Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Anatomi Aneurisma dengan Endoleak Tipe 1a pada Reparasi Aneurisma Aorta Abdominalis (EVAR)
View through CrossRef
Latar Belakang: Endoleak tipe 1a banyak ditemukan pada AAA dengan anatomi sulit. Sebelum tindakan EVAR, anatomi AAA perlu dinilai dan pitfall dikenali agar dapat mempersiapkan tindakan tambahan ataupun mempertimbangkan pembedahan terbuka. Belum banyak penelitian yang menggambarkan anatomi aneurisma pasien Asia dan kaitannya dengan kesuksesan dan kesulitan saat EVAR.
Metode: Desain penelitian adalah cross–sectional pada pasien AAA yang menjalani EVAR oleh tim vaskular dan endovaskular FKUI-RSCM tahun 2013-2017. Pasien AAA yang disertai aneurisma torakal dieksklusikan. Untuk mengetahui adanya hubungan antara anatomi dengan kejadian endoleak tipe 1a dilakukan uji unpaired t-test atau Mann – Whitney test tergantung dengan distribusi data.
Hasil: Didapatkan 55 subjek, 52 (94,5%) pria dan tiga (5,5%) wanita. Semua berusia di atas 60 tahun; rata-rata usia 70,2 (SD±5,8) tahun. Ditemukan enam kasus Endoleak tipe 1a (10,9%), dua tipe 1b dua (3,6%) dan tipe 4 satu kasus (1,8%). Rata-rata diameter leher proksimal 21,8 (SD±3,8) mm, median panjang 20 (10,1-61,9) mm dan rata-rata angulasi 138,8 (SD±26,7) derajat. Rata-rata panjang aneurisma 128,1 (25,4) mm dengan median diameter 58,8 (27,5-143,2) mm. Derajat keparahan anatomi diameter leher proksimal terdapat 29 (52,7%) pada kelompok absen, 12 (23,6%) ringan, 8 (14,5%) sedang dan 5 (9,1%) berat; Panjang leher proksimal, 21 (38,2%) dalam kelompok absen, 27 (49,1%) ringan dan 7 (12,7%) sedang. Derajat keparahan angulasi leher proksimal didapatkan 17 (30,9%) absen, 9 (16,4%) ringan, 16 (29,1%) sedang dan 13 (23,6%) berat. Derajat keparahan aneurisma paling banyak didapatkan dalam kelompok berat 34 (61,8%) diikuti dengan kelompok sedang 13 (23,6%), ringan 5 (9,1%) dan absen 3 (5,5%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara terjadinya endoleak tipe 1a dengan panjang aneurisma (p = 0,740), diameter aneurisma (p = 0,466), panjang leher proksimal (p = 0,253), diameter leher proksimal (p = 0,766) maupun angulasi leher proksimal (p = 0,090).
Simpulan: Endoleak didapatkan pada sembilan subjek dengan tipe endoleak terbanyak adalah endoleak tipe 1a, tidak berbeda dengan yang didapatkan pada penelitian lain di dunia. Berdasarkan data yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa EVAR, dengan stent-graft yang digunakan, masih dapat dipertimbangkan bahkan pada anatomi aneurisma yang sulit dengan persiapan yang baik.
Jurnal Ilmu Bedah Indonesia, Universitas Indonesia
Title: Hubungan Anatomi Aneurisma dengan Endoleak Tipe 1a pada Reparasi Aneurisma Aorta Abdominalis (EVAR)
Description:
Latar Belakang: Endoleak tipe 1a banyak ditemukan pada AAA dengan anatomi sulit.
Sebelum tindakan EVAR, anatomi AAA perlu dinilai dan pitfall dikenali agar dapat mempersiapkan tindakan tambahan ataupun mempertimbangkan pembedahan terbuka.
Belum banyak penelitian yang menggambarkan anatomi aneurisma pasien Asia dan kaitannya dengan kesuksesan dan kesulitan saat EVAR.
Metode: Desain penelitian adalah cross–sectional pada pasien AAA yang menjalani EVAR oleh tim vaskular dan endovaskular FKUI-RSCM tahun 2013-2017.
Pasien AAA yang disertai aneurisma torakal dieksklusikan.
Untuk mengetahui adanya hubungan antara anatomi dengan kejadian endoleak tipe 1a dilakukan uji unpaired t-test atau Mann – Whitney test tergantung dengan distribusi data.
Hasil: Didapatkan 55 subjek, 52 (94,5%) pria dan tiga (5,5%) wanita.
Semua berusia di atas 60 tahun; rata-rata usia 70,2 (SD±5,8) tahun.
Ditemukan enam kasus Endoleak tipe 1a (10,9%), dua tipe 1b dua (3,6%) dan tipe 4 satu kasus (1,8%).
