Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH SUHU AKTIVASI DAN KONSENTRASI H₃PO₄ PADA KARAKTERISTIK KARBON AKTIF BUAH MANGROVE: STUDI KADAR AIR DAN DAYA SERAP IOD

View through CrossRef
Abstrak:Buah Mangrove (Sonneratia caseolaris) merupakan bagian dari tanaman mangrove yang jarang dimanfaatkan dan berpotensi menjadi bahan baku untuk pembuatan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu aktivasi dan konsentrasi aktivator H₃PO₄ buah Mangrove (Sonneratia caseolaris) terhadap kualitas karbon aktif. Kualitas karbon aktif dianalisis berdasarkan SNI No. 06-3730-1995 dan SII No. 0258-79 meliputi kadar air dan daya serap terhadap iodium. Penelitian ini dilakukan pada variabel bebas suhu aktivasi (60, 70, 80, 90, 100, 110°C) dan konsentrasi aktivator H₃PO₄ (10, 20, 30, 40, 50, 60%). Buah Mangrove dikarbonisasi menggunakan pirolisator dengan suhu pirolisis 300°C selama 6 jam dan didapatkan nilai rendemen karbon sebesar 11,22%. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif terbaik pada variasi suhu aktivasi diperoleh pada suhu 90°C dengan kadar air terendah sebesar 4,79% dan suhu 70°C dengan daya serap iodine tertinggi sebesar 233,723 mg/g. Sementara itu, pada variasi konsentrasi H₃PO₄, kadar air terendah pada konsentrasi 60% sebesar 0,29%, sedangkan daya serap iodine tertinggi sebesar 418,895 mg/g dicapai pada konsentrasi 20%. Kadar air karbon aktif telah memenuhi standar SNI dan SII. Meskipun daya serap iod belum memenuhi standar SNI, hasilnya telah sesuai dengan standar SII. Kata kunci: karbon aktif, mangrove, pirolisis, asam fosfat (H₃PO₄)
Title: PENGARUH SUHU AKTIVASI DAN KONSENTRASI H₃PO₄ PADA KARAKTERISTIK KARBON AKTIF BUAH MANGROVE: STUDI KADAR AIR DAN DAYA SERAP IOD
Description:
Abstrak:Buah Mangrove (Sonneratia caseolaris) merupakan bagian dari tanaman mangrove yang jarang dimanfaatkan dan berpotensi menjadi bahan baku untuk pembuatan karbon aktif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu aktivasi dan konsentrasi aktivator H₃PO₄ buah Mangrove (Sonneratia caseolaris) terhadap kualitas karbon aktif.
Kualitas karbon aktif dianalisis berdasarkan SNI No.
06-3730-1995 dan SII No.
0258-79 meliputi kadar air dan daya serap terhadap iodium.
Penelitian ini dilakukan pada variabel bebas suhu aktivasi (60, 70, 80, 90, 100, 110°C) dan konsentrasi aktivator H₃PO₄ (10, 20, 30, 40, 50, 60%).
Buah Mangrove dikarbonisasi menggunakan pirolisator dengan suhu pirolisis 300°C selama 6 jam dan didapatkan nilai rendemen karbon sebesar 11,22%.
Penelitian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif terbaik pada variasi suhu aktivasi diperoleh pada suhu 90°C dengan kadar air terendah sebesar 4,79% dan suhu 70°C dengan daya serap iodine tertinggi sebesar 233,723 mg/g.
Sementara itu, pada variasi konsentrasi H₃PO₄, kadar air terendah pada konsentrasi 60% sebesar 0,29%, sedangkan daya serap iodine tertinggi sebesar 418,895 mg/g dicapai pada konsentrasi 20%.
Kadar air karbon aktif telah memenuhi standar SNI dan SII.
Meskipun daya serap iod belum memenuhi standar SNI, hasilnya telah sesuai dengan standar SII.
Kata kunci: karbon aktif, mangrove, pirolisis, asam fosfat (H₃PO₄).

Related Results

KARBON AKTIF TEMPURUNG BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) MENGGUNAKAN AKTIVATOR NACL
KARBON AKTIF TEMPURUNG BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) MENGGUNAKAN AKTIVATOR NACL
Tempurung buah nipah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karbon aktif setelah melakukan proses aktivasi secara fisika dan kimia hal ini terlihat dari mayoritas hasil pengujian ya...
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET MELALUI KARBONASI SUHU 600ºC DENGAN AKTIVATOR KOH
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET MELALUI KARBONASI SUHU 600ºC DENGAN AKTIVATOR KOH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum konsentrasi aktivator KOH dari karbon aktif cangkang buah karet dan kualitasnya. Proses karbonisasi karbon aktif dilakukan...
PENGARUH PRETREATMENT TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF DARI BATANG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes)
PENGARUH PRETREATMENT TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF DARI BATANG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes)
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas karbon aktif dari batang eceng gondok yang melalui proses pretreatment dan tanpa pretreatment. Eceng gondok dipilih karena mer...
AKTIVASI KIMIA-FISIK LIMBAH SERUTAN ROTAN MENJADI KARBON AKTIF
AKTIVASI KIMIA-FISIK LIMBAH SERUTAN ROTAN MENJADI KARBON AKTIF
Limbah rotan dari industri kerajinan dan mebel berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif karena memiliki kandungan holoselulosa dan kadar karbon yang tin...
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
E EFEKTIFITAS KARBON AKTIF TONGKOL JAGUNG TERHADAP KADAR pH, TSS DAN TDS PADA LIMBAH CAIR PT PERTA SAMTAN GAS
E EFEKTIFITAS KARBON AKTIF TONGKOL JAGUNG TERHADAP KADAR pH, TSS DAN TDS PADA LIMBAH CAIR PT PERTA SAMTAN GAS
Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia selain gandum dan padi. Jagung menghasilkan limbah padat berupa daun jagung dan...
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Buah pisang adalah sumber pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Bagian lain dari buah pisang yaitu bagian kulit dapat dimanfaatkan sebaga...

Back to Top