Javascript must be enabled to continue!
TRADISI UPACARA TAHUNAN BUGIS TOWANI TOLOTANG DI “PERRINYAMENG” AMPARITA KABUPATEN SIDRAP
View through CrossRef
Skripsi ini mengenai objek kajian Tradisi Upacara Tahunan Bugis Towani Tolotang di “Perrinyameng” Amparita Kabupaten Sidrap. Dengan memuat pokok permasalahan yang menjadi tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sejarah asal-usul Komunitas Towani Tolotang, menggali dan mengungkapkan bentuk pelaksanaan dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Tradisi Upacara Tahunan Bugis Towani Tolotang di “Perrinyameng”, memahami penerapan nilai budaya Towani Tolotang dalam bingkai toleransi antar umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan historis, pendekatan sosiologi, dan pendekatan antropologi. Selanjutnya peneliti mengumpulkan data studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Dari hasil pengumpulan data, peneliti kemudian menganalisis data studi lapangan menggunakan pengolahan data melalui metode penalaran induktif. Hasil penemuan peneliti menunjukkan bahwa, 1) Tradisi Upacara Tahunan Bugis Towani Tolotang di “Perrinyameng” adalah berkumpulnya masyarakat Bugis Towani Tolotang untuk melaksanakan ritual sekali setahun sebagai amanah yang telah disampaikan untuk menziarahi leluhur I Pabbere setiap tahunnya, serta melaksanakan kewajiban sebagai bentuk persembahan kepada Dewata Seuwae yakni Mappenre Inanre, Tudang Sipulung, dan Sipulung. Nilai budaya yang terkandung dalam pelaksanaan ritual tahunan ini yaitu nilai Mali Siparappe (Saling mengaitkan atau tolong menolong), Malilu Sipakainge (Saling mengingatkan satu sama lain), Sipakatau (Memanusiakan manusia), Sipakalebbi (Sifat saling memuliakan atau menghargai), Sipakaraja (Merawat serta melestarikan adat istiadat dan budaya), nilai gotong royong, kekeluargaan, dan menjaga jalinan silaturahmi antarsesama warga Tolotang. 2) Penerapan nilai budaya Towani Tolotang dalam bingkai toleransi antar umat beragama menunjukkan komunitas ini menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas, sikap saling menghargai, saling toleran antarsesama umat beragama sehingga menciptakan kerukunan, ketentraman, dan kesejahteraan dalam masyarakat. Pada era modernisasi, peneliti berharap karya ini dapat berguna bagi para pembaca untuk memahami keberagaman budaya di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan, seperti Tradisi Masyarakat Bugis Towani Tolotang yang diwariskan secara turun temurun sebagai kearifan lokal memiliki nilai yang sangat berarti bagi kehidupan
LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Title: TRADISI UPACARA TAHUNAN BUGIS TOWANI TOLOTANG DI “PERRINYAMENG” AMPARITA KABUPATEN SIDRAP
Description:
Skripsi ini mengenai objek kajian Tradisi Upacara Tahunan Bugis Towani Tolotang di “Perrinyameng” Amparita Kabupaten Sidrap.
Dengan memuat pokok permasalahan yang menjadi tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sejarah asal-usul Komunitas Towani Tolotang, menggali dan mengungkapkan bentuk pelaksanaan dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Tradisi Upacara Tahunan Bugis Towani Tolotang di “Perrinyameng”, memahami penerapan nilai budaya Towani Tolotang dalam bingkai toleransi antar umat beragama.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan historis, pendekatan sosiologi, dan pendekatan antropologi.
Selanjutnya peneliti mengumpulkan data studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen.
Dari hasil pengumpulan data, peneliti kemudian menganalisis data studi lapangan menggunakan pengolahan data melalui metode penalaran induktif.
