Javascript must be enabled to continue!
STRUKTUR MIKRO DAN KARAKTERISTIK MEKANIK PEB U3Si2-AI TMU 2,96 g/cm3 DAN PASCA PERLAKUAN PANAS SUHU 500°C
View through CrossRef
STRUKTUR MIKRO DAN KARAKTERISTIK MEKANIK PEB U3Si2-AI TMU 2,96 g/cm3 PASCA PERLAKUAN PANAS SUHU 500°C. Telah dilakukan karakterisasi struktur mikro dan kekerasan terhadap PEB U3Si2-Al TMU 2,96 g/cm3 yang dikenakan perlakuan panas pada suhu 500°C selama 1, 3, 5 dan 7 jam. Pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik dan SEM serta pengujian kekerasan terhadap baban kelongsong PEB U3Si2-Al menggunakan alat kekerasan makro vickers pada beban 2 Kgf. Mikrograf yang dihasilkan memiliki kualitas cukup baik yaitu bersih dari endapan pengotor baik pada kelongsong maupun inti elemen bakar bakar nuklir dan goresan amplas relatif sedikit sehingga interpretasi atau analisis hasil struktur mikro dapat dilakukan secara benar. Struktur mikro PEB U3Si2/Al kondisi aspolished memperlihatkan adanya deformasi plastis pada bagian tepi akibat pemotongan sedangkan pada bagian inti elemen bakar tidak ada perubahan signifikan. Dispersan U3Si2 memiliki bentuk tidak beraturan dengan ukuran bervariasi dari (21,2-115) µm dan tersebar relatif merata pada matrik Al. Pada dispersan teramati retakan mikro dan kenaikan waktu pemanasan tidak menyebabkan pembesaran retakan tersebut. Pengamatan struktur mikro PEB U3Si2-Al pada bagian kelongsong yang telah di etsa menunjukkan adanya perubahan ukuran butir. Semakin lama waktu pemanasan maka ukuran butir relatif semakin membesar dan berdampak pada menurunnya nilai kekerasan kelongsong AlMg2 . Hasil uji kekerasan PEB U3Si2-Al yang telah diberi perlakuan panas pada suhu 500°C selama 0, 1, 3, 5 dan 7 jam berturut-turut 44,62 HV, 34,05 HV, 34,05 HV, 31,47 HV dan 32,07 HV.
National Atomic Energy Agency of Indonesia (BATAN)
Title: STRUKTUR MIKRO DAN KARAKTERISTIK MEKANIK PEB U3Si2-AI TMU 2,96 g/cm3 DAN PASCA PERLAKUAN PANAS SUHU 500°C
Description:
STRUKTUR MIKRO DAN KARAKTERISTIK MEKANIK PEB U3Si2-AI TMU 2,96 g/cm3 PASCA PERLAKUAN PANAS SUHU 500°C.
Telah dilakukan karakterisasi struktur mikro dan kekerasan terhadap PEB U3Si2-Al TMU 2,96 g/cm3 yang dikenakan perlakuan panas pada suhu 500°C selama 1, 3, 5 dan 7 jam.
Pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik dan SEM serta pengujian kekerasan terhadap baban kelongsong PEB U3Si2-Al menggunakan alat kekerasan makro vickers pada beban 2 Kgf.
Mikrograf yang dihasilkan memiliki kualitas cukup baik yaitu bersih dari endapan pengotor baik pada kelongsong maupun inti elemen bakar bakar nuklir dan goresan amplas relatif sedikit sehingga interpretasi atau analisis hasil struktur mikro dapat dilakukan secara benar.
Struktur mikro PEB U3Si2/Al kondisi aspolished memperlihatkan adanya deformasi plastis pada bagian tepi akibat pemotongan sedangkan pada bagian inti elemen bakar tidak ada perubahan signifikan.
Dispersan U3Si2 memiliki bentuk tidak beraturan dengan ukuran bervariasi dari (21,2-115) µm dan tersebar relatif merata pada matrik Al.
