Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

CHILDFREE DALAM PANDANGAN MAQASHID SYARIAH

View through CrossRef
Childfree sebagai fenomena sosial kerap dibenturkan atau justru diafirmasi dengan dalil-dalil agama. Baik pada kalangan yang mendukung maupun yang menolak, penggunaan dalil-dalil agama kerap digunakan untuk melegitimasi atau mendelegitimasi apakah perilaku Childfree dapat diterima atau ditolak dalam syariat Islam. Penelitian ini berupaya mendialogkan diskursus tersebut dalam kerangka maqashid as-syariah. Dalam penelitian ini dibahas tentang faktor-faktor apa saja yang membuat seseorang mengambil pilihan hidup Childfree, bagaimana Childfree dalam pandangan hukum Islam, serta bagaiamana pandangan maqashid syariah mengenai fenomena Childfree yang tengah menjadi isu hangat di tengah-tengah masyarakat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki keturunan bukanlah sebuah kewajiban melainkan  hak yang bisa dipilih atau ditinggalkan dengan penuh pertimbangan dan rasa tanggung jawab. Dari segi hukum Islam, tidak adanya nash yang sarih atau secara tegas melarang praktik ‘azl yang secara substansial memiliki kesamaan dengan Childfree menunjukkan bahwa tindakan Childfree tidak dilarang dalam secara syariat. Sementara dalam pandangan maqashid tindakan Childfree bisa terwujud dalam berbagai aspek usul al-khamsah  bergantung pada illat (faktor) yang mendorong seseorang mengambil keputusan sebagai penganut Childfree. Kata Kunci : Childfree, Hukum Islam, Maqashid syariah
LPPM Universitas Ibn Khaldun Bogor
Title: CHILDFREE DALAM PANDANGAN MAQASHID SYARIAH
Description:
Childfree sebagai fenomena sosial kerap dibenturkan atau justru diafirmasi dengan dalil-dalil agama.
Baik pada kalangan yang mendukung maupun yang menolak, penggunaan dalil-dalil agama kerap digunakan untuk melegitimasi atau mendelegitimasi apakah perilaku Childfree dapat diterima atau ditolak dalam syariat Islam.
Penelitian ini berupaya mendialogkan diskursus tersebut dalam kerangka maqashid as-syariah.
Dalam penelitian ini dibahas tentang faktor-faktor apa saja yang membuat seseorang mengambil pilihan hidup Childfree, bagaimana Childfree dalam pandangan hukum Islam, serta bagaiamana pandangan maqashid syariah mengenai fenomena Childfree yang tengah menjadi isu hangat di tengah-tengah masyarakat ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki keturunan bukanlah sebuah kewajiban melainkan  hak yang bisa dipilih atau ditinggalkan dengan penuh pertimbangan dan rasa tanggung jawab.
Dari segi hukum Islam, tidak adanya nash yang sarih atau secara tegas melarang praktik ‘azl yang secara substansial memiliki kesamaan dengan Childfree menunjukkan bahwa tindakan Childfree tidak dilarang dalam secara syariat.
Sementara dalam pandangan maqashid tindakan Childfree bisa terwujud dalam berbagai aspek usul al-khamsah  bergantung pada illat (faktor) yang mendorong seseorang mengambil keputusan sebagai penganut Childfree.
Kata Kunci : Childfree, Hukum Islam, Maqashid syariah.

Related Results

FENOMENA GAYA HIDUP CHILDFREE DALAM PANDANGAN ETIKA KRISTEN
FENOMENA GAYA HIDUP CHILDFREE DALAM PANDANGAN ETIKA KRISTEN
The child-free lifestyle, namely those who get married but decide not to have children, seems to be increasingly prevalent in Indonesia. And there are various reasons behind it. Th...
Analisis Fenomena Childfree di Indonesia
Analisis Fenomena Childfree di Indonesia
Abstract. Choosing not to have children or known as childfree is considered taboo and out of the values adopted in society even in Islam, and is a selfish and individualistic behav...
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Abstract The era of disruption has presented a new phenomenon in wedding procedures, namely digital weddings.  The emergence of digital marriage raises questions about its validity...
Prevalence and characteristics of childfree adults in Michigan (USA)
Prevalence and characteristics of childfree adults in Michigan (USA)
Childfree individuals choose not to have children, which makes them a distinctive group from parents who have had children, not-yet-parents who plan to have children, and childless...
WANITA DEWASA AWAL CHILDFREE: TINJAUAN PSIKOKULTURAL
WANITA DEWASA AWAL CHILDFREE: TINJAUAN PSIKOKULTURAL
Pilihan seseorang untuk tidak memiliki anak dikenal dengan istilah childfree. Individu yang mengakui dirinya sebagai childfree memilih secara sadar bahwa tidak ingin memiliki anak....
Telaah Atas Konsep Khilafah Al-Mawardi (Studi Deskriptif Analisis)
Telaah Atas Konsep Khilafah Al-Mawardi (Studi Deskriptif Analisis)
<p><strong>Abstract</strong><strong></strong></p><p>Al-Mawardi was a Muslim scholar who was very well known for his Islamic political theo...
Childfree Perspektif Psikologi Dan Hukum Islam
Childfree Perspektif Psikologi Dan Hukum Islam
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah psikologis yang dialami oleh pasangan yang memutuskan childfree, Para pasangan yang memutuskan childfree biasanya mengang...

Back to Top