Javascript must be enabled to continue!
Jurnalisme Warga: Liyan, Timpang dan Diskriminatif
View through CrossRef
Keterlibatan warga dalam menyampaikan informasi yang luput dilakukan oleh jurnalis profesional masih bisa kita lihat hingga kini. Terutama pada peristiwa-peristiwa bencana alam seperti gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala pada akhir September 2018. Hal ini menunjukkan praktik jurnalisme warga masih mungkin dijalankan. Hanya saja, di ranah akedemis, riset jurnalisme warga di Indonesia tidak terlalu variatif dan terkesan berjalan di tempat, didominasi pembicaraan sejauh mana peran dan efektivitasnya berdasarkan model-model tertentu. Situasi ini sebaiknya diatasi. Salah satunya dengan menghadirkan cara berpikir cultural studies dalam mengkaji isu-isu jurnalisme warga. Cultural studies atau kajian budaya adalah kajian kritis yang mampu membantu periset menyelami beragam hal, yakni representasi, regulasi, identitas, konsumsi, dan produksi di mana masing-masing bisa saling terkait satu sama lain. Masalah lain yang saya temukan adalah pemahaman jurnalisme warga, yang selama ini berkembang perlu dikritisi karena tidak kontekstual dan cenderung asal klaim. Saya beranggapan jurnalisme warga adalah praktik yang timpang, eksklusif, elitis, dan diskriminatif. Keberadaaannya menjadi liyan bagi jurnalisme dominan. Artikel ini juga merupakan autokritik atas pemahaman saya soal jurnalisme warga dalam riset saya sebelumnya. Kata kunci: jurnalisme warga, kajian budaya, keberagaman informasi, demokrasi, distingsi
Al-Jamiah Research Centre
Title: Jurnalisme Warga: Liyan, Timpang dan Diskriminatif
Description:
Keterlibatan warga dalam menyampaikan informasi yang luput dilakukan oleh jurnalis profesional masih bisa kita lihat hingga kini.
Terutama pada peristiwa-peristiwa bencana alam seperti gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala pada akhir September 2018.
Hal ini menunjukkan praktik jurnalisme warga masih mungkin dijalankan.
Hanya saja, di ranah akedemis, riset jurnalisme warga di Indonesia tidak terlalu variatif dan terkesan berjalan di tempat, didominasi pembicaraan sejauh mana peran dan efektivitasnya berdasarkan model-model tertentu.
Situasi ini sebaiknya diatasi.
Salah satunya dengan menghadirkan cara berpikir cultural studies dalam mengkaji isu-isu jurnalisme warga.
Cultural studies atau kajian budaya adalah kajian kritis yang mampu membantu periset menyelami beragam hal, yakni representasi, regulasi, identitas, konsumsi, dan produksi di mana masing-masing bisa saling terkait satu sama lain.
Masalah lain yang saya temukan adalah pemahaman jurnalisme warga, yang selama ini berkembang perlu dikritisi karena tidak kontekstual dan cenderung asal klaim.
Saya beranggapan jurnalisme warga adalah praktik yang timpang, eksklusif, elitis, dan diskriminatif.
Keberadaaannya menjadi liyan bagi jurnalisme dominan.
Artikel ini juga merupakan autokritik atas pemahaman saya soal jurnalisme warga dalam riset saya sebelumnya.
Kata kunci: jurnalisme warga, kajian budaya, keberagaman informasi, demokrasi, distingsi.
Related Results
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Aktivitas Jurnalisme Warga Dan Implikasinya Terhadap Media Konvensional
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Aktivitas Jurnalisme Warga Dan Implikasinya Terhadap Media Konvensional
Di era digital ini, perkembangan media baru telah melahirkan suatu bentuk jurnalisme baru yaitu jurnalisme warga, dimana pelaporan berita tidak dilakukan oleh jurnalis profesional,...
CITIZEN JOURNALISM SEBAGAI AKTIVITAS BARU WARGA DI KABUPATEN BREBES
CITIZEN JOURNALISM SEBAGAI AKTIVITAS BARU WARGA DI KABUPATEN BREBES
Jurnalisme warga (citizen jurnalism) mulai berkembang di Indonesia pada tahun 2004. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui bagaimana perkembangan jurnalisme warga di Kabupaten...
KAJIAN MAJAS PADA ARTIKEL JURNALISME WARGA SERAMBI INDONESIA
KAJIAN MAJAS PADA ARTIKEL JURNALISME WARGA SERAMBI INDONESIA
This research is about the majas reviewing of the citizens Journalism Articles’ in Serambi Indonesia. The problem of this study is to potray the ideas of the majas citizens Article...
Jurnalisme Advokasi pada Project Multatuli dalam Isu Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
Jurnalisme Advokasi pada Project Multatuli dalam Isu Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
Penelitian ini berangkat dari premis bahwa suara masyarakat yang terpinggirkan sangat jarang tersentuh oleh media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan jurnalisme ...
Representasi Elemen-elemen Jurnalisme dalam Film Spotlight
Representasi Elemen-elemen Jurnalisme dalam Film Spotlight
ABSTRAK
Kejurnalistikan bisasanya identik dengan media-media mainstream seperti halnya televisi, radio, koran atau majalah. Film merupakan salah satu media massa ...
SEBAB TERPUTUSNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA
SEBAB TERPUTUSNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA
Sebagai manusia sudah sepantasnya kita memiliki hak dan kewajiban, hak yaitu kuasa menerima atau melakukan suatu hal yang memang semestinya diterima atau dilakukan Kewajiban adala...
The Penerapan Jurnalisme Gonzo di Highvolta Media
The Penerapan Jurnalisme Gonzo di Highvolta Media
Abstract. This study focuses on explaining the implementation of Gonzo journalism in an alternative media, namely Highvolta Media. Pioneered by Hunter S. Thompson, gonzo journalism...
Penerapan Jurnalisme Advokasi di Kanal Youtube Asumsi
Penerapan Jurnalisme Advokasi di Kanal Youtube Asumsi
Abstract. One of the concepts of journalism that is developing today is advocacy journalism which becomes a force with an attitude to defend or something. Advocacy journalism is a ...

