Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Childfree Perspektif Psikologi Dan Hukum Islam

View through CrossRef
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah psikologis yang dialami oleh pasangan yang memutuskan childfree, Para pasangan yang memutuskan childfree biasanya menganggap bahwa memiliki anak atau tidak adalah hak pribadi dan hak asasi manusia yang tidak bisa dipaksakan oleh siapapun. Penelitian ini merupakan penelitian Pustaka dengan pendekatan psikologi untuk mengetahui realita pasangan dalam memutuskan untuk childfree, serta pendekatan normative untuk mengetahui hukum childfree dalam islam. dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa ada beberapa faktor pasangan memilih untuk childfree diantaranya faktor ekonomi, mental, personal dan pengalaman pribadi, faktor budaya dan over populasi. Selain itu Pasangan yang memutuskan childfree secara signifikan kurang terpenuhi secara psikologis dibandingkan dengan pasangan yang memiliki anak dan seorang wanita yang memiliki anak mempunyai sisi emosional yang lebih peduli dan stabil dibandingkan mereka yang memutuskan untuk childfree. Dan sebetulnya ketika pasangan memilih untuk childfree itu terdapat masalah psikologis didalamnya diantara adalah Social Concern dan juga Relationship Concern. Dan keluarga yang memilih untuk Childfree, jelas akan bertolak belakang dengan narasi agama yang justru menganjurkan adanya keberadaan seorang anak ditengah-tengah keluarga. Dalam agama Islam sendiri, keberadaan anak dapat menjadi jembatan bagi orang tua untuk dapat berperan dan berkontribusi penting dalam memajukan peradaban dimasa yang akan datang. Kata Kunci: Childfree, Psikologi, Hukum Islam
Title: Childfree Perspektif Psikologi Dan Hukum Islam
Description:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah psikologis yang dialami oleh pasangan yang memutuskan childfree, Para pasangan yang memutuskan childfree biasanya menganggap bahwa memiliki anak atau tidak adalah hak pribadi dan hak asasi manusia yang tidak bisa dipaksakan oleh siapapun.
Penelitian ini merupakan penelitian Pustaka dengan pendekatan psikologi untuk mengetahui realita pasangan dalam memutuskan untuk childfree, serta pendekatan normative untuk mengetahui hukum childfree dalam islam.
dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa ada beberapa faktor pasangan memilih untuk childfree diantaranya faktor ekonomi, mental, personal dan pengalaman pribadi, faktor budaya dan over populasi.
Selain itu Pasangan yang memutuskan childfree secara signifikan kurang terpenuhi secara psikologis dibandingkan dengan pasangan yang memiliki anak dan seorang wanita yang memiliki anak mempunyai sisi emosional yang lebih peduli dan stabil dibandingkan mereka yang memutuskan untuk childfree.
Dan sebetulnya ketika pasangan memilih untuk childfree itu terdapat masalah psikologis didalamnya diantara adalah Social Concern dan juga Relationship Concern.
Dan keluarga yang memilih untuk Childfree, jelas akan bertolak belakang dengan narasi agama yang justru menganjurkan adanya keberadaan seorang anak ditengah-tengah keluarga.
Dalam agama Islam sendiri, keberadaan anak dapat menjadi jembatan bagi orang tua untuk dapat berperan dan berkontribusi penting dalam memajukan peradaban dimasa yang akan datang.
Kata Kunci: Childfree, Psikologi, Hukum Islam.

Related Results

Analisis Fenomena Childfree di Indonesia
Analisis Fenomena Childfree di Indonesia
Abstract. Choosing not to have children or known as childfree is considered taboo and out of the values adopted in society even in Islam, and is a selfish and individualistic behav...
FENOMENA GAYA HIDUP CHILDFREE DALAM PANDANGAN ETIKA KRISTEN
FENOMENA GAYA HIDUP CHILDFREE DALAM PANDANGAN ETIKA KRISTEN
The child-free lifestyle, namely those who get married but decide not to have children, seems to be increasingly prevalent in Indonesia. And there are various reasons behind it. Th...
Prevalence and characteristics of childfree adults in Michigan (USA)
Prevalence and characteristics of childfree adults in Michigan (USA)
Childfree individuals choose not to have children, which makes them a distinctive group from parents who have had children, not-yet-parents who plan to have children, and childless...
CHILDFREE DALAM PANDANGAN MAQASHID SYARIAH
CHILDFREE DALAM PANDANGAN MAQASHID SYARIAH
Childfree sebagai fenomena sosial kerap dibenturkan atau justru diafirmasi dengan dalil-dalil agama. Baik pada kalangan yang mendukung maupun yang menolak, penggunaan dalil-dalil a...
WANITA DEWASA AWAL CHILDFREE: TINJAUAN PSIKOKULTURAL
WANITA DEWASA AWAL CHILDFREE: TINJAUAN PSIKOKULTURAL
Pilihan seseorang untuk tidak memiliki anak dikenal dengan istilah childfree. Individu yang mengakui dirinya sebagai childfree memilih secara sadar bahwa tidak ingin memiliki anak....
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
CHILDFREE DALAM PERJANJIAN PRANIKAH PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA
CHILDFREE DALAM PERJANJIAN PRANIKAH PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA
Perkawinan sebagai salah satu bentuk ibadah yang bertujuan untuk memenuhi perintah Allah dan Rasulullah dalam rangka mendirikan keluarga yang harmonis dan bahagia serta memilki ket...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...

Back to Top