Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KENDALA PRODUKSI DAN PEMASARAN TERNAK KAMBING LAKOR DI PULAU LAKOR PROVINSI MALUKU

View through CrossRef
This study aims to identify the socioeconomic characteristics of goat breeders and the constraints that affect the production and marketing of Lakor goat livestock as well as policy interventions desired by ranchers on the island of Lakor. The results showed that the characteristics of Lakor goat breeders were low-educated, as the main business, using family labor, most breeders are productive aged, the business scale can reach> 50 tails, the breeding goals are for income, saving and only a small part to obtain organic fertilizer. The production system of Agropastoral management (65.00%) and pastoral (35.00%). Economic analysis shows that the average income per year per breeder Rp. 6.153.750,00 and B/C ratio of 2.14. Production constraint is the decreasing of pasture quality during the dry season, thus it is necessary for technology introduction, extensive maintenance system needs to be changed to semi intensive system, and intensively and no seed selection. This condition needs to be improved to increase production and productivity. Existing sales problem is the weakness of market access and access to financial institutions due to unavailability of marketing support infrastructure and farmers have no guarantee to obtain loans from the Bank. In addition, all respondents wanted government intervention in providing supervisors, availability of production facilities such as medicines and vitamins with low prices, provision of road infrastructure, land transportation facilities and special vessels of livestock. Certification of Lakor goat livestock are important to prevent the extinction of livestock clumps native to Indonesia, maintaining the quality of Lakor goat breeder and Lakor island can be used as a producer area of goat seeds in Indonesia. The role of research institutions including universities is extremely needed in producing technology. Keywords: Goat Lakor, characteristics of farmers, constraints, government intervention   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi karakteristik sosial ekonomi peternak kambing dan kendala-kendala yang mempengaruhi produksi dan pemasaran ternak kambing Lakor serta intervensi kebijakan yang diinginkan oleh peternak di pulau Lakor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak kambing Lakor adalah berpendidikan rendah, sebagai usaha pokok, menggunakan tenaga kerja keluarga, sebagian besar peternak berusia produktif, skala usaha dapat mencapai >50 ekor, tujuan pemeliharaan untuk pendapatan, tabungan dan hanya sebagian kecil untuk memperoleh pupuk organik, Sitem produksi usaha pengelolaan Agropastoral (65,00%) dan pastoral (35,00%). Analisis ekonomi menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per tahun per peternak Rp. 6.153.750,00 dan B/C ratio sebesar 2,14. Kendala produksi yaitu menurunnya kualitas padang pengembalaan saat musim kemarau sehingga perlu introduksi teknologi, sistem pemeliharaan ekstensif perlu dirubah ke sistem semi intensif, dan intensif dan tidak dilakukannya seleksi bibit. Kondisi ini perlu di lakukan perbaikan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Kedala pemasaran adalah lemahnya akses pasar dan akses lembaga keuangan karena tidak tersedianya infrastruktur penunjang pemasaran serta peternak tidak memiliki jaminan untuk memperoleh pinjaman dari Bank. Selain itu seluruh responden menginginkan intervensi pemerintah dalam menyediakan tenaga penyuluh, ketersediaan sarana produksi seperti obat-obatan dan vitamin dengan harga yang murah, penyediaan infrastruktur jalan, sarana transportasi darat dan kapal khusus ternak. Sertifikasi bibit kambing Lakor perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kepunahan rumpun ternak asli Indonesia, menjaga kualitas bibit kambing Lakor dan pulau Lakor dapat dijadikan wilayah penghasil bibit kambing di Indonesia. Peran lembaga penelitian termasuk perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam menghasilkan teknologi. Kata kunci: Kambing Lakor, Karakteristik peternak, kendala, intervensi pemerintah
Title: KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KENDALA PRODUKSI DAN PEMASARAN TERNAK KAMBING LAKOR DI PULAU LAKOR PROVINSI MALUKU
Description:
This study aims to identify the socioeconomic characteristics of goat breeders and the constraints that affect the production and marketing of Lakor goat livestock as well as policy interventions desired by ranchers on the island of Lakor.
The results showed that the characteristics of Lakor goat breeders were low-educated, as the main business, using family labor, most breeders are productive aged, the business scale can reach> 50 tails, the breeding goals are for income, saving and only a small part to obtain organic fertilizer.
The production system of Agropastoral management (65.
00%) and pastoral (35.
00%).
Economic analysis shows that the average income per year per breeder Rp.
6.
153.
750,00 and B/C ratio of 2.
14.
Production constraint is the decreasing of pasture quality during the dry season, thus it is necessary for technology introduction, extensive maintenance system needs to be changed to semi intensive system, and intensively and no seed selection.
This condition needs to be improved to increase production and productivity.
Existing sales problem is the weakness of market access and access to financial institutions due to unavailability of marketing support infrastructure and farmers have no guarantee to obtain loans from the Bank.
In addition, all respondents wanted government intervention in providing supervisors, availability of production facilities such as medicines and vitamins with low prices, provision of road infrastructure, land transportation facilities and special vessels of livestock.
Certification of Lakor goat livestock are important to prevent the extinction of livestock clumps native to Indonesia, maintaining the quality of Lakor goat breeder and Lakor island can be used as a producer area of goat seeds in Indonesia.
The role of research institutions including universities is extremely needed in producing technology.
Keywords: Goat Lakor, characteristics of farmers, constraints, government intervention   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi karakteristik sosial ekonomi peternak kambing dan kendala-kendala yang mempengaruhi produksi dan pemasaran ternak kambing Lakor serta intervensi kebijakan yang diinginkan oleh peternak di pulau Lakor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak kambing Lakor adalah berpendidikan rendah, sebagai usaha pokok, menggunakan tenaga kerja keluarga, sebagian besar peternak berusia produktif, skala usaha dapat mencapai >50 ekor, tujuan pemeliharaan untuk pendapatan, tabungan dan hanya sebagian kecil untuk memperoleh pupuk organik, Sitem produksi usaha pengelolaan Agropastoral (65,00%) dan pastoral (35,00%).
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per tahun per peternak Rp.
6.
153.
750,00 dan B/C ratio sebesar 2,14.
Kendala produksi yaitu menurunnya kualitas padang pengembalaan saat musim kemarau sehingga perlu introduksi teknologi, sistem pemeliharaan ekstensif perlu dirubah ke sistem semi intensif, dan intensif dan tidak dilakukannya seleksi bibit.
Kondisi ini perlu di lakukan perbaikan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas.
Kedala pemasaran adalah lemahnya akses pasar dan akses lembaga keuangan karena tidak tersedianya infrastruktur penunjang pemasaran serta peternak tidak memiliki jaminan untuk memperoleh pinjaman dari Bank.
Selain itu seluruh responden menginginkan intervensi pemerintah dalam menyediakan tenaga penyuluh, ketersediaan sarana produksi seperti obat-obatan dan vitamin dengan harga yang murah, penyediaan infrastruktur jalan, sarana transportasi darat dan kapal khusus ternak.
Sertifikasi bibit kambing Lakor perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kepunahan rumpun ternak asli Indonesia, menjaga kualitas bibit kambing Lakor dan pulau Lakor dapat dijadikan wilayah penghasil bibit kambing di Indonesia.
Peran lembaga penelitian termasuk perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam menghasilkan teknologi.
Kata kunci: Kambing Lakor, Karakteristik peternak, kendala, intervensi pemerintah.

