Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Rebranding Citra pada Figur Publik (Studi pada Aktor Tio Pakusadewo)

View through CrossRef
Personal branding is certainly not a new thing. Even in the world of work and everyday life, personal branding is a way to build self-image in front of the general public, likewise with public figures. As a public figure, of course, they must build a positive image to the communities. This research titled is Image Rebranding Strategy on Public Figures (Study on Actor Tio Pakusadewo). This study aims to describe the image rebranding strategy carried out by Tio Pakusadewo. This research was conducted using qualitative with case study research methods. The results of this study indicate that the decision to rebrand Tio Pakusadewo is due to the case he experienced, which made his self-image negative.. The rebranding process consists of several stages, namely from the first stage of repositioning through changes his self-image. The second stage is redesign by changing his appearance style to make it look more polite. The final stage of the rebranding process is relaunching by doing the theater press conference ‘Untuk Ibu”.Personal branding memang bukan lagi hal yang baru. Di kehidupan sehari-hari bahkan dalam dunia pekerjaan, personal branding menjadi cara untuk membangun citra diri di hadapan khalayak umum. Begitupun dengan figur publik. Sebagai figur publik tentu saja harus membangun citra yang positif kepada masyarakat. Penelitian ini berjudul Strategi Rebranding Citra pada Figur Publik (Studi pada Aktor Tio Pakusadewo). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi rebranding citra yang dilakukan oleh Tio Pakusadewo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan melakukan rebranding terhadap Tio Pakusadewo dikarenakan kasus yang telah menimpanya sehingga membuat citranya menjadi buruk. Proses rebranding terdiri dari beberapa tahap yaitu dari tahap pertama repositioning melalui perubahan image dirinya di masyarakat. Tahap kedua yaitu redesign dengan mengubah gaya penampilannya agar terlihat lebih sopan. Tahap terakhir proses rebranding adalah relaunching dengan melakukan acara press conference teater ‘Untuk Ibu’.
Title: Strategi Rebranding Citra pada Figur Publik (Studi pada Aktor Tio Pakusadewo)
Description:
Personal branding is certainly not a new thing.
Even in the world of work and everyday life, personal branding is a way to build self-image in front of the general public, likewise with public figures.
As a public figure, of course, they must build a positive image to the communities.
This research titled is Image Rebranding Strategy on Public Figures (Study on Actor Tio Pakusadewo).
This study aims to describe the image rebranding strategy carried out by Tio Pakusadewo.
This research was conducted using qualitative with case study research methods.
The results of this study indicate that the decision to rebrand Tio Pakusadewo is due to the case he experienced, which made his self-image negative.
The rebranding process consists of several stages, namely from the first stage of repositioning through changes his self-image.
The second stage is redesign by changing his appearance style to make it look more polite.
The final stage of the rebranding process is relaunching by doing the theater press conference ‘Untuk Ibu”.
Personal branding memang bukan lagi hal yang baru.
Di kehidupan sehari-hari bahkan dalam dunia pekerjaan, personal branding menjadi cara untuk membangun citra diri di hadapan khalayak umum.
Begitupun dengan figur publik.
Sebagai figur publik tentu saja harus membangun citra yang positif kepada masyarakat.
Penelitian ini berjudul Strategi Rebranding Citra pada Figur Publik (Studi pada Aktor Tio Pakusadewo).
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi rebranding citra yang dilakukan oleh Tio Pakusadewo.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan melakukan rebranding terhadap Tio Pakusadewo dikarenakan kasus yang telah menimpanya sehingga membuat citranya menjadi buruk.
Proses rebranding terdiri dari beberapa tahap yaitu dari tahap pertama repositioning melalui perubahan image dirinya di masyarakat.
Tahap kedua yaitu redesign dengan mengubah gaya penampilannya agar terlihat lebih sopan.
Tahap terakhir proses rebranding adalah relaunching dengan melakukan acara press conference teater ‘Untuk Ibu’.

Related Results

ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...
Strategi Komunikasi Pemasaran pada Rebranding Usaha Kuliner Kopi
Strategi Komunikasi Pemasaran pada Rebranding Usaha Kuliner Kopi
Abstract. In a rebranding there are several stages in the form of renaming, relaunching, redesigning, repositioning. At the rebranding stage carried out by a business, a marketing ...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...
PENGAMANAN CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI FRAKTAL
PENGAMANAN CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI FRAKTAL
Banyak data multimedia penting yang bertransmisi di internet, seperti data sidik jari, dan perlu dilakukan pengamanan terhadap data tersebut. Pengamanan citra sidik jari dilakukan ...
Hambatan Rebranding Boyband Dragonboyz dalam Industri Musik di Indonesia
Hambatan Rebranding Boyband Dragonboyz dalam Industri Musik di Indonesia
Penelitian ini berjudul, hambatan rebranding boyband Dragonboyz dalam industri musik di Indonesia. Perubahan merek (rebranding) yaitu merupakan upaya yang dilakukan oleh suatu peru...
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
pendahuluan Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling menemuka dalam pengelolaan administrasi publik saat ini. Prasetyantoko (2008) mengatakan bahwa untu...

Back to Top