Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

School Counselor Self-Advocacy: The Role of Local Cultural Values of Sipakatau, Sipakalebbi, and Sipakainge

View through CrossRef
Peran guru Bimbingan dan Konseling masih sering diposisikan secara marginal dalam struktur kelembagaan sekolah. Oleh karena itu, pengembangan self-advocacy yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal menjadi strategis untuk memperkuat legitimasi dan efektivitas layanan konseling. Tujuan dari penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi praktik self-advocacy konselor pada guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMPN X Kota Parepare serta menganalisis penerapan nilai-nilai budaya lokal sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge dalam memperkuat layanan bimbingan konseling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian melibatkan tiga guru BK dengan pengalaman lebih dari lima tahun, didukung oleh kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui proses transkripsi dan pengkodean data wawancara serta observasi. Data kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola dan hubungan yang bermakna. Validitas temuan penelitian ini dijaga melalui triangulasi data serta prosedur member checking dan peer debriefing. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa self-advocacy konselor guru BK memperluas peran mereka melalui komunikasi dan aktif berkolaborasi dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sehingga berdampak pada penguatan layanan bimbingan konseling. Self-advocacy guru BK melalui penerapan nilai sipakatau membantu menciptakan interaksi yang menghormati martabat siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua; sipakalebbi memperkuat hubungan sosial.
Title: School Counselor Self-Advocacy: The Role of Local Cultural Values of Sipakatau, Sipakalebbi, and Sipakainge
Description:
Peran guru Bimbingan dan Konseling masih sering diposisikan secara marginal dalam struktur kelembagaan sekolah.
Oleh karena itu, pengembangan self-advocacy yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal menjadi strategis untuk memperkuat legitimasi dan efektivitas layanan konseling.
Tujuan dari penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi praktik self-advocacy konselor pada guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMPN X Kota Parepare serta menganalisis penerapan nilai-nilai budaya lokal sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge dalam memperkuat layanan bimbingan konseling.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Subjek penelitian melibatkan tiga guru BK dengan pengalaman lebih dari lima tahun, didukung oleh kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua.
Analisis data dilakukan melalui proses transkripsi dan pengkodean data wawancara serta observasi.
Data kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola dan hubungan yang bermakna.
Validitas temuan penelitian ini dijaga melalui triangulasi data serta prosedur member checking dan peer debriefing.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa self-advocacy konselor guru BK memperluas peran mereka melalui komunikasi dan aktif berkolaborasi dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sehingga berdampak pada penguatan layanan bimbingan konseling.
Self-advocacy guru BK melalui penerapan nilai sipakatau membantu menciptakan interaksi yang menghormati martabat siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua; sipakalebbi memperkuat hubungan sosial.

Related Results

Implementasi Budaya Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SMA
Implementasi Budaya Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SMA
Sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge merupakan budaya moral Bugis di Sulawesi Selatan yang perlu dilestarikan di dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk melihat peningkata...
Revitalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Falsafah Bugis: Sipakatau Sipakalebbi Dan Sipakainge
Revitalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Falsafah Bugis: Sipakatau Sipakalebbi Dan Sipakainge
Artikel ini membahas tentang revitalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam falsafah bugis: sipakatau sipakalebbi dan sipakainge, artikel ini menggunakan metode kualitatif yang d...
Cometary Physics Laboratory: spectrophotometric experiments
Cometary Physics Laboratory: spectrophotometric experiments
<p><strong><span dir="ltr" role="presentation">1. Introduction</span></strong&...
Is a Fitbit a Diary? Self-Tracking and Autobiography
Is a Fitbit a Diary? Self-Tracking and Autobiography
Data becomes something of a mirror in which people see themselves reflected. (Sorapure 270)In a 2014 essay for The New Yorker, the humourist David Sedaris recounts an obsession spu...
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MASYARAKAT BUGIS
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MASYARAKAT BUGIS
This study aims to portray the character education contained in the Bugis community that many people do not know about it. For the Bugis community, local knowledge is not just a me...
Internalisasi Nilai Budaya Sipakatau dalam Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial
Internalisasi Nilai Budaya Sipakatau dalam Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial
Businesses play a significant role in addressing current environmental issues. Corporate Social Responsibility (CSR) represents a company’s commitment to economic (profit), social ...
Implementasi Budaya 3S dalam Pengawasan Sekolah di SMAN 9 Wajo: Studi Kualitatif
Implementasi Budaya 3S dalam Pengawasan Sekolah di SMAN 9 Wajo: Studi Kualitatif
This study aims to analyze the implementation of the 3S culture (sipakatau, sipakalebbi, sipakainge) in carrying out the duties of school supervisors at SMAN 9 Wajo. This research ...
NILAI KEARIFAN LOKAL BUGIS MAKASSAR DALAM CERPEN PANGGIL AKU AISYAH KARYA THAMRIN PAELORI
NILAI KEARIFAN LOKAL BUGIS MAKASSAR DALAM CERPEN PANGGIL AKU AISYAH KARYA THAMRIN PAELORI
The purpose of research is to describe the values of local wisdom short story "Panggil Aku Aisyah" written by Thamrin Paelori. This research is in the form of qualitative descripti...

Back to Top