Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PAPARAN Monosodium Glutamat (MSG) TERHADAP VIABILITAS SEL MONOSIT

View through CrossRef
Angka konsumsi Monosodium Glutamat (MSG) di Indonesia terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Penggunaan MSG yang tidak terkontrol di Indonesia dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan efek toksik bagi tubuh. Kandungan glutamat bebas yang dihasilkan MSG dapat mempengaruhi kerja sistem imun terutama pada sistem imun bawaan serta menyebabkan stress oksidatif. Sehingga tujuan penelitian ini menganalisis  pengaruh paparan Monosodium Glutamat (MSG) terhadap vibilitas sel monosit. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris in vitro dengan rancangan Post test only control group design. Sebanyak 10 cc darah vena perifer diisolasi menggunakan metode sentrifugasi gradien ficoll. Hasil isolat sel monosit dilakukan pemaparan dengan Monosodium Glutamat (MSG) sesuai kelompok. Kelompok I: kontrol negatif, kelompok II : sel monosit + MSG 3%, kelompok III : sel monosit + MSG 6%, kelompok IV : sel monosit + MSG 9%. Selanjutnya diinkubasi selama 24 jam dengan dengan suhu 37oC dalam 5% CO2. Kemudian dilakukan uji viabilitas menggunakan pewarnaan trypan blue. Perhitungan viabilitas sel monosit dilakukan dibawah mikroskop inverted dengan perbesaran 400x per 100 sel. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Anova one-way dan dilanjutkan dengan uji LSD. Rata – rata viabilitas pada masing – masing kelompok diperoleh sebagai berikut, viabilitas sel monosit pada kelompok kontrol sebesar 63%, kelompok II sebesar 47%, kelompok III sebesar 45% dan kelompok IV sebesar 35%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh paparan Monosodium Glutamat (MSG) terhadap viabilitas sel monosit dengan pengaruh paling signifikan adalah kosentrasi MSG 9% dengan rata – rata viabilitas sebesar 35%.
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya
Title: PENGARUH PAPARAN Monosodium Glutamat (MSG) TERHADAP VIABILITAS SEL MONOSIT
Description:
Angka konsumsi Monosodium Glutamat (MSG) di Indonesia terus mengalami kenaikan tiap tahunnya.
Penggunaan MSG yang tidak terkontrol di Indonesia dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan efek toksik bagi tubuh.
Kandungan glutamat bebas yang dihasilkan MSG dapat mempengaruhi kerja sistem imun terutama pada sistem imun bawaan serta menyebabkan stress oksidatif.
Sehingga tujuan penelitian ini menganalisis  pengaruh paparan Monosodium Glutamat (MSG) terhadap vibilitas sel monosit.
Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris in vitro dengan rancangan Post test only control group design.
Sebanyak 10 cc darah vena perifer diisolasi menggunakan metode sentrifugasi gradien ficoll.
Hasil isolat sel monosit dilakukan pemaparan dengan Monosodium Glutamat (MSG) sesuai kelompok.
Kelompok I: kontrol negatif, kelompok II : sel monosit + MSG 3%, kelompok III : sel monosit + MSG 6%, kelompok IV : sel monosit + MSG 9%.
Selanjutnya diinkubasi selama 24 jam dengan dengan suhu 37oC dalam 5% CO2.
Kemudian dilakukan uji viabilitas menggunakan pewarnaan trypan blue.
Perhitungan viabilitas sel monosit dilakukan dibawah mikroskop inverted dengan perbesaran 400x per 100 sel.
Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Anova one-way dan dilanjutkan dengan uji LSD.
Rata – rata viabilitas pada masing – masing kelompok diperoleh sebagai berikut, viabilitas sel monosit pada kelompok kontrol sebesar 63%, kelompok II sebesar 47%, kelompok III sebesar 45% dan kelompok IV sebesar 35%.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh paparan Monosodium Glutamat (MSG) terhadap viabilitas sel monosit dengan pengaruh paling signifikan adalah kosentrasi MSG 9% dengan rata – rata viabilitas sebesar 35%.

Related Results

Monosodium Glutamat (MSG) dan Gambaran Histologis Otak: Implikasi terhadap Pembentukan Otak Mencit
Monosodium Glutamat (MSG) dan Gambaran Histologis Otak: Implikasi terhadap Pembentukan Otak Mencit
Abstract BACKGROUND The sodium salt of glutamic acid, monosodium glutamate (MSG), is a white crystalline compound (glutamic acid). MSG was first produced in large quantities in ear...
Effect of Nigella sativa L. Seed on the Kidney of Monosodium Glutamate Challenged Rats
Effect of Nigella sativa L. Seed on the Kidney of Monosodium Glutamate Challenged Rats
Monosodium glutamate (MSG) consumption is responsible for a wide spectrum of health hazards including nephrotoxicity. The search for phytochemical strategies having broad safety pr...
PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) TERHADAP HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus novergicus) Strain Sprague Dawley
PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) TERHADAP HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus novergicus) Strain Sprague Dawley
Monosodium Glutamat banyak digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Sifat toksiknya  bisa menyerang  seluruh tubuh seperti jantung, plasenta, hati dan ginjal.  Penelitian  bertuju...
Effect of Green Tea and Zinc oxide Nanoparticles Complex on Histopathology of Spleen of Male Rats Induced by Monosodium Glutamate
Effect of Green Tea and Zinc oxide Nanoparticles Complex on Histopathology of Spleen of Male Rats Induced by Monosodium Glutamate
Background and objective: Synthesis of zinc oxide nanoparticles (ZnO NPs) with green tea extract (GTE) to form a complex is known to be one of the most multiuse nanoparticles with ...
PERUBAHAN JENIS LEUKOSIT PADA MENCIT YANG DIIMUNISASI DENGAN PLASMODIUM BERGHEI YANG DIRADIASI
PERUBAHAN JENIS LEUKOSIT PADA MENCIT YANG DIIMUNISASI DENGAN PLASMODIUM BERGHEI YANG DIRADIASI
PERUBAHAN JENIS LEUKOSIT PADA MENCIT YANG DIIMUNISASI DENGAN Plasmodium berghei YANG DIRADIASI. Untuk mengidentifikasi mekanisme kekebalan yang bersifat protektif telah dilakukan p...
Selinexor Reduces the Immunosuppressive Properties of Macrophages and Synergizes with CD19 CAR-T Cells Against B-Cell Lymphoma
Selinexor Reduces the Immunosuppressive Properties of Macrophages and Synergizes with CD19 CAR-T Cells Against B-Cell Lymphoma
Background: CD19 chimeric antigen receptor (CAR)-T cell therapy has achieved high response rates in patients with B-cell lymphoma (BCL). However, treatment failure and relapse can ...

Back to Top