Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemurnian Mangan Oksida dengan Metode Pengendapan Selektif Menggunakan Karbon

View through CrossRef
Penelitian pemurnian mangan oksida dari bijih mangan Nagari Aie Ramo, Kecamatan Kamang, Kabupaten Sijunjungdilakukan dengan mengunakan metode pengendapan selektif dan adsorbsi. Biji mangan diekstraksi dengan asam sulfat kemudian direduksi dengan asam oksalat dalam suasana asam dan diendapkan dalam larutan NaOH menggunakan media adsorbsi karbon.Karbon yang digunakan berasal dari cangkang kelapa sawit (CKS), cangkang biji karet (CBK), cangkang buah ketaping (CKP), dan tandan kosong kelapa sawit (TKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon cangkang kelapa sawit merupakan karbon yang paling tinggi persen adsorbsinya yaitu 94,225 % dibandingkan dengan sumber karbon lainnya. Analisis Atomic Adsorbtion Spectroscopy(AAS) menunjukkan kadar mangan meningkat setelah proses pemurnian yaitu dari 13,6123 ppm hingga 21,8867 ppm untuk karbon cangkang kelapa sawit. Kadar mangan meningkat setelah proses pengendapan selektif dan adsorbsi. Kadar pengotor yang terkandung dalam bijih mangan seperti Fe, Al, Si, K, Ba, P, Mg, Ca dan Ti dianalisis menggunakan X-Ray Fluoresense (XRF).Proses pengendapan selektif dapat menghilangkan pengotor Fe sekitar 98%. Proses pemurnian dengan metode adsorbsi dapat menghilangkan pengotor sebanyak 98 % Fe.Hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Difraktion (XRD) untuk MnO2 murni menunjukkan bahwa sistem kristal yang dihasilkan adalah tetragonal dengan puncak tertinggi pada sudut 2θ = 25,3591o dengan indeks miller (111) dan ukuran kristal MnO2 diperoleh sebesar 53,08 nm.Kata Kunci : Bijih Mangan, Mangan Oksida, Pengendapan Selektif, Adsorbsi, Karbon
Title: Pemurnian Mangan Oksida dengan Metode Pengendapan Selektif Menggunakan Karbon
Description:
Penelitian pemurnian mangan oksida dari bijih mangan Nagari Aie Ramo, Kecamatan Kamang, Kabupaten Sijunjungdilakukan dengan mengunakan metode pengendapan selektif dan adsorbsi.
Biji mangan diekstraksi dengan asam sulfat kemudian direduksi dengan asam oksalat dalam suasana asam dan diendapkan dalam larutan NaOH menggunakan media adsorbsi karbon.
Karbon yang digunakan berasal dari cangkang kelapa sawit (CKS), cangkang biji karet (CBK), cangkang buah ketaping (CKP), dan tandan kosong kelapa sawit (TKS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon cangkang kelapa sawit merupakan karbon yang paling tinggi persen adsorbsinya yaitu 94,225 % dibandingkan dengan sumber karbon lainnya.
Analisis Atomic Adsorbtion Spectroscopy(AAS) menunjukkan kadar mangan meningkat setelah proses pemurnian yaitu dari 13,6123 ppm hingga 21,8867 ppm untuk karbon cangkang kelapa sawit.
Kadar mangan meningkat setelah proses pengendapan selektif dan adsorbsi.
Kadar pengotor yang terkandung dalam bijih mangan seperti Fe, Al, Si, K, Ba, P, Mg, Ca dan Ti dianalisis menggunakan X-Ray Fluoresense (XRF).
Proses pengendapan selektif dapat menghilangkan pengotor Fe sekitar 98%.
Proses pemurnian dengan metode adsorbsi dapat menghilangkan pengotor sebanyak 98 % Fe.
Hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Difraktion (XRD) untuk MnO2 murni menunjukkan bahwa sistem kristal yang dihasilkan adalah tetragonal dengan puncak tertinggi pada sudut 2θ = 25,3591o dengan indeks miller (111) dan ukuran kristal MnO2 diperoleh sebesar 53,08 nm.
Kata Kunci : Bijih Mangan, Mangan Oksida, Pengendapan Selektif, Adsorbsi, Karbon.

Related Results

Pembuatan Serbuk Mangan Sulfat dari Pelindian Bijih Mangan Kadar Rendah dengan Metode Kristalisasi
Pembuatan Serbuk Mangan Sulfat dari Pelindian Bijih Mangan Kadar Rendah dengan Metode Kristalisasi
Mangan Sulfat adalah bahan baku penting dalam produksi beberapa senyawa mangan di berbagai industri. Oleh karena itu, pembuatan Mangan Sulfat dari bijih mangan kadar rendah untuk p...
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ARANG TEMPURUNG KELAPA, ARANG AMERIKA, ARANG KAYU LABAN DAN ARANG KAYU GALAM TERHADAP PEMURNIAN BIOGAS
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ARANG TEMPURUNG KELAPA, ARANG AMERIKA, ARANG KAYU LABAN DAN ARANG KAYU GALAM TERHADAP PEMURNIAN BIOGAS
Salah satu permasalahan yang terkandung dalam biogas adalah karbon dioksida yang dapat menurunkan nilai kalor pembakaran biogas. Sehingga diperlukan proses pemurnian. Penelitian in...
PRODUKSI KARBON AKTIF DARI BUAH MANGROVE MENGGUNAKAN AKTIVATOR KALIUM HIDROKSIDA
PRODUKSI KARBON AKTIF DARI BUAH MANGROVE MENGGUNAKAN AKTIVATOR KALIUM HIDROKSIDA
Konsumsi karbon aktif di Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan karbon aktif dalam bidang industri. Mangrove atau yang sering dikenal sebagai pohon baka...
EFEKTIVITAS PEMAKAIAN FILTER BERPORI DAN KARBON AKTIF SEBAGAI MEDIA FILTER DALAM MENURUNKAN POLUTAN AIR PDAM
EFEKTIVITAS PEMAKAIAN FILTER BERPORI DAN KARBON AKTIF SEBAGAI MEDIA FILTER DALAM MENURUNKAN POLUTAN AIR PDAM
Air distribusi PDAM pada umumnya masih mengandung Fe (zat besi) dan Mn (Mangan). Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air ditandai dengan adanya perubahan fisis warna air menjadi kecok...
Bilangan Oksidasi dan Reaksi-Reaksi Mangan
Bilangan Oksidasi dan Reaksi-Reaksi Mangan
Telah dilakukan pembuatan tris (2,4-pentanadionato) Mangan (III), Kalium manganat dan Kalium permanganat untuk mempelajari bilangan oksidasi mangan. Dilakukan pula reaksi-reaksi se...
PEMURNIAN BIOGAS MELALUI KOLOM BERADSORBEN KARBON AKTIF
PEMURNIAN BIOGAS MELALUI KOLOM BERADSORBEN KARBON AKTIF
Penggunaan biogas saat ini mulai diperhatikan sebagai bahan bakar alternatif. Tingkat kemurnian gas metan yang cukup tinggi dan rendahnya kandungan gas karbon dioksida dalam biogas...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Jejak Karbon Individu Karyawan Migas EP Kalimantan Timur
Analisis Jejak Karbon Individu Karyawan Migas EP Kalimantan Timur
Penelitian ini menganalisis jejak karbon individu karyawan Migas EP Kalimantan Timur, dengan fokus pada dua aspek utama: perhitungan jejak karbon dan kajian dampak ekonomi terkait ...

Back to Top