Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Latihan Continuous Running terhadap Daya Tahan Kardiovaskuler pada Tim Ekstrakurikuler Badminton di SMP Negeri 48 Pekanbaru

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh latihan continuous running terhadap daya tahan kardiovaskuler siswa yang tergabung dalam tim ekstrakurikuler badminton di SMP Negeri 48 Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 10 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Program latihan dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu, di mana setiap sesi berlangsung selama 30 menit. Daya tahan kardiovaskuler diukur menggunakan tes lari multistage (bleep test) sebelum dan setelah program latihan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor bleep test, dari 25,52 (SD = 3,39) pada pretest menjadi 37,25 (SD = 7,04) pada posttest, dengan nilai t-hitung sebesar 6,647 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan continuous running efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskuler siswa. Penelitian ini menyarankan agar pelatih dan pendidik mengintegrasikan latihan ini dalam program latihan fisik untuk meningkatkan kebugaran dan performa atlet.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau
Title: Pengaruh Latihan Continuous Running terhadap Daya Tahan Kardiovaskuler pada Tim Ekstrakurikuler Badminton di SMP Negeri 48 Pekanbaru
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh latihan continuous running terhadap daya tahan kardiovaskuler siswa yang tergabung dalam tim ekstrakurikuler badminton di SMP Negeri 48 Pekanbaru.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 10 siswa yang dipilih secara purposive sampling.
Program latihan dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu, di mana setiap sesi berlangsung selama 30 menit.
Daya tahan kardiovaskuler diukur menggunakan tes lari multistage (bleep test) sebelum dan setelah program latihan.
Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor bleep test, dari 25,52 (SD = 3,39) pada pretest menjadi 37,25 (SD = 7,04) pada posttest, dengan nilai t-hitung sebesar 6,647 (p < 0,05).
Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan continuous running efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskuler siswa.
Penelitian ini menyarankan agar pelatih dan pendidik mengintegrasikan latihan ini dalam program latihan fisik untuk meningkatkan kebugaran dan performa atlet.

Related Results

HUBUNGAN KECEPATAN, KELINCAHAN, DAN KELENTUKKAN DENGAN MENGGIRING BOLA SISWA EKSTRAKURIKULER SMP NEGERI 1 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR
HUBUNGAN KECEPATAN, KELINCAHAN, DAN KELENTUKKAN DENGAN MENGGIRING BOLA SISWA EKSTRAKURIKULER SMP NEGERI 1 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; A(1) Apakah ada hubungan kecepatan dengan kemampuan menggiring bola pada siswa ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Muara Badak Filial "Tanah Dat...
Perbandingan Pengaruh Latihan Lari Melewati Bilah Dengan Latihan Lari Mengangkat Paha Terhadap Peningkatan Power Tungkai Pada Siswa
Perbandingan Pengaruh Latihan Lari Melewati Bilah Dengan Latihan Lari Mengangkat Paha Terhadap Peningkatan Power Tungkai Pada Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh latihan lari melewati bilah dengan latihan lari mengangkat paha terhadap peningkatan power tungkai pada Sisw...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perbandingan Pengaruh Latihan Fartlek Dengan Latihan Sirkuit Training Terhadap Kapasitas Kerja Maksimal VO2 Max Pada Siswa MAN 1 Makassar.
Perbandingan Pengaruh Latihan Fartlek Dengan Latihan Sirkuit Training Terhadap Kapasitas Kerja Maksimal VO2 Max Pada Siswa MAN 1 Makassar.
This research is a descriptive study to determine (1) the effect of fartlek training on maximal working capacity of VO2 Max in MAN 1 Makassar (2) to determine the circuit training ...
PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PROGRAM LATIHAN AEROBIK
PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PROGRAM LATIHAN AEROBIK
Latihan aerobik merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang terbukti memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan kardiovaskuler. Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Re...

Back to Top