Javascript must be enabled to continue!
OPTIMASI FORMULASI BISKUIT TEPUNG JERAMI NANGKA SEBAGAI SUMBER PANGAN FUNGSIONAL (BETAKAROTEN)
View through CrossRef
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk pencapaian ketahanan pangan Indonesia melalui pembangunan industri hilir berbahan baku tepung nangka, tepung biji nangka, dan tepung jerami nangka. Tujuan khususnya adalah untuk melakukan kajian mengenai optimasi formulasi biskuit berbahan dasar tepung jerami nangka dengan menggunakan aplikasi Design Expert metode Mixture D-Optimal.Penelitian ini dilakukan melalui 5 tahapan. tahap pertama adalah analisis bahan baku, tahap kedua adalah penentuan variabel dan penentuan respon, tahap ketiga adalah penentuan formulasi dengan Design Expert metode Mixture D-Optimal, tahap keempat adalah pembuatan dan pengujian respon produk,dan tahap kelima adalah penentuan formula terpilih dan pengujian formula terpilih. Bahan-bahan yang digunakan yaitu : tepung jerami nangka, tepung biji nangka, tepung nangka, air, gula stevia, margarin, garam dapur, telur, dan natrium bikarbonat. Dengan respon yang akan digunakan adalah kadar vitamin A. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Design Expert Metode Mixture D-Optimal dapat digunakan untuk mengoptimasi proses pembuatan biskuit tepung jerami nangka dengan nilai desirability 0,899.
Title: OPTIMASI FORMULASI BISKUIT TEPUNG JERAMI NANGKA SEBAGAI SUMBER PANGAN FUNGSIONAL (BETAKAROTEN)
Description:
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk pencapaian ketahanan pangan Indonesia melalui pembangunan industri hilir berbahan baku tepung nangka, tepung biji nangka, dan tepung jerami nangka.
Tujuan khususnya adalah untuk melakukan kajian mengenai optimasi formulasi biskuit berbahan dasar tepung jerami nangka dengan menggunakan aplikasi Design Expert metode Mixture D-Optimal.
Penelitian ini dilakukan melalui 5 tahapan.
tahap pertama adalah analisis bahan baku, tahap kedua adalah penentuan variabel dan penentuan respon, tahap ketiga adalah penentuan formulasi dengan Design Expert metode Mixture D-Optimal, tahap keempat adalah pembuatan dan pengujian respon produk,dan tahap kelima adalah penentuan formula terpilih dan pengujian formula terpilih.
Bahan-bahan yang digunakan yaitu : tepung jerami nangka, tepung biji nangka, tepung nangka, air, gula stevia, margarin, garam dapur, telur, dan natrium bikarbonat.
Dengan respon yang akan digunakan adalah kadar vitamin A.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Design Expert Metode Mixture D-Optimal dapat digunakan untuk mengoptimasi proses pembuatan biskuit tepung jerami nangka dengan nilai desirability 0,899.
Related Results
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
Pembuatan Cendol dari Tepung Jerami Nangka dengan Rasio Bahan yang Berbeda
Pembuatan Cendol dari Tepung Jerami Nangka dengan Rasio Bahan yang Berbeda
Buah nangka memiliki limbah berupa jerami. Jerami nangka memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan buah nangka serta memilki kandungan karbohidrat dan serat sehingga dapat di...
PEMBUATAN BAHAN DASAR BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NANGKA PADA CV. KAJEYE FOOD MALANG
PEMBUATAN BAHAN DASAR BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NANGKA PADA CV. KAJEYE FOOD MALANG
CV. Kajeye Food merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan makanan yakni keripik buah dan sayur, dengan meningkatnya produksi nangka dari tahun ke tahun akan ber...
Kerentanan Jenis Tepung terhadap Infestasi Kumbang Tepung Merah (Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae)
Kerentanan Jenis Tepung terhadap Infestasi Kumbang Tepung Merah (Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae)
ABSTRACT Susceptibility of various flour types to the investation of red flour beetle ( Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae) The research on the level of flour...
Kajian Uji Sensori Sosis Bika Dengan Variasi Jumlah Tepung Biji Nangka Dan Pasta Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus)
Kajian Uji Sensori Sosis Bika Dengan Variasi Jumlah Tepung Biji Nangka Dan Pasta Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus)
ABSTRAKBiji nangka (Artocarpus Heterophyllus) atau sering disebut beton merupakan limbah nangka yang belum banyak dimanfaatkan. Upaya diversifikasi makanan salah satunya dengan mem...
Solusi Pangan Inovatif: Pelatihan Pengolahan Biji Nangka Menjadi Tepung dan Mie Ibu-Ibu PKK Inti Kelurahan Gemolong
Solusi Pangan Inovatif: Pelatihan Pengolahan Biji Nangka Menjadi Tepung dan Mie Ibu-Ibu PKK Inti Kelurahan Gemolong
One of the main problems currently faced is the threat of a food crisis caused by the shrinking of food production land. The core members of the Family Welfare Program (PKK) in Gem...
Rekayasa Mesin Pencacah Jerami Padi
Rekayasa Mesin Pencacah Jerami Padi
ABSTRACTDesigning of Rice Straw Chopper MachineAccording to observations conducted in the field, the potential of straw wastes in Ciparay, Bandung, West Java Indonesia reaches 10-1...
BIOAVAILABILITAS FORTIFIKAN, DAYA CERNA PROTEIN, SERTA KONTRIBUSI GIZI BISKUIT YANG DITAMBAH TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) DAN DIFORTIFIKASI SENG DAN BESI
BIOAVAILABILITAS FORTIFIKAN, DAYA CERNA PROTEIN, SERTA KONTRIBUSI GIZI BISKUIT YANG DITAMBAH TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) DAN DIFORTIFIKASI SENG DAN BESI
This research aimed to evaluate the bioavailability of fortificant, protein digestibility, and nutrition contribution of biscuits supplemented with snakehead fish flour and fortifi...

