Javascript must be enabled to continue!
Peran Mediasi Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kepatuhan Kebijakan Kehadiran Pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Tarumajaya
View through CrossRef
Kepatuhan terhadap kebijakan kehadiran tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam menjamin mutu, keselamatan, dan kesinambungan pelayanan rumah sakit. Namun, fenomena keterlambatan kehadiran tenaga kesehatan masih sering ditemukan, termasuk di RS Tarumajaya Kabupaten Bekasi, yang berpotensi menurunkan efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien. Kondisi ini menunjukkan perlunya peran kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi yang kuat dalam meningkatkan motivasi kerja serta kepatuhan terhadap kebijakan kehadiran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening di RS Tarumajaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan klinis di RS Tarumajaya sebanyak 152 orang dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–4 untuk variabel kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kepatuhan kebijakan kehadiran, serta data sekunder berupa log absensi elektronik untuk mengukur motivasi kerja secara objektif. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja (β > 0; p < 0,05), demikian pula budaya organisasi yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja (β > 0; p < 0,05). Selanjutnya, kepemimpinan transformasional (β > 0; p < 0,05), budaya organisasi (β > 0; p < 0,05), dan motivasi kerja (β > 0; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan. Motivasi kerja terbukti berperan sebagai variabel intervening yang secara signifikan memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran (p < 0,05). Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan dapat dicapai melalui penguatan gaya kepemimpinan transformasional dan pembentukan budaya organisasi yang konsisten dalam menanamkan disiplin dan tanggung jawab kerja.
Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (Dinasti)
Title: Peran Mediasi Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kepatuhan Kebijakan Kehadiran Pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Tarumajaya
Description:
Kepatuhan terhadap kebijakan kehadiran tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam menjamin mutu, keselamatan, dan kesinambungan pelayanan rumah sakit.
Namun, fenomena keterlambatan kehadiran tenaga kesehatan masih sering ditemukan, termasuk di RS Tarumajaya Kabupaten Bekasi, yang berpotensi menurunkan efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien.
Kondisi ini menunjukkan perlunya peran kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi yang kuat dalam meningkatkan motivasi kerja serta kepatuhan terhadap kebijakan kehadiran.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening di RS Tarumajaya.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.
Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan klinis di RS Tarumajaya sebanyak 152 orang dengan teknik pengambilan sampel jenuh.
Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–4 untuk variabel kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kepatuhan kebijakan kehadiran, serta data sekunder berupa log absensi elektronik untuk mengukur motivasi kerja secara objektif.
Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS).
Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja (β > 0; p < 0,05), demikian pula budaya organisasi yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja (β > 0; p < 0,05).
Selanjutnya, kepemimpinan transformasional (β > 0; p < 0,05), budaya organisasi (β > 0; p < 0,05), dan motivasi kerja (β > 0; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan.
Motivasi kerja terbukti berperan sebagai variabel intervening yang secara signifikan memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran (p < 0,05).
Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan dapat dicapai melalui penguatan gaya kepemimpinan transformasional dan pembentukan budaya organisasi yang konsisten dalam menanamkan disiplin dan tanggung jawab kerja.
Related Results
Strategi Pengembangan Ekowisata Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung
Strategi Pengembangan Ekowisata Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung
Abstract. Tarumajaya Tourism Village is a tourist village located in the Kertasari Subdistrict, Bandung Regency. Tarumajaya Village has gained attention from various parties since ...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT TK.IV GUNTUNG PAYUNG
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT TK.IV GUNTUNG PAYUNG
Pendahuluan: Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan dengan segala macam sumber daya manusia di dalamnya. Karyawan dan pihak rumah sakit harus menciptakan lingkungan k...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PERDATA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAKAN MEDIS DOKTER MITRA YANG MERUGIKAN PASIEN
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PERDATA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAKAN MEDIS DOKTER MITRA YANG MERUGIKAN PASIEN
Rumah sakit tidak saja bersifat kuratif tetapi juga bersifat pemulihan (rehabilitatif), promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif). Dalam hal sumber daya manusia Pasal...
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
sonyaairinibatubara@unprim...