Rata-rata diameter leher proksimal 21,8 (SD±3,8) mm, median panjang 20 (10,1-61,9) mm dan rata-rata angulasi 138,8 (SD±26,7) derajat.
Rata-rata panjang aneurisma 128,1 (25,4) mm dengan median diameter 58,8 (27,5-143,2) mm.
Derajat keparahan anatomi diameter leher proksimal terdapat 29 (52,7%) pada kelompok absen, 12 (23,6%) ringan, 8 (14,5%) sedang dan 5 (9,1%) berat; Panjang leher proksimal, 21 (38,2%) dalam kelompok absen, 27 (49,1%) ringan dan 7 (12,7%) sedang.
Derajat keparahan angulasi leher proksimal didapatkan 17 (30,9%) absen, 9 (16,4%) ringan, 16 (29,1%) sedang dan 13 (23,6%) berat.
Derajat keparahan aneurisma paling banyak didapatkan dalam kelompok berat 34 (61,8%) diikuti dengan kelompok sedang 13 (23,6%), ringan 5 (9,1%) dan absen 3 (5,5%).
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara terjadinya endoleak tipe 1a dengan panjang aneurisma (p = 0,740), diameter aneurisma (p = 0,466), panjang leher proksimal (p = 0,253), diameter leher proksimal (p = 0,766) maupun angulasi leher proksimal (p = 0,090).
Simpulan: Endoleak didapatkan pada sembilan subjek dengan tipe endoleak terbanyak adalah endoleak tipe 1a, tidak berbeda dengan yang didapatkan pada penelitian lain di dunia.
Berdasarkan data yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa EVAR, dengan stent-graft yang digunakan, masih dapat dipertimbangkan bahkan pada anatomi aneurisma yang sulit dengan persiapan yang baik.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Videolaparoscopic-Guided Saccography and Direct Sac Embolization After Standard EVAR
Videolaparoscopic-Guided Saccography and Direct Sac Embolization After Standard EVAR
Introduction:
The occurrence of type II endoleak (T2EL) presents a significant challenge in standard endovascular aneurysm repair (EVAR), with ongoing debate in...
Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Aman dan Tipe Bahaya di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2022-2024
Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Aman dan Tipe Bahaya di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2022-2024
Abstract: Chronic suppurative otitis media (CSOM) is a chronic inflammation of the middle ear and mastoid cavity marked by tympanic membrane perforation and persistent or recurrent...
Meta-analysis of individual-patient data from EVAR-1, DREAM, OVER and ACE trials comparing outcomes of endovascular or open repair for abdominal aortic aneurysm over 5 years
Meta-analysis of individual-patient data from EVAR-1, DREAM, OVER and ACE trials comparing outcomes of endovascular or open repair for abdominal aortic aneurysm over 5 years
Abstract
Background
The erosion of the early mortality advantage of elective endovascular aneurysm repair (EVAR) compared with o...
Clinical Outcomes After Endovascular Repair and Open Surgery to Treat Immunoglobulin G4–Related and Nonrelated Inflammatory Abdominal Aortic Aneurysms
Clinical Outcomes After Endovascular Repair and Open Surgery to Treat Immunoglobulin G4–Related and Nonrelated Inflammatory Abdominal Aortic Aneurysms
Purpose: To compare the follow-up results of endovascular aneurysm repair (EVAR) vs open surgery (OS) for inflammatory abdominal aortic aneurysms (IAAAs) with regard to immunoglobu...
Five-year survival after elective open and endovascular aortic aneurysm repair
Five-year survival after elective open and endovascular aortic aneurysm repair
Background and objective:
Current evidence suggests short-term survival benefit from endovascular aneurysm repair (EVAR) versus open surgical repair (OSR) in el...
Systematic review and network meta-analysis of pre-emptive embolization of the aneurysm sac side branches and aneurysm sac coil embolization to improve the outcomes of endovascular aneurysm repair
Systematic review and network meta-analysis of pre-emptive embolization of the aneurysm sac side branches and aneurysm sac coil embolization to improve the outcomes of endovascular aneurysm repair
ObjectivePrevious reports have revealed a high incidence of type II endoleak (T2EL) after endovascular aneurysm repair (EVAR). The incidence of T2EL after EVAR is reduced by pre-em...
Langzeitergebnisse nach endovaskulärer und offener Versorgung des rupturierten Bauchaortenaneurysmas – eine Propensity-Score-Analyse
Langzeitergebnisse nach endovaskulärer und offener Versorgung des rupturierten Bauchaortenaneurysmas – eine Propensity-Score-Analyse
Zusammenfassung
Hintergrund In dieser retrospektiven Propensity-Score-gematchten Studie sollten die perioperative Letalität und das Langzeitüberleben bis zu 9 Jahre nach ...

