar di Yeosu Anchorage, Korea Selatan, serta mengevaluasi faktor-faktor penyebab inside...
Keterlambatan Proses Bongkar Muat Gandum Pada Kapal MV SE Cardi di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap
Keterlambatan Proses Bongkar Muat Gandum Pada Kapal MV SE Cardi di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap
Abstrak: Proses bongkar muat gandum di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap mengalami inefisiensi yang signifikan. Faktor-faktor penyebab inefisiensi ini antara lain kondisi alam, kiner...
Fishery Harbor Needs Analysis for Fishery Vessel Activities in Ocean Bungus Fishery, West Sumatra Province
Fishery Harbor Needs Analysis for Fishery Vessel Activities in Ocean Bungus Fishery, West Sumatra Province
Besar kecilnya kolam pelabuhan akan berpengaruh terhadap jumlah kapal yang akan berlabuh. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui besar kebutuhan kolam pelabuhan dan mengetahui...
REVITALISASI LAYANAN INTERMODA ANGKUTAN LAUT TANJUNG TIRAM KE KUALA TANJUNG
REVITALISASI LAYANAN INTERMODA ANGKUTAN LAUT TANJUNG TIRAM KE KUALA TANJUNG
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sampai dengan tahun 2030 telah mencanangkan 2 buah pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung yang berlokasi di kawasan ...
Anchorage loss and inclination during retraction: A systematic review
Anchorage loss and inclination during retraction: A systematic review
This review focused on anchorage lost and incisor inclination variation in the orthodontic retraction process. It compared the effectiveness of skeletal anchorage to that of conven...
Cost-Benefit Analysis Pembangunan Pelabuhan Patimban Terhadap Masyarakat Pesisir Di Kabupaten Subang
Cost-Benefit Analysis Pembangunan Pelabuhan Patimban Terhadap Masyarakat Pesisir Di Kabupaten Subang
Pelabuhan merupakan salah satu prasarana transportasi yang memiliki peran penting dalam perkembangan industri, perdagangan dan jasa serta memberikan kontribusi bagi perekonomian. S...

Back to Top