Javascript must be enabled to continue!
PELATIHAN PRAKTEK PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN KERJA BAGI PEKERJA ROSOK
View through CrossRef
Abstrak: Para pekerja rosok seringkali tidak memperhatikan kesehatannya sendiri karena rendahnya praktek personal hygiene atau sanitasi lingkungan kerja dalam pemilihan sampah. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan personal hygiene dan sanitasi lingkungan kerja bagi tukang rosok di Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk Semarang. Metode PkM meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pelatihan dan praktek, serta pendampingan bagi 39 pekerja rosok. Para pekerja rosok memiliki tingkat pengetahuan tentang personal hygiene yang rendah sehingga berdampak pada rendahnya sikap dan perilaku dalam menjaga kesehatan diri maupun lingkungan. Penyakit yang banyak dikeluhkan oleh para pekerja rosok diantaranya asam lambung, asam urat, batuk, darah tinggi, flu, gatal-gatal, diabetes, dan migrain. Pelatihan dan pemberian alat pelindung diri dapat meningkatkan praktek personal hygiene dan sanitasi lingkungan kerja rosok yang baik masing-masing sebesar 10%, serta penggunaan APD sebesar 100%, sehingga dapat terjaga status kesehatannya. Diperlukan kerjasama lintas sektor baik dari instusi pemerintah, dan berbagai stakeholder sehingga para pekerja rosok merasa diperhatikan dan mendapat kesejahteraan maupun tingkat kesehatan yang memadahi.Abstract: Due to poor personal hygiene or the sanitization of the work environment in garbage selection, garbage scavengers frequently need to pay more attention to their health. Community service (PkM) aims to improve people's hygiene and sanitation in their working environment in Kelurahan Sembungharjo, Genuk, Semarang. The PkM method includes counselling, health examination, training, practice, and assistance for 39 garbage scavengers. The results show that knowledge about personal hygiene influences garbage scavengers' attitudes and behaviours towards their health and the environment was low. Garbage scavengers frequently complain of gastric acid, uric acid, cough, high blood pressure, influenza, itching, diabetes, and migraines. It is anticipated that training and the provision of self-protection apparatus improved personal hygiene and work hygiene practices by 10%, respectively, and personal protective equipment by 100%, thereby improving their health status. There is a need for cross-sector cooperation from government institutions and various stakeholders for fraudulent employees to experience a sense of well-being and health.
Universitas Muhammadiyah Mataram
Title: PELATIHAN PRAKTEK PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN KERJA BAGI PEKERJA ROSOK
Description:
Abstrak: Para pekerja rosok seringkali tidak memperhatikan kesehatannya sendiri karena rendahnya praktek personal hygiene atau sanitasi lingkungan kerja dalam pemilihan sampah.
Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan personal hygiene dan sanitasi lingkungan kerja bagi tukang rosok di Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk Semarang.
Metode PkM meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pelatihan dan praktek, serta pendampingan bagi 39 pekerja rosok.
Para pekerja rosok memiliki tingkat pengetahuan tentang personal hygiene yang rendah sehingga berdampak pada rendahnya sikap dan perilaku dalam menjaga kesehatan diri maupun lingkungan.
Penyakit yang banyak dikeluhkan oleh para pekerja rosok diantaranya asam lambung, asam urat, batuk, darah tinggi, flu, gatal-gatal, diabetes, dan migrain.
Pelatihan dan pemberian alat pelindung diri dapat meningkatkan praktek personal hygiene dan sanitasi lingkungan kerja rosok yang baik masing-masing sebesar 10%, serta penggunaan APD sebesar 100%, sehingga dapat terjaga status kesehatannya.
Diperlukan kerjasama lintas sektor baik dari instusi pemerintah, dan berbagai stakeholder sehingga para pekerja rosok merasa diperhatikan dan mendapat kesejahteraan maupun tingkat kesehatan yang memadahi.
Abstract: Due to poor personal hygiene or the sanitization of the work environment in garbage selection, garbage scavengers frequently need to pay more attention to their health.
Community service (PkM) aims to improve people's hygiene and sanitation in their working environment in Kelurahan Sembungharjo, Genuk, Semarang.
The PkM method includes counselling, health examination, training, practice, and assistance for 39 garbage scavengers.
The results show that knowledge about personal hygiene influences garbage scavengers' attitudes and behaviours towards their health and the environment was low.
Garbage scavengers frequently complain of gastric acid, uric acid, cough, high blood pressure, influenza, itching, diabetes, and migraines.
It is anticipated that training and the provision of self-protection apparatus improved personal hygiene and work hygiene practices by 10%, respectively, and personal protective equipment by 100%, thereby improving their health status.
There is a need for cross-sector cooperation from government institutions and various stakeholders for fraudulent employees to experience a sense of well-being and health.
Related Results
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
PENGELOLAAN SEDEKAH SAMPAH ROSOK DALAM MENDUKUNG OPERASIONAL MUSOLLA AL-IKHLAS DI DESA GUYANGAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN
PENGELOLAAN SEDEKAH SAMPAH ROSOK DALAM MENDUKUNG OPERASIONAL MUSOLLA AL-IKHLAS DI DESA GUYANGAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi implementasi pelatihan manajemen pengelolaan sedekah sampah rosok sebagai upaya untuk men...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Relationship between Teachers’ Knowledge of Air Pollution and Personal Hygiene Promotion Strategy
Relationship between Teachers’ Knowledge of Air Pollution and Personal Hygiene Promotion Strategy
Bahasa Indonesia:a
Kindergarten teachers’ knowledge of air pollution is important because air pollution may negatively affect young children’s health. Teachers need adequate unders...
Beban Kerja dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tatalaksana di Unisba
Beban Kerja dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tatalaksana di Unisba
Abstract. The workload is something that arises from the interaction between the needs of the work environment that is used as a workplace, and the skills and perceptions of worker...
Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional Di Padang Dan Payakumbuh
Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional Di Padang Dan Payakumbuh
Perilaku sanitasi lingkungan mengacu pada keterlibatan warga dalam penyediaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan fasilitas dan pelayanan sanitasi lingkungan. Kajian ini bertujuan untuk...
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) yaitu segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pe...

