Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FENOMENA JURNALISME WARGA SEBAGAI HOMELESS MEDIA DALAM PRODUKSI BERITA LOKAL

View through CrossRef
Jurnalisme warga telah menjadi fenomena yang memungkinkan masyarakat umum untuk turut serta dalam proses pembuatan berita. Proses pengolahan informasi dan membagikannya di media sosial oleh jurnalis warga menimbulkan sisi yang mengkhawatirkan dari jurnalistik professional. Fenomena jurnalis warga ini pada akhirnya menjalar sehingga menciptakan fenomena “Homeless Media”. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jurnalis profesional melihat fenomena jurnalis warga sebagai homeless media dalam produksi berita lokal. Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjadi fokus lokasi dalam artikel ini dengan metode penelitian kualitatif fenomologi. Data diambil dengan dua sumber yaitu primer dengan melakukan wawancara mendalam kepada jurnalis profesional di tiga media lokal besar yaitu Duta TV, Bpost, dan Radar Banjarmasin. Buku, jurnalis, referensi lain yang mendukung artikel ini menjadi data sekunder agar artikel ini menjadi lebih relefan dan tajam. Hasilnya,  jurnalis warga muncul karena ketidakpuasan warga akan produk jurnalistik yang dikemas oleh jurnalis profesional. Kecepatan dan kekinian menjadi alasan utama populernya konten jurnalis warga. Jurnalis profesional menganggap data yang dibuat oleh jurnalis warga menjadi konten foto dan video tersebut hanya sebagai data mentah atau data awal. Dan harapannya jurnalis warga bukan menjadi ancaman melainkan sebagai kolaborasi yang dapat menguatkan informasi dan berita yang disebarkan kepada masyarakat. Kata Kunci: Citizen Journliasm, Homeless Media, Berita Lokal, Media Sosial, Partisipasi Publik.
Title: FENOMENA JURNALISME WARGA SEBAGAI HOMELESS MEDIA DALAM PRODUKSI BERITA LOKAL
Description:
Jurnalisme warga telah menjadi fenomena yang memungkinkan masyarakat umum untuk turut serta dalam proses pembuatan berita.
Proses pengolahan informasi dan membagikannya di media sosial oleh jurnalis warga menimbulkan sisi yang mengkhawatirkan dari jurnalistik professional.
Fenomena jurnalis warga ini pada akhirnya menjalar sehingga menciptakan fenomena “Homeless Media”.
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jurnalis profesional melihat fenomena jurnalis warga sebagai homeless media dalam produksi berita lokal.
Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjadi fokus lokasi dalam artikel ini dengan metode penelitian kualitatif fenomologi.
Data diambil dengan dua sumber yaitu primer dengan melakukan wawancara mendalam kepada jurnalis profesional di tiga media lokal besar yaitu Duta TV, Bpost, dan Radar Banjarmasin.
Buku, jurnalis, referensi lain yang mendukung artikel ini menjadi data sekunder agar artikel ini menjadi lebih relefan dan tajam.
Hasilnya,  jurnalis warga muncul karena ketidakpuasan warga akan produk jurnalistik yang dikemas oleh jurnalis profesional.
Kecepatan dan kekinian menjadi alasan utama populernya konten jurnalis warga.
Jurnalis profesional menganggap data yang dibuat oleh jurnalis warga menjadi konten foto dan video tersebut hanya sebagai data mentah atau data awal.
Dan harapannya jurnalis warga bukan menjadi ancaman melainkan sebagai kolaborasi yang dapat menguatkan informasi dan berita yang disebarkan kepada masyarakat.
Kata Kunci: Citizen Journliasm, Homeless Media, Berita Lokal, Media Sosial, Partisipasi Publik.

Related Results

Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Aktivitas Jurnalisme Warga Dan Implikasinya Terhadap Media Konvensional
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Aktivitas Jurnalisme Warga Dan Implikasinya Terhadap Media Konvensional
Di era digital ini, perkembangan media baru telah melahirkan suatu bentuk jurnalisme baru yaitu jurnalisme warga, dimana pelaporan berita tidak dilakukan oleh jurnalis profesional,...
CITIZEN JOURNALISM SEBAGAI AKTIVITAS BARU WARGA DI KABUPATEN BREBES
CITIZEN JOURNALISM SEBAGAI AKTIVITAS BARU WARGA DI KABUPATEN BREBES
Jurnalisme warga (citizen jurnalism) mulai berkembang di Indonesia pada tahun 2004. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui bagaimana perkembangan jurnalisme warga di Kabupaten...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Jurnalisme Warga: Liyan, Timpang dan Diskriminatif
Jurnalisme Warga: Liyan, Timpang dan Diskriminatif
Keterlibatan warga dalam menyampaikan informasi yang luput dilakukan oleh jurnalis profesional  masih bisa kita lihat hingga kini. Terutama pada peristiwa-peristiwa bencana alam se...
Penerapan Jurnalisme Advokasi di Kanal Youtube Asumsi
Penerapan Jurnalisme Advokasi di Kanal Youtube Asumsi
Abstract. One of the concepts of journalism that is developing today is advocacy journalism which becomes a force with an attitude to defend or something. Advocacy journalism is a ...
KAJIAN MAJAS PADA ARTIKEL JURNALISME WARGA SERAMBI INDONESIA
KAJIAN MAJAS PADA ARTIKEL JURNALISME WARGA SERAMBI INDONESIA
This research is about the majas reviewing of the citizens Journalism Articles’ in Serambi Indonesia. The problem of this study is to potray the ideas of the majas citizens Article...
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak lembaga penyaluran informasi yang pada awalnya menyampaikan berita melalui media cetak atau media elektronik, seperti koran dan televisi, ...
The Penerapan Jurnalisme Gonzo di Highvolta Media
The Penerapan Jurnalisme Gonzo di Highvolta Media
Abstract. This study focuses on explaining the implementation of Gonzo journalism in an alternative media, namely Highvolta Media. Pioneered by Hunter S. Thompson, gonzo journalism...

Back to Top