Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

JARAK AMAN PETUGAS SAAT PEMERIKSAAN THORAX DI RUANG CRITICAL UNIT PEMERIKSAAN RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO

View through CrossRef
Pemeriksaan radiologi onsite atau beberapa sering disebut cito-bed adalah pemeriksaan yang dilakukan di ruangan non radiologi untuk kasus tertentu dengan menggunakan sinar-x mobile. Penggunaan sinar-x pada ruangan critical unit harus mempertimbangkan aspek proteksi radiasi dimana pada ruangan tersebut terdapat pasien lain, petugas ruangan critical unit, dan petugas radiologi sementara ruangan tersebut tidak dilengkapi dengan proteksi radiasi yang optimal seperti ruangan radiologi. Ketika pengeksposan berlangsung, petugas rumah sakit diantaranya ialah dokter, perawat dan staf yang berada di ruang critical unit harus menjaga jarak dari sumber radiasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Data dikumpulkan melalui percobaan langsung dengan melakukan eksposi menggunakan faktor eksposi pemeriksaan thorax untuk pasien dewasa, anak, bayi, lalu mengukur paparan radiasi dengan surveymeter dengan jarak 1m, 2m, 3m dan 4m dari focal spot. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jarak yang aman bagi petugas radiologi ketika melakukan pemeriksaan thorax di ruang critical unit, sehingga meminimalisasi paparan yang diterima petugas. Dengan demikian, hak dan keselamatan petugas dapat terpenuhi. Hasil penelitian ini yaitu jarak aman petugas radiografer saat melakukan foto onsite di ruang critical unit untuk pasien dewasa adalah minimal 2m dari sumber radiasi, dengan nilai laju paparan terkecil berada pada sisi belakang tabung sinar-X. Kata Kunci: paparan radiasi, jarak aman petugas penyinaran, critical unit, sinar-X.
Title: JARAK AMAN PETUGAS SAAT PEMERIKSAAN THORAX DI RUANG CRITICAL UNIT PEMERIKSAAN RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO
Description:
Pemeriksaan radiologi onsite atau beberapa sering disebut cito-bed adalah pemeriksaan yang dilakukan di ruangan non radiologi untuk kasus tertentu dengan menggunakan sinar-x mobile.
Penggunaan sinar-x pada ruangan critical unit harus mempertimbangkan aspek proteksi radiasi dimana pada ruangan tersebut terdapat pasien lain, petugas ruangan critical unit, dan petugas radiologi sementara ruangan tersebut tidak dilengkapi dengan proteksi radiasi yang optimal seperti ruangan radiologi.
Ketika pengeksposan berlangsung, petugas rumah sakit diantaranya ialah dokter, perawat dan staf yang berada di ruang critical unit harus menjaga jarak dari sumber radiasi.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen.
Data dikumpulkan melalui percobaan langsung dengan melakukan eksposi menggunakan faktor eksposi pemeriksaan thorax untuk pasien dewasa, anak, bayi, lalu mengukur paparan radiasi dengan surveymeter dengan jarak 1m, 2m, 3m dan 4m dari focal spot.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jarak yang aman bagi petugas radiologi ketika melakukan pemeriksaan thorax di ruang critical unit, sehingga meminimalisasi paparan yang diterima petugas.
Dengan demikian, hak dan keselamatan petugas dapat terpenuhi.
Hasil penelitian ini yaitu jarak aman petugas radiografer saat melakukan foto onsite di ruang critical unit untuk pasien dewasa adalah minimal 2m dari sumber radiasi, dengan nilai laju paparan terkecil berada pada sisi belakang tabung sinar-X.
Kata Kunci: paparan radiasi, jarak aman petugas penyinaran, critical unit, sinar-X.

Related Results

Conference Committee
Conference Committee
Abstract Advisory Committee Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
INDIKASI MEDIS DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN POST HISTEREKTOMI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
INDIKASI MEDIS DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN POST HISTEREKTOMI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Histerektomi merupakan prosedur pembedahan ginekologi yang paling umum dilakukan pada pasien dengan tumor atau kanker ginekologi. Prevalensi histerektomi di Amerika Serikat mencapa...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
HUBUNGAN PREHOSPITAL DELAY DENGAN KEPARAHAN STROKE ISKEMIK BERDASARKAN KRITERIA NIHSS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
HUBUNGAN PREHOSPITAL DELAY DENGAN KEPARAHAN STROKE ISKEMIK BERDASARKAN KRITERIA NIHSS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
Pasien stroke di Indonesia banyak mengalami keterlambatan kedatangan ke rumah sakit atau prehospital delay. Pencegahan dalam mengurangi kematian dan meminimalkan kerusakan otak ada...
PENGALAMAN LESBIAN DALAM RUANG-RUANG KOMUNIKASI
PENGALAMAN LESBIAN DALAM RUANG-RUANG KOMUNIKASI
Ruang-ruang komunikasi seperti mengenali diri, mengenal satu sama lain, berbagi cerita bahkan mendapatkan pasangan dirasa sangat terbatas bagi perempuan lesbian, ada ruang kebisuan...
A Study on the Performance of WordSID Thorax Module for Thorax Injury Prediction in e-Bike Rider Based on Real Accident Data
A Study on the Performance of WordSID Thorax Module for Thorax Injury Prediction in e-Bike Rider Based on Real Accident Data
Purpose The purpose of this study was to evaluate the performance of the WordSID thorax module in predicting the motion and injury of the thorax for e-Bike rider, based on a r...
PERANCANGAN SISTEM DELIVERY UNTUK PT. JEJARING HIJAU INDONESIA DENGAN ARSITEKTUR MICROSERVICE
PERANCANGAN SISTEM DELIVERY UNTUK PT. JEJARING HIJAU INDONESIA DENGAN ARSITEKTUR MICROSERVICE
Jejaring Hijau Indonesia memiliki jaringan agen usaha yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Penanganan order pelanggan saat ini masih dilakukan tanpa sistem yang teri...

Back to Top