Related Results

Dinamika Populasi Ternak Kambing Lakor di Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Dinamika Populasi Ternak Kambing Lakor di Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Abstract  This study aims at determining the population dynamics of the Lakor goats raised traditionally by the local community in Lakor District, Southwest Maluku Regency. This st...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Produktivitas Induk dalam Usaha Ternak Kambing Lakor pada Kondisi Pedesaan di Pulau Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Produktivitas Induk dalam Usaha Ternak Kambing Lakor pada Kondisi Pedesaan di Pulau Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Parent Productivity in the Lakor Goat Farming Business in Rural Conditions on Lakor Island, Southwest Maluku Regency. This research was carried out in May-June 2023 in three villag...
PRODUCTIVITY GOAT LAKOR FARMING ON LAKOR ISLAND SOUTHWEST MALUKU DISTRICT
PRODUCTIVITY GOAT LAKOR FARMING ON LAKOR ISLAND SOUTHWEST MALUKU DISTRICT
This study aims to determine the productivity of Lakor goats in rural conditions on Lakor Island, Southwest Maluku Regency. This researchwas conducted in October-November 2022 on L...
Perilaku Voluntary Feed Intake Kambing yang Dilepas di Perkebunan Lada pada Sistem Integrasi Lada-Kambing
Perilaku Voluntary Feed Intake Kambing yang Dilepas di Perkebunan Lada pada Sistem Integrasi Lada-Kambing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku voluntary feed intake kambing yang dilepas di perkebunan lada. Model perilaku makan kambing dapat digunakan sebagai dasar unt...
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...
Pengukuran Kualitas Semen dan Morfologi Spermatozoa Kambing Kacang sebagai Dasar Pembuatan Semen Beku
Pengukuran Kualitas Semen dan Morfologi Spermatozoa Kambing Kacang sebagai Dasar Pembuatan Semen Beku
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas semen dan morfologi sel spermatozoa ternak kambing jantan sebagai dasar pembuatan semen beku. Populasi ternak kambing di Kabupaten ...
INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN BATU KELIANG UTARA LOMBOK TENGAH
INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN BATU KELIANG UTARA LOMBOK TENGAH
Populasi ternak kambing di Kecamatan Batu Keliang Utara Lombok Tengah tercatat hanya sekitar 873 ekor. Masyarakat Batu Kliang Utara menginginkan  pengembangan ternak yang berbasis ...

Back to Top