Pada dispersan teramati retakan mikro dan kenaikan waktu pemanasan tidak menyebabkan pembesaran retakan tersebut.
Pengamatan struktur mikro PEB U3Si2-Al pada bagian kelongsong yang telah di etsa menunjukkan adanya perubahan ukuran butir.
Semakin lama waktu pemanasan maka ukuran butir relatif semakin membesar dan berdampak pada menurunnya nilai kekerasan kelongsong AlMg2 .
Hasil uji kekerasan PEB U3Si2-Al yang telah diberi perlakuan panas pada suhu 500°C selama 0, 1, 3, 5 dan 7 jam berturut-turut 44,62 HV, 34,05 HV, 34,05 HV, 31,47 HV dan 32,07 HV.
.
Related Results
INTERAKSI BAHAN BAKAR U3Si2-Al DENGAN KELONGSONG AlMg2 PADA ELEMEN BAKAR SILISIDA TMU 2,96 gU/cm3 PASCA IRADIASI
INTERAKSI BAHAN BAKAR U3Si2-Al DENGAN KELONGSONG AlMg2 PADA ELEMEN BAKAR SILISIDA TMU 2,96 gU/cm3 PASCA IRADIASI
INTERAKSI BAHAN BAKAR U3Si2-Al DENGAN KELONGSONG AlMg2 PADA ELEMEN BAKAR SILISIDA TMU 2,96 gU/cm3 PASCA IRADIASI. Telah dilakukan analisis interaksi bahan bakar U3Si2-Al dengan kel...
Nilai koefisien perpindahan panas berdasarkan waktu pendinginan, laju pendinginan dan aliran panas pada pengujian akhir pendinginan Jomini pada baja ST 42
Nilai koefisien perpindahan panas berdasarkan waktu pendinginan, laju pendinginan dan aliran panas pada pengujian akhir pendinginan Jomini pada baja ST 42
Perlakuan panas atau Heat Treatment adalah suatu proses yang melibatkan kombinasi pemanasan dan pendinginan suatu benda logam untuk menghasilkan sifat mekanik yang diinginkan tanp...
SISTEM PANAS BUMI TEMPERATUR RENDAH-SEDANG PADA CEKUNGAN KUTAI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA
SISTEM PANAS BUMI TEMPERATUR RENDAH-SEDANG PADA CEKUNGAN KUTAI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA
Pengembangan panas bumi di Indonesia masih didominasi pada sistem panas bumi vulkanik yang digunakan sebagai pemanfaatan tidak langsung (listrik), padahal sekitar 70% dari 357 loka...
Distribució i caracterització de les proteïnes espermàtiques bàsiques a peixos, agnats i procordats
Distribució i caracterització de les proteïnes espermàtiques bàsiques a peixos, agnats i procordats
En aquest treball es caracteritzen les proteïnes espermàtiques bàsiques (PEB) que condensen el DNA de l'espermatozoide de diferents grups de deuteròstoms, tant procordats (tunicats...
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Abstrak Heat exchanger atau alat penukar panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan...
Analisis Perpindahan Panas Terhadap Penurunan Suhu Air Panas Pada Gelas Dengan Material Yang Berbeda
Analisis Perpindahan Panas Terhadap Penurunan Suhu Air Panas Pada Gelas Dengan Material Yang Berbeda
Ketika mendiamkan air panas pada gelas kemudian mengalami perubahan suhu dari awalnya panas lalu beberapa jam atau sejam kemudian suhu tersebut akan dingin, perpindahan panas terse...
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MELALUI PERLAKUAN KOLKHISIN DAN LAMA PERENDAMAN
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MELALUI PERLAKUAN KOLKHISIN DAN LAMA PERENDAMAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perubahan fenotifik tanaman kacang hijau. Tujuan akhir adalah untuk melihat perubahan-perubahan genetik akibat pemberian bahan kolkhi...

