Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Jumlah Filler Kalsium Silikat dalam Pembuatan Biodegradable Plastic dari Biji Nangka
View through CrossRef
Biodegradable plastic adalah plastik yang memiliki sifat ramah lingkungan karena mampu terurai oleh mikroorganisme yang ada pada tanah. Pati berpotensi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan biodegadable plastic karena dapat mudah terdegradasi dan menghasilkan senyawa yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini sumber pati didapat dari biji nangka dengan kandungan pati sebesar 29,73%. Penambahan kalsium silikat sebagai filler bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik biodegadable plastic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filler kalsium silikat terhadap kuat tarik, presentase biodegradasi (%) dan persentase serapan air (%) dari biodegadable plastic yang dihasilkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, semakin banyak filler kalsium silikat maka biodegadable plastic memiliki kuat tarik yang semakin tinggi. Sedangkan kemampuan absorpsi biodegadable plastic terhadap air menurun seiring dengan semakin banyaknya jumlah kalsium silikat yang ditambahkan. Kemampuan biodegradasi plastik juga menurun seiring dengan bertambahnya jumlah filler kalsium. Biodegadable plastic dengan penambahan filler kalsium silikat 6% memiliki kuat tarik antara 7,85 MPa persentase serapan air sekitar 5% dan persentase biodegradasi sekitar 7%.
Biodegradable plastic is a plastic that has environmentally friendly properties because it is able to decompose by microorganisms in the soil. Starch has the potential to be used as a basic material for making biodegradable plastics because it can be easily degraded and produces environmentally friendly compounds. In this study, the source of starch was obtained from jackfruit seeds with a starch content of 29.73%. The addition of calcium silicate as a filler aims to improve the mechanical properties of biodegradable plastic. This study aims to determine the effect of calcium silicate filler on tensile strength, % biodegradation and % water absorption of the resulting biodegradable plastic. Based on the results obtained, the more calcium silicate filler the biodegradable plastic has a higher tensile strength. Meanwhile, the absorption ability of biodegradable plastic to water decreases with the increasing amount of calcium silicate added. The biodegradability of plastics also decreases with the increase in the amount of calcium filler. Biodegradable plastic with the addition of 6% calcium silicate has tensile strength between 7,85 Mpa, percent water absorption between 5% and percent biodegradation between 7%.
Politeknik Negeri Malang
Title: Pengaruh Jumlah Filler Kalsium Silikat dalam Pembuatan Biodegradable Plastic dari Biji Nangka
Description:
Biodegradable plastic adalah plastik yang memiliki sifat ramah lingkungan karena mampu terurai oleh mikroorganisme yang ada pada tanah.
Pati berpotensi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan biodegadable plastic karena dapat mudah terdegradasi dan menghasilkan senyawa yang ramah lingkungan.
Pada penelitian ini sumber pati didapat dari biji nangka dengan kandungan pati sebesar 29,73%.
Penambahan kalsium silikat sebagai filler bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik biodegadable plastic.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filler kalsium silikat terhadap kuat tarik, presentase biodegradasi (%) dan persentase serapan air (%) dari biodegadable plastic yang dihasilkan.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, semakin banyak filler kalsium silikat maka biodegadable plastic memiliki kuat tarik yang semakin tinggi.
Sedangkan kemampuan absorpsi biodegadable plastic terhadap air menurun seiring dengan semakin banyaknya jumlah kalsium silikat yang ditambahkan.
Kemampuan biodegradasi plastik juga menurun seiring dengan bertambahnya jumlah filler kalsium.
Biodegadable plastic dengan penambahan filler kalsium silikat 6% memiliki kuat tarik antara 7,85 MPa persentase serapan air sekitar 5% dan persentase biodegradasi sekitar 7%.
Biodegradable plastic is a plastic that has environmentally friendly properties because it is able to decompose by microorganisms in the soil.
Starch has the potential to be used as a basic material for making biodegradable plastics because it can be easily degraded and produces environmentally friendly compounds.
In this study, the source of starch was obtained from jackfruit seeds with a starch content of 29.
73%.
The addition of calcium silicate as a filler aims to improve the mechanical properties of biodegradable plastic.
This study aims to determine the effect of calcium silicate filler on tensile strength, % biodegradation and % water absorption of the resulting biodegradable plastic.
Based on the results obtained, the more calcium silicate filler the biodegradable plastic has a higher tensile strength.
Meanwhile, the absorption ability of biodegradable plastic to water decreases with the increasing amount of calcium silicate added.
The biodegradability of plastics also decreases with the increase in the amount of calcium filler.
Biodegradable plastic with the addition of 6% calcium silicate has tensile strength between 7,85 Mpa, percent water absorption between 5% and percent biodegradation between 7%.
Related Results
Kajian Uji Sensori Sosis Bika Dengan Variasi Jumlah Tepung Biji Nangka Dan Pasta Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus)
Kajian Uji Sensori Sosis Bika Dengan Variasi Jumlah Tepung Biji Nangka Dan Pasta Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus)
ABSTRAKBiji nangka (Artocarpus Heterophyllus) atau sering disebut beton merupakan limbah nangka yang belum banyak dimanfaatkan. Upaya diversifikasi makanan salah satunya dengan mem...
Solusi Pangan Inovatif: Pelatihan Pengolahan Biji Nangka Menjadi Tepung dan Mie Ibu-Ibu PKK Inti Kelurahan Gemolong
Solusi Pangan Inovatif: Pelatihan Pengolahan Biji Nangka Menjadi Tepung dan Mie Ibu-Ibu PKK Inti Kelurahan Gemolong
One of the main problems currently faced is the threat of a food crisis caused by the shrinking of food production land. The core members of the Family Welfare Program (PKK) in Gem...
PEMBUATAN BAHAN DASAR BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NANGKA PADA CV. KAJEYE FOOD MALANG
PEMBUATAN BAHAN DASAR BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NANGKA PADA CV. KAJEYE FOOD MALANG
CV. Kajeye Food merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan makanan yakni keripik buah dan sayur, dengan meningkatnya produksi nangka dari tahun ke tahun akan ber...
Kualitas Organoleptik Bakso Daging Entok dengan Penambahan Tepung Biji Nangka pada Level Berbeda
Kualitas Organoleptik Bakso Daging Entok dengan Penambahan Tepung Biji Nangka pada Level Berbeda
Bakso adalah produk olahan daging yang terknenal di Indonesia, memiliki tekstur kenyal, cita rasa yang gurih, terbuat dari kombinasi daging giling, tepung dan bumbu yang dibentuk b...
PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN RAGI ROTI DAN RAGI TAPE PADA PROSES FERMENTASI BIOETANOL DARI BIJI BUAH DURIAN, NANGKA DAN MANGGA
PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN RAGI ROTI DAN RAGI TAPE PADA PROSES FERMENTASI BIOETANOL DARI BIJI BUAH DURIAN, NANGKA DAN MANGGA
Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan energi mengakibatkan ketersediaan energi menipis. Biomasa (biji buah - buahan) mulai dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol untu...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
Uji Selera Kue Apem Kukus Substitusi Tepung Biji Nangka
Uji Selera Kue Apem Kukus Substitusi Tepung Biji Nangka
Biji nangka (Artocarpus heterophyllus) merupakan hasil samping pengolahan buah nangka yang produksinya melimpah di Provinsi Bali, namun pemanfaatannya masih terbatas dan kerap dian...
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Perbedaan morfologi antara jenis-jenis salak terkadang terlihat mencolok, misalnya mengenai jumlah biji dalam satu buah salak serta ukuran buahnya. Ada buah salak yang terdiri dar...

