Javascript must be enabled to continue!
PENANGGULANGAN PENCEMARAN TELUK JAKARTA UNTUK MENURUNKAN EMISI KARBON
View through CrossRef
Emisi Karbon merupakan pembakaran senyawa yang memiliki kandungan karbon, seperti solar, LPJ, CO2, dan bahan bakar lainnya. Dari pembakaran tersebut membuat terkeluarnya gas yang apabila berlebihan mengakibatkan perubahan iklim yang diikuti dengan emisi gas rumah kaca. Tidak bisa dipungkiri emisi karbon menjadi penyebab suhu bumi menjadi lebih panas. Untuk mengetahui jumlah emisi karbon dilakukan pengukuran jejak karbon dengan cara pelaporan kegiatan individu atau entitas lain contohnya perusahaan, negara, bangunan dan lain-lain. Laut merupakan penyokong vital dalam iklim yang berubah, menyerap sekitar seperempat dari semua emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Laut juga menyerap hampir 100% suhu panas bumi. Dalam penyerapan karbon dioksida terbagi menjadi dua yaitu diserap secara aktif dan pasif. Namun pada penyerapan pasifnya apabila laut terlalu banyak menyerap karbon mengakibatkan laut tidak dapat bisa lagi menampung karbon sehingga laut melepaskan karbon yang kemudian dibantulah penyerapan karbon dengan penyerapan aktif menggunakan fitoplankton yang didukung juga oleh cahaya matahari tapi tetap saja ada halangan dalam fitoplankton menyerap karbon seperti pencemaran logam berat dan sampah plastik. Untuk menanggulangi pencemaran tersebut hadirlah teknologi bioremediasi dengan cara mengedalikan logam berat dari kontaminan air laut. Selain itu, adanya mangrove dapat memnghalang sampah plastik agar tidak hanyuk ke laut tetapi sampah plastik yang terlalu banyak di mangrove membuat ekosistem mangrove menjadi mati. Oleh karena itu, perlunya kesadaran masyarakat untuk ikut andil dalam menanggulangi pencemaran air laut karena ketika masyarakat tetap membuat pencemaran air laut teknologi tidak selalu menjadi solusi untuk mengatasi hal terseut yang disebabkan keterbatasan teknologi dalam menanggulangi pencemaran air laut.
Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Title: PENANGGULANGAN PENCEMARAN TELUK JAKARTA UNTUK MENURUNKAN EMISI KARBON
Description:
Emisi Karbon merupakan pembakaran senyawa yang memiliki kandungan karbon, seperti solar, LPJ, CO2, dan bahan bakar lainnya.
Dari pembakaran tersebut membuat terkeluarnya gas yang apabila berlebihan mengakibatkan perubahan iklim yang diikuti dengan emisi gas rumah kaca.
Tidak bisa dipungkiri emisi karbon menjadi penyebab suhu bumi menjadi lebih panas.
Untuk mengetahui jumlah emisi karbon dilakukan pengukuran jejak karbon dengan cara pelaporan kegiatan individu atau entitas lain contohnya perusahaan, negara, bangunan dan lain-lain.
Laut merupakan penyokong vital dalam iklim yang berubah, menyerap sekitar seperempat dari semua emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh makhluk hidup.
Laut juga menyerap hampir 100% suhu panas bumi.
Dalam penyerapan karbon dioksida terbagi menjadi dua yaitu diserap secara aktif dan pasif.
Namun pada penyerapan pasifnya apabila laut terlalu banyak menyerap karbon mengakibatkan laut tidak dapat bisa lagi menampung karbon sehingga laut melepaskan karbon yang kemudian dibantulah penyerapan karbon dengan penyerapan aktif menggunakan fitoplankton yang didukung juga oleh cahaya matahari tapi tetap saja ada halangan dalam fitoplankton menyerap karbon seperti pencemaran logam berat dan sampah plastik.
Untuk menanggulangi pencemaran tersebut hadirlah teknologi bioremediasi dengan cara mengedalikan logam berat dari kontaminan air laut.
Selain itu, adanya mangrove dapat memnghalang sampah plastik agar tidak hanyuk ke laut tetapi sampah plastik yang terlalu banyak di mangrove membuat ekosistem mangrove menjadi mati.
Oleh karena itu, perlunya kesadaran masyarakat untuk ikut andil dalam menanggulangi pencemaran air laut karena ketika masyarakat tetap membuat pencemaran air laut teknologi tidak selalu menjadi solusi untuk mengatasi hal terseut yang disebabkan keterbatasan teknologi dalam menanggulangi pencemaran air laut.
Related Results
PEMODELAN DAMPAK KEBIJAKAN REDD : STUDI KASUS HUTAN DI PULAU SUMATERA
PEMODELAN DAMPAK KEBIJAKAN REDD : STUDI KASUS HUTAN DI PULAU SUMATERA
<p class="abstrak">Emisi karbon yang terjadi akibat deforestasi dan degradasi hutan menyumbang hampir 20% emisi global, lebih besar daripada sektor transportasi global dan y...
Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Emisi Karbon Di Indonesia
Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Emisi Karbon Di Indonesia
Pengungkapan emisi karbon menjadi isu yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pengungkapan emisi karbon berkaitan dengan dampak perubahan iklim terhadap keberlanjuta...
ANALISIS DETERMINAN PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DI INDONESIA
ANALISIS DETERMINAN PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DI INDONESIA
ABSTRACTThis research aimed to discuss and obtain empirical evidence about determinants affecting carbon emission disclosure in Indonesia. The independent variables tested in this ...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
ANALISIS MULTI TEMPORAL CITRA SATELIT LANDSAT UNTUKPEMANTAUAN CADANGAN KARBON NASIONAL
ANALISIS MULTI TEMPORAL CITRA SATELIT LANDSAT UNTUKPEMANTAUAN CADANGAN KARBON NASIONAL
<p>Indonesia adalah salah satu negara tropis yang mempunyai luas kawasan hutan terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Congo. Namun berdasarkan data dari FAO (2015), Indo...
Katalis Plat Kuningan Berbentuk Sarang Lebah untuk Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor
Katalis Plat Kuningan Berbentuk Sarang Lebah untuk Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor
Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor berdampak langsung terhadap pencemaran udara akibat gas buang. Pencemaran udara di perkotaan didominasi oleh emisi kendaraan bermotor, disert...
TIPE INDUSTRI DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL PADA PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI
TIPE INDUSTRI DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL PADA PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Perubahan iklim mengharuskan perusahaan untuk lebih terbuka dalam melaporkan emisi karbon sebagai wujud tanggung jawab terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan teori legitim...
PENGARUH VOLUME EMISI KARBON, PENGUNGKAPAN EMISI KARBON, DAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
PENGARUH VOLUME EMISI KARBON, PENGUNGKAPAN EMISI KARBON, DAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume emisi karbon, pengungkapan emisi karbon, dan tata kelola perusahaan dengan indikator direksi, komisaris independen, komite...

