Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Akidah dalam Film “Siksa Kubur” Karya Joko Anwar

View through CrossRef
Abstrak. Di tengah arus modernisasi dan dominasi media digital, pemahaman terhadap nilai-nilai akidah Islam mengalami tantangan, khususnya di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan hiburan visual dibandingkan pembelajaran agama formal. Film sebagai media populer memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif. Film Siksa Kubur karya Joko Anwar (2024) menjadi salah satu contoh film horor religi yang secara eksplisit mengangkat tema kehidupan setelah mati, azab kubur, dan pentingnya keimanan kepada Allah Swt. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan akidah dalam film tersebut serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap alur cerita, dialog, simbol visual, dan pesan moral dalam film. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini memuat nilai-nilai akidah, antara lain keimanan kepada Allah, malaikat, hari kiamat, kesadaran akan tobat, dan takdir. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui pendekatan naratif dan visual yang kuat, menyentuh aspek emosional dan spiritual penonton. Film ini tidak hanya memperkuat keyakinan (tasdiq), tetapi juga mendorong pengamalan iman (tathbiq) dalam kehidupan sehari-hari. Dengan gaya penyampaian yang kontekstual dan komunikatif, film ini dapat menjadi media dakwah yang relevan bagi generasi modern. Kesimpulannya, Siksa Kubur layak dijadikan sarana refleksi dan pembelajaran akidah yang efektif dalam memperkuat keimanan dan membentuk karakter Islami. Abstract. Amid the wave of modernization and the dominance of digital media, the understanding of Islamic creed (ʿaqīdah) values faces significant challenges, especially among younger generations who are more familiar with visual entertainment than formal religious education. Film, as a popular medium, holds great potential in effectively conveying religious messages. Siksa Kubur (The Grave’s Torment), directed by Joko Anwar in 2024, stands as a religious horror film that explicitly raises themes of life after death, the torment of the grave, and the importance of faith in Allah (SWT). This study aims to analyze the values of ʿaqīdah education contained in the film and its relevance to contemporary Islamic education. A descriptive qualitative approach was used with content analysis techniques. Data were collected through observation of the storyline, dialogue, visual symbols, and moral messages presented in the film. The results show that the film contains several ʿaqīdah values, including faith in Allah, angels, the Day of Judgment, awareness of repentance, and destiny. These values are conveyed through strong narrative and visual approaches that touch the emotional and spiritual aspects of the audience. The film not only reinforces belief (taṣdīq) but also encourages the practical application of faith (taṭbīq) in everyday life. With its contextual and communicative delivery, this film serves as a relevant medium for Islamic preaching in a modern context. In conclusion, Siksa Kubur is a valuable tool for reflection and ʿaqīdah education, effectively strengthening faith and promoting Islamic character development.
Title: Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Akidah dalam Film “Siksa Kubur” Karya Joko Anwar
Description:
Abstrak.
Di tengah arus modernisasi dan dominasi media digital, pemahaman terhadap nilai-nilai akidah Islam mengalami tantangan, khususnya di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan hiburan visual dibandingkan pembelajaran agama formal.
Film sebagai media populer memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif.
Film Siksa Kubur karya Joko Anwar (2024) menjadi salah satu contoh film horor religi yang secara eksplisit mengangkat tema kehidupan setelah mati, azab kubur, dan pentingnya keimanan kepada Allah Swt.
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan akidah dalam film tersebut serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi.
Data diperoleh melalui pengamatan terhadap alur cerita, dialog, simbol visual, dan pesan moral dalam film.
Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini memuat nilai-nilai akidah, antara lain keimanan kepada Allah, malaikat, hari kiamat, kesadaran akan tobat, dan takdir.
Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui pendekatan naratif dan visual yang kuat, menyentuh aspek emosional dan spiritual penonton.
Film ini tidak hanya memperkuat keyakinan (tasdiq), tetapi juga mendorong pengamalan iman (tathbiq) dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan gaya penyampaian yang kontekstual dan komunikatif, film ini dapat menjadi media dakwah yang relevan bagi generasi modern.
Kesimpulannya, Siksa Kubur layak dijadikan sarana refleksi dan pembelajaran akidah yang efektif dalam memperkuat keimanan dan membentuk karakter Islami.
Abstract.
Amid the wave of modernization and the dominance of digital media, the understanding of Islamic creed (ʿaqīdah) values faces significant challenges, especially among younger generations who are more familiar with visual entertainment than formal religious education.
Film, as a popular medium, holds great potential in effectively conveying religious messages.
Siksa Kubur (The Grave’s Torment), directed by Joko Anwar in 2024, stands as a religious horror film that explicitly raises themes of life after death, the torment of the grave, and the importance of faith in Allah (SWT).
This study aims to analyze the values of ʿaqīdah education contained in the film and its relevance to contemporary Islamic education.
A descriptive qualitative approach was used with content analysis techniques.
Data were collected through observation of the storyline, dialogue, visual symbols, and moral messages presented in the film.
The results show that the film contains several ʿaqīdah values, including faith in Allah, angels, the Day of Judgment, awareness of repentance, and destiny.
These values are conveyed through strong narrative and visual approaches that touch the emotional and spiritual aspects of the audience.
The film not only reinforces belief (taṣdīq) but also encourages the practical application of faith (taṭbīq) in everyday life.
With its contextual and communicative delivery, this film serves as a relevant medium for Islamic preaching in a modern context.
In conclusion, Siksa Kubur is a valuable tool for reflection and ʿaqīdah education, effectively strengthening faith and promoting Islamic character development.

Related Results

Ziarah Kubur
Ziarah Kubur
Ziarah kubur adalah tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim untuk mengunjungi dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal. Biasanya, ziarah kubur dilakukan pada hari-hari terten...
Analisis Semiotika Ronal Barthes Pada Film Siksa Kubur Karya Joko Anwar Tahun 2024
Analisis Semiotika Ronal Barthes Pada Film Siksa Kubur Karya Joko Anwar Tahun 2024
Film "Siksa Kubur" karya Joko Anwar (2024) merupakan karya yang menggabungkan elemen horor dan drama untuk menyampaikan pesan moral yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk me...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi ziarah kubur di Pura Langgar yang dilakukan umat Islam Jawa di Kampung Hindu Desa pakraman Bunutin Bangli Bali sebagai perwujudan dari moderasi beragama dan akulturasi buda...
ANALISIS MAKNA VISUAL PADA POSTER FILM ‘SIKSA NERAKA’
ANALISIS MAKNA VISUAL PADA POSTER FILM ‘SIKSA NERAKA’
ABSTRACT A film is a medium of communication to deliver messages to the public. They serve not only as a medium of entertainment but also as an educational and informative tool co...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...

Back to Top