Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efikasi berbagai Dosis Cuka Bambu Sebagai Bahan Penginduksi Ketahanan Tanaman Jagung (Zea mays) terhadap Penyakit Bulai (Peronoclerospora maydis)

View through CrossRef
Pemanfaatan cuka asal tanaman terutama cuka bambu sebagai inducer ketahanan tanaman, khususnya tanaman jagung belum banyak dilaporkan di Indonesia. Cuka bambu diyakini dapat menjadi bahan organik yang mampu menginduksi ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik dari cuka bambu sebagai bahan penginduksi ketahanan tanaman jagung terhadap penyakit bulai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2020 di Laboratorium dan Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Tidar. Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 11 perlakuan yaitu K-, K+, P6, P4, P2, A6, A4, A2, J6, J4 dan J2 dengan pengulangan sebanyak 8 kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman namun tidak pada jumlah daun. Perlakuan J2 memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman.. Tanaman jagung yang diberi perlakuan benih J2 tumbuh dengan tinggi rata-rata 78,18 cm dan memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai paling tinggi. Tingkat keparahan serangan bulai hanya mencapai 26%.   Kata Kunci : Cuka Bambu, Bulai, Peronosclerospora maydis Utiliation of plant-derived vinegar, especially bamboo vinegar, as an inducer of plant resistance, particularly maize, has not been widely reported in Indonesia. Bamboo vinegar was believed to be an organic material that can induce plant resistance. This study aims to determine the best dose of bamboo vinegar as an inducing the resistance of maize to downy mildew. This research was conducted from July to October 2020 at the Laboratory and Screenhouse of the Faculty of Agriculture, Tidar University. The experiment was arranged in a completely randomized design with 11 treatments, K-, K +, P6, P4, P2, A6, A4, A2, J6, J4 and J2 with 8 repetitions. The results showed that the dose treatment had a significant effect on plant height but not on the number of leaves. The J2 treatment had a significant effect on plant height. Corn plants treated with J2 seed grew with an average height of 78.18 cm and had the highest resistance to downy mildew. The severity of downy mildew only reached 26%. Keywords : bamboo vinegar, downy mildew, Peronosclerospora maydis  
Title: Efikasi berbagai Dosis Cuka Bambu Sebagai Bahan Penginduksi Ketahanan Tanaman Jagung (Zea mays) terhadap Penyakit Bulai (Peronoclerospora maydis)
Description:
Pemanfaatan cuka asal tanaman terutama cuka bambu sebagai inducer ketahanan tanaman, khususnya tanaman jagung belum banyak dilaporkan di Indonesia.
Cuka bambu diyakini dapat menjadi bahan organik yang mampu menginduksi ketahanan tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik dari cuka bambu sebagai bahan penginduksi ketahanan tanaman jagung terhadap penyakit bulai.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2020 di Laboratorium dan Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Tidar.
Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 11 perlakuan yaitu K-, K+, P6, P4, P2, A6, A4, A2, J6, J4 dan J2 dengan pengulangan sebanyak 8 kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman namun tidak pada jumlah daun.
Perlakuan J2 memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman.
Tanaman jagung yang diberi perlakuan benih J2 tumbuh dengan tinggi rata-rata 78,18 cm dan memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai paling tinggi.
Tingkat keparahan serangan bulai hanya mencapai 26%.
  Kata Kunci : Cuka Bambu, Bulai, Peronosclerospora maydis Utiliation of plant-derived vinegar, especially bamboo vinegar, as an inducer of plant resistance, particularly maize, has not been widely reported in Indonesia.
Bamboo vinegar was believed to be an organic material that can induce plant resistance.
This study aims to determine the best dose of bamboo vinegar as an inducing the resistance of maize to downy mildew.
This research was conducted from July to October 2020 at the Laboratory and Screenhouse of the Faculty of Agriculture, Tidar University.
The experiment was arranged in a completely randomized design with 11 treatments, K-, K +, P6, P4, P2, A6, A4, A2, J6, J4 and J2 with 8 repetitions.
The results showed that the dose treatment had a significant effect on plant height but not on the number of leaves.
The J2 treatment had a significant effect on plant height.
Corn plants treated with J2 seed grew with an average height of 78.
18 cm and had the highest resistance to downy mildew.
The severity of downy mildew only reached 26%.
Keywords : bamboo vinegar, downy mildew, Peronosclerospora maydis  .

Related Results

Skrining Ketahanan Galur S1 Jagung terhadap Penyakit Bulai dan Pembentukan Galur S2 Tahan Penyakit Bulai
Skrining Ketahanan Galur S1 Jagung terhadap Penyakit Bulai dan Pembentukan Galur S2 Tahan Penyakit Bulai
<p>Biotic stress, especially downy mildew (Peronosclerospora philippinensis) incidence, is one of the most important constraints in the development of corn in the country, be...
Potensi Pemanfaatan Teknik Molekuler Berbasis DNA dalam Penelitian Penyakit Bulai pada Jagung
Potensi Pemanfaatan Teknik Molekuler Berbasis DNA dalam Penelitian Penyakit Bulai pada Jagung
Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman jagung yang dapat menurunkan produksi jagung di Indonesia. Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh Pero...
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Belum ditemukan informasi dan data yang akurat jenis tanaman penutup tanah yang sesuai dan efektif menekan pertumbuhan gulma, namun tidak menimbulkan saingan terhadap tanaman jagun...
PENGARUH PUPUK Si DAN N, P, K TERHADAP KANDUNGAN Si DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccaharata)
PENGARUH PUPUK Si DAN N, P, K TERHADAP KANDUNGAN Si DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccaharata)
Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai karakteristik tanah terutama kesuburan tanah yang berkaitan dengan ketersediaan unsur hara. Pengelolaan kesuburan  tanah ...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...

Back to Top