Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kebijakan Penanganan Stunting Di Kota Makassar Khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala Kecamatan Manggala
View through CrossRef
Berdasarkan data awal dari Dinas Kesehatan tahun 2024, jumlah balita stunting di Puskesmas Bangkala adalah 288 dengan prevalensi 2,79%. Data dari penanggung jawab stunting di Puskesmas Bangkala menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir, dengan 99 balita stunting pada tahun 2024 dan prevalensi 4,6%. Penelitian ini bertujuan menganalisis Kebijakan Penanganan Stunting Di Kota Makassar, Khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala, Kecamatan Manggala Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan penanganan stunting sesuai Perpres No. 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program imunisasi, pemberian vitamin A, makanan tambahan untuk anak kurus, serta pemantauan dan promosi pertumbuhan di Puskesmas Bangkala berjalan baik sesuai regulasi. Meskipun terdapat kendala kekurangan vaksin, upaya optimal tetap dilakukan. Program stunting di Puskesmas Bangkala sesuai dengan Peraturan Presiden, mencakup kegiatan seperti imunisasi, pemberian vitamin A, makanan tambahan, dan pemantauan pertumbuhan. Semua tahap dilaksanakan sesuai pedoman pemerintah, memastikan prosedur dan intervensi berjalan baik. Pendekatan holistik ini melibatkan penyuluhan, konseling, dan monitoring rutin untuk mengoptimalkan efektivitas program penanganan stunting. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan penanganan stunting di Puskesmas Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar telah dilaksanakan dengan baik. Namun, terdapat beberapa aspek yang belum maksimal, seperti ketersediaan vaksin yang kurang pada saat pelaksanaan imunisasi, sehingga sebagian balita harus menunggu pemberian imunisasi yang kemudian diarahkan ke Puskesmas Bangkala.
Universitas Muslim Indonesia
Title: Analisis Kebijakan Penanganan Stunting Di Kota Makassar Khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala Kecamatan Manggala
Description:
Berdasarkan data awal dari Dinas Kesehatan tahun 2024, jumlah balita stunting di Puskesmas Bangkala adalah 288 dengan prevalensi 2,79%.
Data dari penanggung jawab stunting di Puskesmas Bangkala menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir, dengan 99 balita stunting pada tahun 2024 dan prevalensi 4,6%.
Penelitian ini bertujuan menganalisis Kebijakan Penanganan Stunting Di Kota Makassar, Khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala, Kecamatan Manggala Tahun 2024.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan penanganan stunting sesuai Perpres No.
72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, menggunakan wawancara mendalam dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program imunisasi, pemberian vitamin A, makanan tambahan untuk anak kurus, serta pemantauan dan promosi pertumbuhan di Puskesmas Bangkala berjalan baik sesuai regulasi.
Meskipun terdapat kendala kekurangan vaksin, upaya optimal tetap dilakukan.
Program stunting di Puskesmas Bangkala sesuai dengan Peraturan Presiden, mencakup kegiatan seperti imunisasi, pemberian vitamin A, makanan tambahan, dan pemantauan pertumbuhan.
Semua tahap dilaksanakan sesuai pedoman pemerintah, memastikan prosedur dan intervensi berjalan baik.
Pendekatan holistik ini melibatkan penyuluhan, konseling, dan monitoring rutin untuk mengoptimalkan efektivitas program penanganan stunting.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan penanganan stunting di Puskesmas Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar telah dilaksanakan dengan baik.
Namun, terdapat beberapa aspek yang belum maksimal, seperti ketersediaan vaksin yang kurang pada saat pelaksanaan imunisasi, sehingga sebagian balita harus menunggu pemberian imunisasi yang kemudian diarahkan ke Puskesmas Bangkala.
Related Results
Kearifan Lokal, Fasilitas Ruang Terbuka Hijau dan Fasilitas Nelayan di Desa Nelayan Pantai Bahari
Kearifan Lokal, Fasilitas Ruang Terbuka Hijau dan Fasilitas Nelayan di Desa Nelayan Pantai Bahari
Pantai Bahari adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Indonesia. Bangkala merupakan wilayah Kabupaten Jeneponto. Sedang kab. Jenep...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
TUGAS DAN WEWENANG PEMERINTAH DALAM MELAKSANAKAN PENANGANAN FAKIR MISKIN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN
TUGAS DAN WEWENANG PEMERINTAH DALAM MELAKSANAKAN PENANGANAN FAKIR MISKIN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana tugas pemerintah dalam melaksanakan penanganan fakir miskin dan bagaimana wewenang pemerintah dalam melaksanakan p...
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Latar Belakang: Stunting pada balita memerlukan perhatian khusus karena menghambat perkembangan fisik dan mental anak, yang secara tidak langsung terkait dengan risiko penyakit dan...