Hasil penemuan peneliti menunjukkan bahwa, 1) Tradisi Upacara Tahunan Bugis Towani Tolotang di “Perrinyameng” adalah berkumpulnya masyarakat Bugis Towani Tolotang untuk melaksanakan ritual sekali setahun sebagai amanah yang telah disampaikan untuk menziarahi leluhur I Pabbere setiap tahunnya, serta melaksanakan kewajiban sebagai bentuk persembahan kepada Dewata Seuwae yakni Mappenre Inanre, Tudang Sipulung, dan Sipulung.
Nilai budaya yang terkandung dalam pelaksanaan ritual tahunan ini yaitu nilai Mali Siparappe (Saling mengaitkan atau tolong menolong), Malilu Sipakainge (Saling mengingatkan satu sama lain), Sipakatau (Memanusiakan manusia), Sipakalebbi (Sifat saling memuliakan atau menghargai), Sipakaraja (Merawat serta melestarikan adat istiadat dan budaya), nilai gotong royong, kekeluargaan, dan menjaga jalinan silaturahmi antarsesama warga Tolotang.
2) Penerapan nilai budaya Towani Tolotang dalam bingkai toleransi antar umat beragama menunjukkan komunitas ini menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas, sikap saling menghargai, saling toleran antarsesama umat beragama sehingga menciptakan kerukunan, ketentraman, dan kesejahteraan dalam masyarakat.
Pada era modernisasi, peneliti berharap karya ini dapat berguna bagi para pembaca untuk memahami keberagaman budaya di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan, seperti Tradisi Masyarakat Bugis Towani Tolotang yang diwariskan secara turun temurun sebagai kearifan lokal memiliki nilai yang sangat berarti bagi kehidupan.
Related Results
School Dropout Among Children of the Towani Tolotang Community Parepare City
School Dropout Among Children of the Towani Tolotang Community Parepare City
This study aims to determine and analyze; 1) The perception of the Towani Tolotang community in Parepare city towards education, 2) factors causing children of the Towani Tolotang ...
Tradisi dan Kepercayaan: Eksplorasi Komunikasi Ritual dalam Merajut Kerukunan Komunitas Bugis Towani Tolotang Sulawesi Selatan, Indonesia
Tradisi dan Kepercayaan: Eksplorasi Komunikasi Ritual dalam Merajut Kerukunan Komunitas Bugis Towani Tolotang Sulawesi Selatan, Indonesia
This research aims to explore the ritual communication experience in knitting the harmony of the Bugis Towani Tolotang community in Amparita Sidenreng Rappang, South Sulawesi, Indo...
Kebudayaan Towani Tolotang Kabupaten Sidenreng Rappang
Kebudayaan Towani Tolotang Kabupaten Sidenreng Rappang
This paper aims to describe the scope of Towani Tolotang culture by explaining the history of the Towani Tolotang people, the spread of Towani Tolotang in Sidenreng Rappang Regency...
Communication Patterns of Hindu Towani Tolotang and Muslim Community in Sidenreng Rappang Regency
Communication Patterns of Hindu Towani Tolotang and Muslim Community in Sidenreng Rappang Regency
The inter-group communication has the contribution in maintaining and forming social relations existing in a multicultural community. The research aims at describing the communicat...
Changes in the Political Behavior of Towani Tolotang as a Minority Religious Group: Fiqh Al-‘Aqaliyyāt Perspective
Changes in the Political Behavior of Towani Tolotang as a Minority Religious Group: Fiqh Al-‘Aqaliyyāt Perspective
This article is aimed at explaining how the political behavior of Towani Tolotang, a minority religious group in Indonesia, unfolds by using fiqh al-‘aqaliyyāt (Islamic jurispruden...
OPOSISI BINER PADA UNGKAPAN PAMALI MASYARAKAT TOLOTANG DESA OTTING: KAJIAN ANTROPOLOGI LEVI-STRAUSS
OPOSISI BINER PADA UNGKAPAN PAMALI MASYARAKAT TOLOTANG DESA OTTING: KAJIAN ANTROPOLOGI LEVI-STRAUSS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan oposisi biner dalam pamali masyarakat Tolotang serta miteme dan mitos yang terdapat dalam pamali masyarakat Tolotang sebagai sumber d...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk kebudayaan masyarakat suku Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, (2) Un...

